Isi Artikel
, PEKANBARU– Perhatikan berbagai berita menarik mengenai Provinsi Riau yang telah dikumpulkan dalam populer Riau setelah tayang selama 24 jam terakhir.
Penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja ditinggalkan, memicu kehebohan di kalangan warga di Jalan Rajawali, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, pada Sabtu (17/1/2026).
Seorang bayi laki-laki yang sedang dalam kondisi memprihatinkan ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB, dengan tubuhnya dibungkus kain.
Berita lainnya, pihak kepolisian mengungkap dugaan alasan di balik kasus kekerasan dan kerusakan mobil yang terjadi di Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru.
Berikut berita selengkapnya :
1. Bayi Laki-Laki Ditemukan dalam Kardus Bersama Popok dan Botol Susu di Pekanbaru
Bayi laki-laki malang itu ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB, dalam kondisi terbalut kain.
Peristiwa ini pertama kali diketahui warga setempat yang kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.
Tak berselang lama, petugas Polsek Binawidya langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi bayi tersebut.
Kapolsek Binawidya Kompol Nusirwan melalui Kanit Reskrim Iptu Santo Morlando membenarkan adanya penemuan bayi itu.
Ia mengatakan, saat ditemukan, kondisi bayi terbilang sehat.
“Saat ditemukan bayi malang itu dalam kondisi sehat. Bersamanya ditinggalkan juga sebuah kardus berisi popok dan susu dalam botol,” kata Iptu Santo.
Usai dievakuasi, bayi tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
“Pertama kita selamatkan terlebih dahulu dan kita amati terlebih dahulu, dan saat ini mereka sudah berada di rumah sakit,” katanya.
Menurutnya, selain memastikan kondisi kesehatan bayi, pihak kepolisian langsung memulai proses penyelidikan guna mengungkap identitas orang tua bayi tersebut serta alasan di balik tindakan penelantaran ini.
“Kami selanjutnya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa orang tua dari bayi tersebut dan bagaimana bayi ini bisa ditinggalkan,” tegas Iptu Santo.
Temuan bayi tersebut langsung menarik perhatian penduduk sekitar. Suasana sedih dan prihatin mengelilingi lokasi, di mana banyak warga bertanya-tanya siapa orang tua yang nekat meninggalkan anak kandungnya sendiri di tempat umum.
Iptu Santo kembali menyatakan bahwa bayi tersebut ditemukan oleh warga sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
“Setelah menerima laporan dari warga, aparat kepolisian langsung datang ke lokasi untuk mengevakuasi bayi dan membawanya ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis awal,” katanya.
2. Di Balik Kerusakan Mobil Mahasiswi di Pekanbaru yang Menyebar
Kepolisian mengungkap dugaan alasan di balik kejadian kekerasan dan kerusakan kendaraan yang terjadi di Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru.
Meski diakibatkan oleh masalah pribadi yang diduga terkait rasa iri, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini tetap ditangani sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.
Kepala Sektor Polisi Bukit Raya, Kompol David Richardo, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan sementara, terlapor diduga mengalami emosi yang memuncak akibat masalah yang melibatkan pasangan.
“Kemungkinan sementara disebabkan oleh rasa iri terkait pasangan. Namanya juga remaja, emosi bisa muncul secara tiba-tiba. Namun, kami tetap memastikan kasus ini ditangani sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” kata Kompol David, Sabtu (17/1/2026).
Perkara ini dimulai dari laporan seorang mahasiswi dengan inisial ARS (21), yang menyatakan dirinya menjadi korban perusakan kendaraan oleh sekelompok pengendara motor.
Kejadian tersebut berlangsung di Simpang Rambutan, Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Marpoyan Damai, pada hari Minggu (11/1/2026).
Akibat peristiwa tersebut, kendaraan korban mengalami kerusakan yang cukup berat.
Kaca pintu mobil retak, sementara bagian bumper depan sebelah kanan serta bodi belakang kendaraan dilaporkan mengalami goresan.
Kompol David menegaskan bahwa pihaknya telah merencanakan pemanggilan terhadap para terlapor guna dimintai keterangan tambahan.
“Bagi yang terlapor, hari Selasa akan kami panggil. Pemeriksaan akan dilakukan guna menggali peran masing-masing pihak serta memastikan terpenuhinya unsur pidana dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, Kanit Reskrim Iptu Muhammad Zamhur menyampaikan bahwa para penyidik telah lebih dahulu memanggil beberapa saksi.
“Telah tiga saksi yang kami selidiki. Berikutnya kita akan memanggil tersangka pelaku untuk diperiksa juga,” kata Zamhur.
Ia menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, diperkirakan terdapat tiga orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tersangka pelaku terdiri dari tiga orang,” katanya.
3. Akhir pertandingan PSPS Pekanbaru mengalahkan Persekat dengan skor 2-0
Pertandingan antara PSPS Pekanbaru melawan Persekat Tegal berakhir dengan skor 2-0 yang menguntungkan tuan rumah. Gol PSPS Pekanbaru berhasil dicetak oleh M Yasir pada menit ke 6 dan Toninho pada menit ke 89.
Laga yang berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai Pekanbaru berjalan dengan ritme biasa. Kekuatan kedua kubu seimbang.
Serangan dilakukan oleh kedua kubu meskipun PSPS Pekanbaru akhirnya berhasil menjadi pemenang. Hasil ini membuat PSPS Pekanbaru sedikit merasa lebih tenang. Karena mereka telah memastikan posisi aman dari zona degradasi.
Sementara Persekat terjebak di peringkat 9 dengan 17 poin dan tersisih dari kompetisi Liga 3.
( Tribunpeanbaru.com)
