,JAKARTA — Dengan ciri warna gelap yang sangat mencolok,jamurmold hitam (Stachybotrys Chartarum) umumnya tumbuh di area yang lembap dan mengandung selulosa, seperti kayu, kertas, atau papan gipsum.
Jamur ini mampu berkembang pesat dalam kondisi suhu yang hangat dan kelembapan tinggi. Oleh karena itu, jamur sering ditemukan di bagian rumah yang lembap atau rusak akibat kebocoran air, seperti kamar mandi, basement, atau dekat jendela.
Banyak orang tidak menganggap jamur hitam sebagai penyebab penyakit serius atau kematian. Namun, kehadirannya tetap harus diwaspadai karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan tertentu.
Saat seseorang menghirup spora jamur hitam dan memiliki reaksi alergi terhadapnya, tubuh akan segera merespons. Pada paparan pertama, tubuh membentuk antibodi IgE yang melekat pada sel mast di kulit, saluran pernapasan, dan organ lain, sehingga siap memicu reaksi alergi berikutnya.
Pada presentasi berikutnya, sel mast melepaskan histamin yang memicu munculnya gejala dalam hitungan detik atau menit. Zat kimia lain yang dilepaskan oleh tubuh juga bisa menyebabkan peradangan tambahan.
Respons tubuh terhadap jamur hitam bisa berbeda antara individu, tergantung pada alergi atau kepekaan yang dimiliki. Jika seseorang memiliki alergi, gejala bisa muncul secara langsung, namun jika tidak, gejala mungkin tidak terlihat sama sekali atau baru muncul setelah beberapa waktu.
Jamur hitam bisa menyebabkan sakit pada seseorang yang alergi terhadap jamur atau memiliki sistem imun yang lemah. Spora dan senyawa mVOCs yang dihasilkan oleh jamur tersebut dapat memicu batuk, pilek, iritasi mata, serta memperparah kondisi seperti asma, bahkan berisiko menimbulkan infeksi jamur pada individu dengan daya tahan tubuh rendah.
Jamur hitam berkembang secara alami di lingkungan alami dan mudah ditemukan di berbagai tempat. Di dalam rumah, pertumbuhan jamur ini lebih cepat jika ruangan memiliki tingkat kelembapan yang tinggi atau mengalami kerusakan akibat air, seperti di kamar mandi, basement, ruang cuci, atau area yang terkena kebocoran.
Berikut faktor-faktor yang menyebabkan jamur hitam berkembang dan menyebar:
– Kelembapan
– Oksigen
– Suhu berkisar antara 4,4°C hingga 38°C
– Sumber makanan yang mengandung serat, seperti papan gipsum atau kertas
Paparan jamur hitam dapat menyebabkan berbagai masalah pernapasan serta iritasi ringan pada sebagian orang. Gejala bisa muncul secara bertahap atau langsung, tergantung pada tingkat kepekaan setiap individu.
Gejala umum meliputi:
– Bersin
– Batuk
– Hidung tersumbat
– Cairan yang mengalir ke bagian belakang hidung (postnasal drip)
– Mata merah
Paparan juga bisa memicu atau memperparah gejala asma, antara lain:
– Mengi (wheezing)
– Sesak napas
– Batuk kering
– Dada terasa sesak
Jika ingin menghilangkan jamur hitam, penting untuk menggunakan alat yang sesuai agar mulut, hidung, kulit, dan mata tetap aman. Langkah ini berguna untuk menghindari paparan spora jamur yang bisa menyebabkan iritasi atau reaksi alergi.
– Lindungi mulut serta hidung – Jaga kebersihan mulut dan hidung – Tutup mulut dan hidung dengan baik – Lakukan perlindungan terhadap mulut dan hidung – Pastikan mulut dan hidung terlindungi
Gunakan masker pernapasan NIOSH N95 untuk menghindari terhirupnya spora. Jika Anda sedang membersihkan dalam waktu yang lebih lama atau melakukan aktivitas mengangkat beban berat seperti mengangkat benda berjamur atau merobek drywall, pilihlah respirator setengah wajah atau full-face agar mendapatkan perlindungan yang optimal.
– Lindungi kulit
Gunakan sarung tangan pelindung yang terbuat dari bahan non-lateks, vinil, nitril, atau karet. Jangan menyentuh jamur atau benda yang mengandung jamur dengan tangan kosong agar kulit tidak terkena paparan langsung.
– Lindungi mata
Gunakan kacamata pengaman yang menutupi mata sepenuhnya dan mampu menghalangi masuknya debu serta partikel kecil. Jangan menggunakan kacamata biasa atau alat pelindung dengan ventilasi terbuka karena tidak memberikan perlindungan yang cukup.(Angel Rinella)
