Tari Gantar merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kalimantan Timur, khususnya dari suku Dayak Benuaq dan Tunjung. Tari ini memiliki makna mendalam terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat, serta fungsi sosial dan budaya. Salah satu hal yang menjadi ciri khas dari tari Gantar adalah penggunaan properti tertentu yang memperkaya makna dan estetika tarian tersebut.
Apa Properti yang Digunakan dalam Tari Gantar?
Properti utama dalam tari Gantar adalah gantar, yang berarti “tongkat” dalam bahasa Dayak. Tongkat ini menjadi alat utama yang digunakan oleh para penari. Gantar bisa terbuat dari kayu atau bambu, tergantung jenis tari Gantar yang ditampilkan. Pada beberapa variasi, gantar juga dilengkapi dengan tengkorak manusia di bagian atasnya, yang melambangkan mitos tentang asal-usul tari ini.
Selain gantar, ada juga kusak yang digunakan sebagai properti pendukung. Kusak adalah bambu kecil yang berisi biji-bijian seperti padi atau jagung. Biji-bijian ini memberikan suara gemerincing saat digerakkan, sehingga menambah kesan dinamis dalam tarian. Kusak biasanya dibawa oleh penari di tangan kanan, sementara tangan kiri memegang gantar.
Fungsi Properti dalam Tari Gantar
Setiap properti dalam tari Gantar memiliki makna dan fungsi tersendiri. Gantar, misalnya, tidak hanya sebagai alat peraga, tetapi juga melambangkan kekuatan dan kepahlawanan. Dalam mitos, gantar awalnya digunakan oleh para pemuda untuk menyampaikan rasa syukur atas hasil panen dan keberhasilan dalam bertani.
Kusak, dengan biji-bijian di dalamnya, menggambarkan proses menanam padi dan simbol kesuburan. Gerakan penari yang menggoyang-goyangkan kusak dan gantar mencerminkan cara menaburkan benih di lahan pertanian. Hal ini menjadikan tari Gantar sebagai representasi dari kehidupan agraris masyarakat Dayak.
Properti Lain dalam Tari Gantar
Selain gantar dan kusak, penari juga menggunakan pakaian tradisional yang khas. Pakaian pria terdiri dari ikat kepala (destar) dari kain tenun, baju kumut dari kulit kayu, kalung manik batu, gelang taring binatang, dan mandau di pinggang. Sementara itu, pakaian wanita mencakup labung di kepala, baju kebaya panjang tangan, serta aksesori seperti anting-anting dan gelang kaki.
Musik juga menjadi elemen penting dalam tari Gantar. Alat musik seperti kelentengan, gong, dan gendang digunakan untuk mengiringi gerakan tari. Suara alat musik ini membantu menciptakan suasana yang sesuai dengan irama tari.
Jenis-Jenis Tari Gantar
Ada tiga jenis tari Gantar, yaitu Gantar Rayatn, Gantar Busai, dan Gantar Senak/Gantar Kusak. Masing-masing jenis memiliki properti dan gerakan yang berbeda. Misalnya, Gantar Rayatn menggunakan gantar dengan tengkorak, sedangkan Gantar Busai menggunakan bambu yang berisi biji-bijian.
Kesimpulan
Tari Gantar bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga merupakan simbol kehidupan dan kepercayaan masyarakat Dayak. Properti seperti gantar dan kusak memainkan peran penting dalam menyampaikan makna tari tersebut. Dengan memahami properti yang digunakan dalam tari Gantar, kita dapat lebih menghargai nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya.
