Ringkasan Berita:
- Balikpapan menjadi kota yang paling berkesan dalam tur ketiga Rockafiller karena menjadi tempat kelahiran dan pusat aktivitas Fillerians.
- Pertunjukan privat di Surroundings Volume 6 memberikan kesempatan interaksi yang lebih dekat antara band dan penonton dibanding panggung festival.
- Tenggarong dan Penajam Paser Utara menjadi pengalaman pertama Rockafiller tampil di depan para penggemar musik lokal.
, BALIKPAPAN –Balikpapan menjadi kota yang paling berkesan dalam rangkaian tur ketiga dari grup musik rockafiller di Kalimantan Timur.
Bagi musisi dari Balikpapan, tampil di kota kelahiran menciptakan suasana yang berbeda.
Itu terjadi karena mereka dapat bertemu secara langsung dengan Fillerians, istilah yang digunakan untuk menggambarkan para penggemar setia yang telah mendukung sejak awal perjalanan band Rockafiller.
Rockafiller baru saja menyelesaikan tur ketiganya di empat kota di Kalimantan Timur, yaitu Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Tenggarong.
Namun, dalam keseluruhan rangkaian tur tersebut, Balikpapan dianggap sebagai panggung yang paling penuh perasaan.
Tidak heran, Balikpapan bukan hanya tempat kelahiran dan pertumbuhan Rockafiller, tetapi juga menjadi rumah bagi para penggemar setia yang terus memberikan dukungan.
Dimulai dari peluncuran lagu, penjualan merchandise, hingga perjalanan tur ke luar kota.
“Rockafiller lahir di Balikpapan. Rekan-rekan di sini selalu memberikan dukungan, mulai dari peluncuran lagu, merchandise, hingga tur ke luar kota. Jadi ketika kembali, rasanya ingin bercerita, berdiskusi, bukan hanya tampil,” katanya, Rabu (24/12/2025).
Bands yang dipimpin oleh Aril (gitar dan vokal), Dandi (drum), serta Hadi Ferro (bassist) mengunjungi empat kota melalui berbagai kegiatan musik.
Di antaranya Ruang Bersuara Fest di Balikpapan pada 28 November 2025, Distortion Of Reality di Samarinda pada 30 November 2025, Kepuhunan#4 di Penajam Paser Utara pada 3 Desember 2025, hingga gigs Surroundings di Balikpapan pada 5 Desember 2025 dan Alerta Localhol!c Vol.3 di Tenggarong pada 6 Desember 2025.
Hanya di Balikpapan, momen paling berkesan muncul melalui format pertunjukan kecil di Surroundings Volume 6.
Berbeda dengan panggung festival, pertunjukan ini menawarkan interaksi yang lebih dekat antara Rockafiller dan para penontonnya.
“Kondisi lingkungan yang paling mengesankan. Sangat intim. Semua ‘keluarga’ hadir. Dalam dokumentasi juga terlihat, wajah-wajahnya tidak sempurna, tapi bahagia, hahaha,” katanya.
Dandi menambahkan, tampil di kota sendiri di depan para Fillerians sejati menciptakan suasana emosional yang tidak dirasakan di kota lain.
“Bermain di ‘rumah sendiri’ terasa berbeda. Lebih penuh perasaan,” katanya.
Namun, Rockafiller juga mencatat pengalaman pertama yang tidak kalah penting saat tampil di Tenggarong dan Penajam Paser Utara.
Dua kota tersebut menjadi tempat pertama kalinya mereka tampil di depan penggemar musik setempat.
“Tenggarong dan Penajam merupakan yang pertama bagi kami. Meskipun sejak bertahun-tahun lalu sering diajak, tetapi belum pernah ada kesempatan. Akhirnya, kami memutuskan untuk ikut saja,” tutupnya. (*)
