Arema FC siap akhiri puasa kemenangan kandang saat jamu Madura United

– Duel sarat gengsi Derby Jawa Timur akan tersaji di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Selasa 23 Desember 2025 sore pukul 15.30 WIB, ketika Arema FC menjamu Madura United pada pekan ke-15 BRI Super League 2025/2026.

Tim tuan rumah, yang dijuluki Singo Edan, sedang berupaya keras memutus tren negatif di markas sendiri. Sepanjang musim ini, Arema telah menelan empat kekalahan beruntun di kandang, masing-masing saat menghadapi Dewa United (1-2), Persib Bandung (1-2), Borneo FC (1-3), dan Persija Jakarta (1-2).

Bacaan Lainnya

Hasil tersebut membuat Aremania dan Aremanita rindu akan kemenangan di depan mata mereka sendiri.

Meski demikian, semangat juang skuad Arema tetap tinggi. Asisten pelatih Andre Caldas, yang akan memimpin tim dari pinggir lapangan karena pelatih kepala Marcos Santos absen akibat akumulasi kartu, menyatakan keyakinannya.

“Tim ini dalam posisi percaya diri. Kami mencoba menang dan menghentikan empat kekalahan di kandang,” ujar Caldas dalam konferensi pers di kantor manajemen klub di Kota Malang, Senin 22 Desember 2025.

Caldas menekankan bahwa kekalahan adalah bagian tak terpisahkan dari sepak bola, namun jauh lebih penting untuk meraih tiga poin di setiap laga.

Persiapan tim disebutnya sudah maksimal, dengan para pemain bekerja keras setiap hari untuk meningkatkan performa.

“Seluruh pemain harus tampil percaya diri dan menjalankan strategi yang telah disiapkan. Keseimbangan permainan sangat krusial; kami harus tahu kapan menyerang dan kapan bertahan,” tambahnya.

Ia juga menolak untuk underestimate Madura United, meski tim tamu baru saja menelan dua kekalahan beruntun dari Borneo FC dan Persib Bandung. “Itu masalah internal mereka. Kami hanya fokus pada kerja keras sendiri untuk merealisasikan target kemenangan di hadapan Aremania dan Aremanita,” tegas Caldas.

Situasi Arema sendiri tidak ideal. Selain absennya Marcos Santos, bomber andalan Dalberto diprediksi belum bisa kembali, ditambah beberapa pemain lain dilaporkan sakit akibat perubahan cuaca. Namun, hal ini justru menjadi motivasi ekstra bagi skuad yang ada.

Dari kubu pemain, Luiz Gustavo sebagai wakil skuad juga menyuarakan optimisme. Pemain asal Brasil itu mengakui bahwa pertandingan melawan Madura United bukanlah laga mudah, mengingat kedua tim sama-sama haus kemenangan.

“Keduanya ingin meraih tiga poin. Tapi kami optimistis bisa menang jika menerapkan semua materi latihan dengan baik,” kata Gustavo.

Ia menekankan pentingnya fokus sepanjang 90 menit, terutama untuk meminimalkan kesalahan di menit-menit akhir yang sering menjadi celah bagi lawan mencetak gol.

“Semoga kami bisa meraih tiga poin dan memberikan hadiah akhir tahun bagi suporter,” harapnya.

Madura United datang ke Malang dengan catatan kurang menggembirakan. Laskar Sape Kerrap hanya mampu mencetak 11 gol dari 13 laga, dan performa tandang mereka belum konsisten.

Namun, di bawah arahan pelatih baru Carlos Eduardo Parreira – yang merupakan keponakan legenda Brasil Carlos Alberto Parreira – tim ini diprediksi akan bermain pragmatis dengan mengandalkan serangan balik cepat.

Secara head-to-head, Arema sedikit lebih unggul dalam beberapa pertemuan terakhir, meski laga derby selalu penuh kejutan.

Prediksi banyak pengamat menyebut laga ini berpotensi berakhir imbang 1-1, mengingat kedua tim sama-sama inkonsisten belakangan ini.

Pertandingan ini menjadi kesempatan emas bagi Arema untuk bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen tengah. Dukungan penuh dari ribuan Aremania di Stadion Kanjuruhan diharapkan menjadi faktor penentu.

Laga ini juga menandai penutup tahun 2025 bagi kedua tim sebelum memasuki jeda singkat, dengan Arema selanjutnya akan menjamu Persita Tangerang pada 30 Desember.***

Pos terkait