Biodata Bupati Aceh Utara Ayahwa,Eks Komandan GAM yang Berani Protes Prabowo

Ringkasan Berita:

  • Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil alias Ayahwa menyayangkan Presiden Prabowo tidak mengunjungi daerahnya yang terdampak banjir bandang.
  • Ayahwa beber 25 kecamatan di Aceh Utara rusak parah diterjang banjir bandang dan longsor.
  • Kerusakan yang dialami warganya melebihi saat tsunami pada 2004 silam.

 

Bacaan Lainnya

– Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil alias Ayahwa menyayangkan masih minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya yang terdampak banjir bandang dan longsor.

Ayahwa menyebut sebagian besar wilayah Aceh Utara mengalami kerusakan akibat bencana alam yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Ia mempertanyakan kenapa Presiden Prabowo Subianto tidak berkunjung ke Aceh Utara.

“Pak Presiden ke Tamiang dan Takengon Aceh Tengah dan juga hadir di Pidie Jaya. Termasuk Wapres,” kata Ayahwa dalam rapat koordinasi pimpinan DPR RI bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca Bencana bersama kementerian dan lembaga terkait serta kepala daerah terdampak di Aceh, Selasa (30/12/2025).

Ayahwa mengatakan, wilayahnya tidak bisa diviralkan karena akses komunikasi terputus total.

Di awal bencana, ia hanya bisa melihat rumah, tempat ibadah, hingga warganya hanyut disapu banjir.

“Di Aceh Utara 27 kecamatan yang terdampak 25 kecamatan. Kami sinyal tidak ada. Telkom mati. Makanya tidak viral.”

“Kami hanya bisa melihat di atap meunasah. Tapi kami tidak bisa memviralkan,” tambahnya.

Ayahwa mengaku pernah nangis-nangis demi bisa mendapatkan bantuan pesawat.

Sarana transportasi udara itu sangat diperlukan menyalurkan bantuan logistik karena akses di Aceh Utara terputus.

“Saya pernah menangis-nangis. minta pesawat untuk mengirim logistik kepada tempat-tempat yang terisolir,” katanya.

Menurut Bupati Ayahwa, bencana kali ini jauh lebih besar dampaknya daripada tsunami Aceh 2004.

Menurutnya, tsunami hanya terdampak di wilayah pesisir saja.

“Maka saya bilang bencana di Aceh Utara lebih daripada tsunami. Karena dari hulu sampai ke hilir, rumah masyarakat semua hanyut,” akunya.

Di akhir pernyataannya, Bupati Ayahwa menyindir pemerintah pusat yang tidak hadir di Aceh Utara.

“Pusat kayaknya tutup mata. Akibat kami tidak ada sinyal HP dan mati lampu. Makanya tidak viral. Mungkin itu alasan (pemerintah pusat) tidak hadir,” kata mantan Komandan Operasi Daerah IV Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 1996 tersebut.

Profil Bupati Aceh Utara Ayahwa

Dirangkum dari acehutara.go.id, Ayahwa lahir di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, pada 12 Juni 1979 silam.

Ia kini telah berusia 46 tahun.

Ayahwa menghabiskan masa kecil di tanah kelahirannya.

Dirinya menempuh pendidikan dasarnya di SD Negeri 15 Matang Serdang Tanah Jambo Aye (1986-1992).

Lalu lanjut di SMP Negeri 2 Tanah Jambo Aye (1992-1995).

Ayahwa kemudian memperdalam ilmu agama di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum Tanah Merah Kabupaten Bireuen (2001-2004).

Sedangkan di tingkat perguruan tinggi, dirinya memilih merantau ke Jawa.

Ia berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti (STIM) Bekasi (2006-2010).

Pada 2022, ia kembali ke Bireuen, Aceh dengan berkuliah di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI).

Ayahwa lulus pada 2024 dengan titel Magister Manajemen.

Dulu Komandan GAM, Kini Jadi Bupati

Sejak masih muda, Ayahwa sudah ikut berperan aktif di organisasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Keluar masuk hutan dalam perang gerilya menjadi makanan sehari-harinya.

Karena sepak terjangnya, Ayahwa kemudian dipercaya sebagai Komandan Operasi Daerah IV Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 1996.

Singkat cerita, GAM sepakat berdamai dengan pemerintahan Indonesia diwujudkan melalui Kesepakatan Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Finlandia.

Setelah damai, seluruh aktivitas militer Ayahwa bersama GAM ditinggalkan. 

Dia pun beralih dalam “perjuangan” politik dan menjadi anggota DPRD Aceh Utara tahun 2009. 

Dalam Pemilihan Umum 2014, Ayahwa dipercaya Partai Aceh menjadi Ketua DPRD Aceh Utara. 

Sementara itu, pada Pemilu 2019, Ayahwa melenggang menjadi anggota DPR Provinsi Aceh dari Partai Aceh.

Ia kembali terpilih kembali menjadi anggota DPR Provinsi Aceh di periode selanjutnya.

Menang di Pilkada 2024

Ayahwa kemudian memutuskan maju di Pilkada 2024 dengan menggandeng Tarmizi.

Keduanya diujung PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, NasDem, PKS, PAN, Demokrat, PSI, PPP, Partai Nanggroe Aceh, Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera Aceh, dan Partai Sira.

Ayahwa-Tarmizi melawan kotak kosong.

Pada akhirnya, keduanya menang dengan perolehan suara 357.738 suara atau 97 persen.

Keduanya resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara terpilih periode 2025-2030 setelah dilantik dan diambil sumpah oleh Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf (Mualem) dalam ruang Sidang Paripurna DPRK Aceh Utara,  yang dipimpin ketua ketua DPRK Arafat Ali, Senin (17/2/2025). 

Berikut ringkasan karier dari Ayahwa
  • Komandan Operasi D IV Gerakan Aceh Merdeka 1996
  • Penasehat Jaringan Aneuk Syuhada (JASA Aceh) 2015
  • Anggota DPRD Aceh Utara 2009-2014
  • Ketua DPRD Aceh Utara 2014-2019
  • Ketua Komisi V DPR Aceh 2019-20204
  • Bupati Aceh Utara 2025-2030.

(Tribunnews.com/Endra/Fersianus Waku)

Pos terkait