Ringkasan Berita:
- Artis sekaligus presenter Andhara Early resmi mengumumkan pernikahan dengan suami, Bugi Ramadhana telah berakhir.
- Keduanya memutuskan berpisah setelah menjalani rumah tangga kurang lebih 14 tahun.
- Pengumuman perpisahan Andhara dengan suami disampaikan melalui akun Instagram Andhara pada Jumat (2/1/2026).
BANGKAPOS.COM — Eks presenter acara musik Inbox, Andhara Early, cerai dari suaminya, Bugi Ramadhana.
Pasangan suami istri itu berpisah di usia pernikahan 14 tahun.
Adapaun kabar perceraian ini disampaikan langsung oleh Andhara Early lewat akun Instagram pribadinya pada Jumat (2/1/2026).
Dalam unggahan tersebut, Andhara membagikan potret kebersamaan dengan Bugi dalam mulai dari masa pernikahan hingga kebersamaan mereka selama membina rumah tangga.
Unggahan disertai dengan keterangan yang menyiratkan perpisahan yang mendalam.
“KAMI SELESAI,” tulis Andhara Early mengawali keterangan fotonya, dikutip dari Tribun Sumsel.
Mengakhiri dengan rasa saling menghormati dalam tulisannya, Andhara menjelaskan keputusan untuk berpisah ini diambil setelah melalui pertimbangan panjang.
Meski berat, keduanya sepakat untuk mengakhiri status sebagai suami istri demi kebaikan bersama.
“Setelah 14 tahun membangun kehidupan, kami memutuskan untuk mengakhiri pernikahan dengan rasa saling menghormati. Keputusan ini tidak datang dengan mudah, tetapi kami yakin ini yang terbaik untuk kami berdua,” ungkapnya.
Andhara juga menekankan perpisahan ini tidak ia pandang sebagai sebuah kegagalan, melainkan sebagai babak kehidupan sepasang suami istri yang telah selesai.
“Kini tiba waktunya untuk bab baru. Kami memutuskan untuk melepaskan gelar “suami istri” dengan damai, untuk mempertahankan gelar “orang tua” dengan lebih baik,” tulisnya.
Meskipun tidak lagi berstatus sebagai pasangan suami istri, Andhara menegaskan komitmen mereka terhadap anak-anak tidak akan berubah.
Prioritas utama mereka saat ini adalah menjaga hubungan baik sebagai orang tua.
Ia juga menambahkan pesan menyentuh untuk anak-anak mereka, menyatakan cinta mereka tetap utuh dan akan terus mengalir meski keluarga mereka kini telah berubah.
“Untuk anak-anak, cinta kami tak pernah berubah, dan akan terus menyatu dalam setiap langkah kalian,” ungkap Andhara Early.
Andhara menutup unggahannya dengan ucapan terima kasih atas masa lalu yang telah dilewati dan harapan untuk masa depan yang lebih damai bagi kedua belah pihak.
“Untuk masa lalu, terima kasih. Untuk masa depan, semoga damai dan bahagia untuk kami masing-masing,” sambungnya.
Unggahan ini juga disertai dengan video yang disebut sebagai penghormatan bagi perjalanan cinta mereka, lengkap dengan kredit kreatif yang mencantumkan nama mereka berdua sebagai penulis dan pengarah sinematografi, menandakan perpisahan ini adalah keputusan bersama yang telah matang.
“Video ini adalah penghormatan untuk perjalanan kami : untuk cinta yang pernah ada, untuk keluarga yang kami bina, dan untuk anak-anak kami yang akan selalu menjadi pusat dunia kami,” katanya.
“Terima kasih untuk semua pelajaran, kenangan dan cinta. Kedamaian dan kebahagiaan anak-anak adalah prioritas utama kami. Doakan kami agar bisa menjadi co-parent yang baik dengan selalu menjaga silaturahim selamanya,
Bismillahirrahmanirrahim..
Kami memulai karena Allah SWT, kami mengakhiri juga dengan ijin Allah SWT. Kami tidak pernah tahu apa & bagaimana rencana-Nya, tapi kami yakin, rencana-Nya selalu yang terbaik,” ungkapnya menutup unggahan tersebut.
Meski demikian hingga berita ini diterbitkan belum diketahui secara pasti mengenai proses hukum perceraian mereka di Pengadilan Agama.
Biodata Andhara Early
Andhara Early terlahir dengan nama lengkap Andhara Early Astrawinata.
Ia lahir di Balikpapan tepatnya pada 11 September 1979 silam.
Ia lahir dari pasangan Adilwan Astrawinata dan Narwia Narang.
Wanita bertinggi sekitar 160 cm ini memiliki tiga orang adik, yaitu Ariaputra Emir Astrawinata, Adindari Edvinari Astrawinata, dan Alifputra Etienne Astrawinata.
Berdarah campuran keturuan Bugis, Palembang, Manado, Dayak ini besar dan tumbuh sejak usia 6 tahun di Jakarta, Indonesia.
Namanya dikenal sebagai seorang model dan presenter terkenal pada masanya.
Andhara Early mengawali karier sebagai model.
Ia tampil sebagai juara kedua dan pemenang favorit GADIS Sampul edisi tahun 1995.
Sebelum tampil sebagai model sampul majalah Playboy Indonesia edisi perdana pada 7 April 2006.
Ia juga pernah tampil sebagai model di video klip dari grup musik Singiku dengan judul Kebebasan.
Kemudian di video klip dari grup musik Jikustik dengan judul Seribu Tahun Lamanya bersama Bunga Citra Lestari dan Revalina S. Temat.
Adapun ia juga membintangi iklan Mie Sedaap, Goldmart, dan H & R. Ia juga ikut berperan dalam film Rumah Ketujuh dan Babi Buta yang Ingin Terbang.
Ia juga sempat menjadi presenter dalam acara Inbox.
Film yang pernah dibintangi:
2002 Rumah Ketujuh Alina
2007 Badai Pasti Berlalu Wanti
Kamulah Satu-satunya Presenter
2008 Pasangan Baru Film pendek
Babi Buta yang Ingin Terbang Salma
2012 Mama Cake Suster
Serial televisi
2001 Lupus Milenia Karya Debut
2012 Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu The Series Pretty
2013 Haji Medit
2013-2014 Diam Diam Suka
Penghargaan dan nominasi
2008 SCTV Awards 2008 Pembawa Acara Paling Ngetop (Inbox) keluar sebagai pemenang.
2009 SCTV Awards 2009 masuk Nominasi
Jadi Sopir hingga Jual Basreng
Andhara Early pernah banting setir manjadi seorang sopir.
Hal itu dilakukannya untuk melunasi cicilan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.
Perekonomian Andhara Early dan keluarga sempat terguncang setelah memutuskan melunasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lebih cepat.
Keputusan itu diambil meski cicilan masih tersisa 12 tahun dari total masa kredit 20 tahun.
Awalnya, Andhara Early dan suaminya tidak berencana melunasi KPR dalam waktu dekat.
Namun, pandemi Covid-19 yang membuat keduanya tidak bekerja mendorong mereka mempertimbangkan untuk meminta keringanan cicilan ke pihak bank.
“Tadinya kami berpikir untuk menurunkan premi cicilan bulanan,” kata Andhara Early dikutip dari Hati ke Hati, Kamis (7/8/2025) dilansir Kompas.com.
Namun, usulan tersebut justru membuat masa kredit menjadi lebih panjang.
“Ini namanya gali lubang tutup lubang,” ujar Andhara Early.
Ia kemudian menanyakan jumlah tagihan yang masih harus dibayar, berharap delapan tahun cicilan yang sudah berjalan bisa mengurangi pokok pinjaman secara signifikan.
Ternyata, jumlah sisa utang nyaris sama seperti pinjaman awal.
Dari pengakuannya, selama delapan tahun tersebut, Andhara Early hanya membayar bunga KPR, bukan pokok pinjaman.
“Aku ngambil 20 tahun, sudah terbayar 8 tahun, masih ada 12 tahun, pas dikasih tahu jumlahnya, loh kok hampir sama sama yang kita ambil,” ucapnya.
“Bayar bunganya dulu di awal,” lanjut Andhara Early.
Menyadari hal tersebut, Andhara Early memutuskan menggunakan seluruh tabungan yang seharusnya disimpan untuk masa tua demi melunasi KPR.
“Tabungan yang aku punya, aku abiskan, aku lunasi dulu rumah, biarpun pulang dari situ lihat rekening di ATM (menangis), yang penting rumah lunas,” ujarnya sambil tertawa.
Keputusan itu turut memengaruhi putranya yang tinggal di asrama.
Andhara Early meminta anaknya lebih berhemat dan mengatur uang saku dengan baik.
Selain itu, Andhara Early harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ia kini menjalani pekerjaan sebagai sopir antar jemput anak sekolah dan berjualan makanan di kantin sekolah putrinya.
“Alhamdulillah, kalau kita niat, ada saja kerjaan,” kata Andhara Early.
Sebenarnya kisah perjuangan melunasi KPR ini sudah diungkap Andhara Early beberapa tahun lalu.
Saat itu, ia memutuskan mundur dari dunia hiburan karena bosan.
Bahkan ia awalnya sempat bekerja sebagai karyawan kantoran setelah memutuskan mundur.
“Mungkin karena udah dari tahun 1995, terus kayak bosen, sebosen itu,” kata Early dikutip dari YouTube Brownis Trans tv, Jumat (16/6/2023) silam.
“Tiba-tiba jengah banget sama dunia entertainment, mau ngapain lagi, harus sesuatu yang baru,” sambungnya.
Saat itu Andhara Early berencana untuk kuliah. Tapi dari masukan teman-teman, Early akhirnya memutuskan mencoba melamar pekerjaan.
Namun kehidupan itu berubah saat pandemi Covid-19. Early mulai merasakan jam kerja yang tidak sehat karena diberlakukan work from home (WFH).
Ia pun meninggalkan pekerjaan itu dan kini berjualan makanan di kantin sekolah anaknya dan menjadi sopir antar jemput.
Early sendiri tak merasa gengsi melakukan pekerjaan itu semua selama masih halal.
“Yang penting sebenarnya kita mau ada usaha aja. Apapun bisa jadi duit sebenarnya,” kata Andhara Early.
“Gengsi enggak sih. Toh kita cari uangnya juga halal,” tandasnya lagi.
Jual Basreng
Selain jadi sopir, Early Andhara juga mencoba peruntungannya berjualan cemilan.
Sejak empat bulan belakangan Andhara berjualan camilan khas Sunda yang terbuat dari bakso ikan yang diiris tipis lalu digoreng hingga renyah, basreng.
“Udah beberapa bulan lalu deh, mungkin tiga atau empat bulan lalu,” ujar Andhara dikutip dari YouTube Insertlive, Kamis (13/11/2025).
Di momen itu, ia juga mengungkap alasan mengapa mau memulai berbisnis basreng.
“Simple dan peminatnya juga banyak. Yang awalnya aku pikir peminatnya anak-anak muda, ternyata ada juga Ibu-ibu, terus anak-anak yang masih kecil,”
“Aku cuma jual dua varian saja, yang pedes sama yang original,” tambahnya.
Wanita yang pernah menjadi model video klip dalam lagu Syukur milik Band Ungu itu pernah mencoba peruntungan dengan berjualan di kantin sekolah.
Kisahnya memutuskan berjualan makanan pun cukup menarik
Berawal dari rutinitasnya membawakan bekal untuk sang buah hati, Andhara Early pun mulai mempromosikan dagangannya lewat sosial media.
“Sebenernya kalau untuk jualan iseng-iseng berhadiah, karena pertama anak itu seneng minta dibikinin bekal untuk dia bawa ke sekolah setiap hari.”
“Terus iseng-iseng aku posting, taunya ada orang tua juga yang ‘Eh mau coba dong, anak gue kayaknya suka nih makanan kayak gini’.”
“Kok banyak yang akhirnya mesen-mesen juga,” ungkapnya dalam salah satu wawancara bersama YouTube Cumi-cumi di tahun 2023.
Berawal dari hal itu, Andhara pun berniat mengembangkan bisnisnya dengan menitipkan makanan-makanan tersebut ke kantin sekolah.
“Aku pikir ya sudah daripada cuma bikin satu dua orang, mendingan aku titip aja taruh di kantin sekolah.”
“Hasilnya itu lumayan lah buat tambahan jajan-jajan karena namanya juga anak-anak yang lagi SD kan demennya jajan ya.”
“Pulang sekolah pasti minta jajan sama ibunya, sama bapaknya,” sambungnya.
(/TribunJatim.com/Tribun-Medan.com)
