Alat berat tembus Citiis Kabupaten Bandung Barat, jalur tertutup longsor diperkirakan pulih 5 hari ke depan

PIKIRAN RAKYAT – Setelah sekira dua pekan terisolasi longsor, alat berat akhirnya bisa menembus akses Kampung Citiis, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Akses Citiis diperkirakan bakal kembali pulih lima hari ke depan. 

 

Bacaan Lainnya
Masuknya alat berat untuk melakukan pengerukan longsor di Citiis disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sindangkerta Opa Mustopa saat dihubungi “PR” pada Minggu (28/12/2025).

 

Ia menuturkan, alat berat itu diangkut oleh truk menuju jalur Citiis. Pada Sabtu (27/12/2025), alat berat mulai melakukan pengerukan di titik longsor pertama di kawasan hutan. Tebing di lokasi itu disodet untuk membuka jalur yang sebagian telah tergerus longsor. 

 

Badan jalan yang tergerus pun ditimbun material tanah atau dipadatkan kembali. Alat berat kemudian melakukan pengerukan di titik longsor kedua yang menimbun jalan. Proses pengerukan juga memperoleh bantuan dari warga Citiis.

 

“Alhamdulilah masyarakat antusias membantu, turut serta membantu,” ucap Opa.

   

Warga yang memiliki mobil juga ikut mengangkut guguran tanah untuk dipakai menutup dan memadatkan badan jalan yang tergerus longsor. 

 

Ia memperkirakan, pemulihan akses selesai sekitar lima hari ke depan. Dus, aktivitas ekonomi warga pun bakal kembali normal. Opa mengungkapkan, pemulihan akses penting bagi warga Citiis yang berprofesi sebagai petani palawija. Apabila akses masih tertutup longsor, warga akan sult mengangkut dan menjual hasil pertaniannya. 

 

Hasil palawija kedah enggal diical (Hasil palawija harus cepat dijual) jadi tidak mengendap di rumah,” tutur Opa.

Berharap Perbaikan

Ia juga mengapresiasi Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB dan organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang merespons cepat melalui pengerahan alat berat untuk mengeruk longsor di Citiis. Opa juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa pula memberika bantuan untuk perbaikan jalur tersebut.

 

Pasalnya, akses Citiis merupakan jalur penghubung KBB dan Kabupaten Bandung. Selain itu, perlintasan tersebut merupakan akses menuju situs Gunung Padang di kawasan Ciwidey.

 

Opa berharap, bantuan itu berupa pengecoran beton agar akses tahan lama dipakai warga. Di sisi lain, Opa juga meminta warga Citiis mesti memelihara akses apabila telah diperbaiki pemerintah.‎

 

Informasi pengerukan timbunan longsor oleh alat berat dikemukakan pula oleh Rina Herlina, salah satu warga Citiis. Rina mengatakan, pengerukan sudah berlangsung dua hari. “Ayeuna nuju di cakeut bumi abdi, ti kamari ti handap heula (Sekarang posisi alat berat sudah di dekat rumah saya, sedangkan kemarin pengerukan dilakukan di jalur bawah),” ucapnya.

   

‎”PR” sempat dua kali mendatangi Citiis untuk melakukan peliputan. Kampung tersebut memang terbilang terpencil dan berada di kawasan hutan. Lokasi permukiman warga Citiis juga berada di kawasan lereng bukit.

 

Perjalanan menuju Citiis dengan menggunakan sepeda motor saja bukanlah perjalanan mudah. Medan jalannya berupa bebatuan dengan jalur yang berkelok dan terus menanjak. 

 

Medan jalan yang berat dan disertai longsor membuat Citiis pun terisolasi lebih dari dua pekan. Pantauan “PR” pada Minggu (21/12/2025), sejumlah titik longsor terlihat di perlintasan menuju Citiis.

 

Di kawasan hutan dekat kampung itu misalnya, sebagian badan jalan tampak tergerus longsor. Semakin mendekat kawasan permukiman, titik longsor lain juga terlihat menutup badan jalan. Longsor terparah berada di area permukiman. Di sana, lumpur hingga batu menutup nyaris seluruh akses.

 

Rekahan tebing yang telah berguguran menutup jalan tampak jelas di lokasi itu. Elin (17), warga Citiis saat itu mengungkapkan, motor hingga mobil tak bisa melewati titik longsor tersebut. “Sesah ngalangkung (Mobil dan motor susah melewati titik longsor),” kata Elin di Citiis, Minggu siang.

 

Elin berharap, pemerintah segera memberikan bantuan agar material longsor bisa dikeruk sehingga aktivitas warga pulih kembali.***

Pos terkait