Benarkah Terbang dari Bandara Kecil Lebih Hemat? Ini Penjelasan Ahli



Harga tiket pesawat yang terus meningkat sering kali membuat rencana liburan menjadi lebih mahal dan membebani keuangan. Namun, para ahli perjalanan menemukan satu trik sederhana yang bisa membantu mengurangi biaya sekaligus mengurangi stres saat bepergian. Caranya adalah dengan terbang dari bandara yang lebih kecil atau alternatif. Apakah ini benar-benar bisa dilakukan?



Menurut laporan Dollar Flight Club, bandara-bandara kecil yang biasanya berada sekitar 30 hingga 100 mil (48 hingga 160 km) dari bandara utama cenderung menawarkan tarif penerbangan yang lebih murah. Selain itu, antrean keamanan lebih singkat dan suasana bandara yang lebih lengang membuat pengalaman perjalanan terasa lebih santai.

Bacaan Lainnya

Bandara alternatif ini sering menjadi basis maskapai berbiaya rendah seperti Avelo, Allegiant, Spirit, dan Frontier. Tarif yang ditawarkan bahkan bisa mencapai 50 persen lebih murah dibandingkan penerbangan dari bandara besar.



Salah satu alasan utama harga tiket lebih murah adalah biaya operasional bandara yang lebih rendah. Bandara sekunder umumnya memiliki biaya pendaratan, fasilitas, dan pajak per penumpang yang lebih kecil dibandingkan bandara utama. Penghematan ini memungkinkan maskapai menjual tiket dengan harga yang lebih kompetitif.

Tak hanya itu, saat maskapai membuka rute baru di bandara kecil, mereka sering menawarkan tarif perkenalan dalam periode terbatas. Pada enam hingga 12 bulan pertama pengoperasian rute, harga tiket biasanya dipatok lebih rendah untuk menarik minat penumpang. Sebagai contoh, Dollar Flight Club mencatat tarif pulang-pergi rata-rata dari Orlando Sanford International Airport hanya sekitar 116,79 dolar AS (Rp 1,9 juta), jauh lebih murah dibandingkan Orlando International Airport yang mencapai 269,61 dolar AS (Rp 4,1 juta).



Perbedaan harga tentu bergantung pada wilayah, sehingga calon penumpang disarankan membandingkan seluruh opsi bandara yang tersedia. Di kota-kota besar dengan banyak bandara, pilihan ini semakin luas. Di New York City, misalnya, penumpang tidak hanya bisa memilih JFK, LaGuardia, dan Newark, tetapi juga bandara regional seperti Islip (ISP) dan Newburgh (SWF). Sementara di Los Angeles, alternatif selain LAX meliputi Burbank (BUR), Long Beach (LGB), dan Ontario (ONT). Warga San Francisco Bay Area juga dapat membandingkan penerbangan dari SFO dengan Oakland (OAK) dan San Jose (SJC).

Menariknya, dalam beberapa kasus bandara alternatif justru bisa lebih dekat ke tujuan akhir perjalanan. Misalnya, jika seseorang ingin pergi ke kota tertentu, mungkin saja bandara kecil di dekat lokasi tersebut lebih cepat daripada bandara utama yang jauh.

Waspadai Biaya Tambahan

Meski menawarkan harga tiket lebih murah, para ahli mengingatkan penumpang untuk tetap memperhitungkan biaya tersembunyi. Jarak bandara yang lebih jauh dari rumah atau destinasi bisa meningkatkan biaya transportasi darat, parkir, bahan bakar, atau layanan ride-hailing.

Selain itu, maskapai berbiaya rendah kerap memisahkan biaya tiket dengan bagasi dan pemilihan kursi, sehingga total pengeluaran bisa membengkak jika tidak diperhitungkan sejak awal. Oleh karena itu, penting bagi calon penumpang untuk memperhatikan semua biaya tambahan sebelum memutuskan membeli tiket dari bandara alternatif.

Pos terkait