Barasuara tutup kemeriahan tur Jalaran Sadrah di Jakarta

, JAKARTA – Band rock, Barasuara menutup kemeriahan rangkaian Tur Album Showcase Jalaran Sadrah di Bali United Studio, Jakarta pada Sabtu (20/12).

Setelah mengguncang Bandung, Cirebon, Purwokerto, dan Semarang, Barasuara akhirnya menggelar konser di Jakarta dengan kehadiran ribuan Penunggang Badai.

Bacaan Lainnya

Grup beranggotakan Iga Massardi (vokal/gitar), TJ Kusuma (gitar), Marco Steffiano (drum), Asteriska (vokal), Gerald Situmorang (bas) dan Puti Chitara (vokal) itu mengaku takjub dengan antusias penonton Tur Album Showcase Jalaran Sadrah.

“Ini mungkin konser terbesar kami. Kami mulai dari Rossi Musik pada 2015 dengan 300 orang, 13 tahun kemudian 1200an penonton, ini adalah milestone luar biasa buat kami,” kata Iga Massardi di Bali United Studio, Jakarta pada Sabtu (20/12).

Tur Album Showcase Jalaran Sadrah menjadi bagian dari perayaan perjalanan musikal Barasuara serta merayakan karya terbaru kepada para penunggang badai dan khalayak luas.

Diselenggarakan dengan dukungan penuh dari Signature Time, tur Jalaran Sadrah sukses menghadirkan pertunjukan musik penuh energi khas Barasuara semua kota, khususnya Jakarta.

Tidak hanya menghadirkan materi album Jalaran Sadrah, Barasuara juga menyuguhkan dari album pertama, Taifun, serta album kedua, Pikiran dan Perjalanan.

Barasuara membuka aksi panggung lewat lagu-lagu seperti Antea, Fatalis, Merayakan Fana, Masa Mesias Mesias, dan Seribu Racun. Ribuan penonton pun langsung bernyanyi mengikuti lagu yang dibawakan Barasuara.

Aksi energik Barasuara berlanjut lewat lagu Pikiran dan Perjalanan, Biyang, Hitam dan Biru, Habis Gelap, hingga Pancarona. Suasana makin meriah, suara penonton makin keras menyanyikan lirik Pancarona hingga akhir lagu.

Seperti yang telah dijanjikan, Barasuara menampilkan kejutan spesial untuk Tur Album Showcase Jalaran Sadrah. Para personel menyempatkan waktu memainkan lagu dengan set lebih sederhana dan akustik.

Sendu Melagu dibawakan oleh Iga Massardi seorang diri, sementara itu Puti dan Asteriska ikut muncul menyanyikan Mengunci Ingatan. Barasuara kemudian mengumandangkan lagu Tentukan Arah, Tirai Cahaya, dan Tarintih.

Kejutan dari Barasuara tidak berhenti di situ. Band yang aktif sejak 2012 itu ternyata menyiapkan lagu baru untuk dibawakan di Tur Album Showcase Jalaran Sadrah.

“Kami punya lagu baru, judulnya Alon-Alon, kami bikin pas pandemi. Dibikin sama Gerald, kami kerjakan bareng-bareng, dan saya bikin liriknya,” ucap Iga Massardi.

Setelah memainkan Alon-Alon, Barasuara kembali mengentak lewat lagu-lagu populer seperti Bahas Bahasa, Manusia (Sumarah), Terbuang Dalam Waktu, serta Etalase.

Barasuara lantas menutup konser sekaligus Tur Album Showcase Jalaran Sadrah dengan lagu Hagia, serta Api dan Lentera. Suara hadirin pun kembali mengeras menyanyikan lagu dari Barasuara di ujung konser.

“Terima kasih pihak yang membantu, Signature Time, PPC Production, dan Penunggang Badai, 13 tahun kita bersama, banyak yang telah dilalui,” ucap Iga Massardi.

Dalam konser tersebut, Barasuara juga menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana banjir bandang dan longsor di kawasan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Barasuara menampilkan sejumlah video kerusakan hutan yang mengakibatkan banjir bandang serta longsor di Sumatera. Tulisan 1016 nyawa meninggal, 213 jiwa hilang pun terpajang di layar belakang.

“Kami juga bikin kaus yang keuntungannya kami sumbangkan untuk Sumatera, semoga kita semua bisa berkontribusi dalam bentuk apa pun. Insyaallah kami akan melakukan beberapa kali lagi, penggalangan dana,” tutup Barasuara.

 (ded/jpnn)

Pos terkait