Alasan Museum Keraton Surakarta belum dibuka

RENCANA berkunjung ke Museum Keraton Surakarta harus tertunda bagi sejumlah wisatawan yang datang ke Kota Solo, Jawa Tengah, pada libur akhir tahun ini. Hingga Sabtu, 27 Desember 2025, museum yang menjadi salah satu pusat sejarah dan budaya Jawa tersebut masih belum dibuka untuk umum karena proses revitalisasi yang belum sepenuhnya rampung.

Pantauan Tempo, 27 Desember 2025, kawasan depan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tampak padat oleh puluhan pengunjung yang berdatangan. Banyak dari mereka yang datang bersama rombongan. Mereka berfoto-foto di depan kori kamandungan keraton.

Bacaan Lainnya

Sementara itu di area depan pintu masuk museum yang letaknya di timur kori kamandungan Keraton Surakarta, beberapa wisatawan tampak berhenti sejenak. Mereka membaca pengumuman penutupan, lalu memutuskan untuk menikmati suasana kawasan Keraton Surakarta dengan cara lain.

Wisatawan tetap menikmati liburan

Salah satunya Yanto, wisatawan asal Tangerang Selatan, yang datang bersama keluarga. “Kami lagi liburan ke Solo dan sebenarnya ingin masuk ke museum keraton,” kata Yanto saat ditemui di depan Museum Keraton Surakarta, Sabtu, 27 Desember 2025.

Namun karena museum masih ditutup, Yanto bersama istri pun memilih berkeliling kawasan keraton dengan menaiki becak. Ia mengaku tetap akan menikmati liburannya meski tak bisa mengunjungi Museum Keraton Surakarta tersebut. “Tidak apa-apa, tetap menikmati liburan,” ujarnya.

Hal serupa dialami Liza, wisatawan asal Jakarta. Ia mengaku sudah merencanakan kunjungan ke Museum Keraton Surakarta setelah melihat informasi di media sosial dan pencarian daring. Terlebih menurut berita di berbagai media massa yang ia baca, menginformasikan bahwa museum itu baru saja direvitalisasi. “Di Google masih tertulis buka, ternyata pas sampai sini tutup,” ucapnya.

Meski kecewa, Liza dan kakaknya tetap memilih menikmati suasana keraton dengan berkeliling menaiki becak agar waktu liburan tidak terbuang percuma.

Revitalisasi museum belum selesai

Perihal masih belum dibukanya Museum Keraton Surakarta untuk pengunjung, Pengageng Museum dan Pariwisata Keraton Surakarta, GKR Devi Lelyana Dewi menjelaskan revitalisasi museum masih menyisakan sejumlah pekerjaan teknis yang belum selesai. Salah satunya adalah jalur kunjungan di beberapa ruangan yang belum dapat dilalui dengan aman oleh pengunjung.

“Masih ada satu ruangan yang belum bisa dilewati sesuai alur kunjungan karena penataan artefak dan layout belum selesai,” ujar Gusti Devi saat memberikan keterangan kepada wartawan di Keraton Surakarta.

Selain itu, terdapat pintu penghubung antar-ruangan yang masih menunggu pengadaan dan penyelesaian dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X beserta pihak penyedia.

Gusti Devi menegaskan, penutupan museum bukan karena pihak Keraton Kasunanan Surakarta enggan menerima pengunjung. Justru sebaliknya, pihak pengelola sangat antusias untuk segera membuka kembali museum setelah revitalisasi. Namun, pembukaan sebelum pekerjaan selesai dinilai berisiko bagi keamanan koleksi dan kenyamanan pengunjung.

“Kami tidak berani mengambil risiko. Kalau pintu belum bisa ditutup atau jalur belum aman, takutnya nanti ada kerusakan atau hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Gusti Devi.

Menurut dia, museum akan dibuka kembali setelah proses revitalisasi selesai 100 persen. Revitalisasi Museum Keraton Surakarta sendiri diapresiasi sebagai upaya penyegaran ruang pamer dan peningkatan fungsi museum sebagai pusat edukasi dan budaya. Gusti Devi menyebut museum memiliki peran penting dalam mengenalkan sejarah dan nilai-nilai budaya Jawa, khususnya kepada generasi muda dan wisatawan.

Sudah diresmikan Menteri Kebudayaan

Kerabat Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi juga menyayangkan belum dibukanya Museum Keraton Surakarta untuk para pengunjung atau wisatawan. Padahal museum juga telah diresmikan oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon beberapa waktu lalu bersamaan dengan peresmian Panggung Songgobuwono di kompleks keraton baru-baru ini.

“Museum itu memang sampai saat ini masih dalam posisi digembok, tidak bisa diakses,” ujar Eddy yang juga Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta itu.

Eddy menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang tidak bisa berkunjung ke museum saat berwisata di kawasan Keraton Surakarta, khususnya di masa libur Nataru ini. Ia pun mengaku mendapat keluhan dan masukan agar di masa liburan ini diberi akses untuk bisa menikmati keraton. Pihaknya akan menyampaikan masukan itu kepada keluarga besar Keraton Surakarta agar dicarikan solusi bagi masyarakat yang ingin mengakses ke museum di liburan saat ini walaupun masih terbatas.

Pos terkait