BNPB: 28 Wilayah Sumatra Perpanjang Status Darurat

Jakarta, IDN Times – Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna menyampaikan bahwa pihaknya menerima banyak ucapan terima kasih atas penanganan bencana yang semakin baik di Pulau Sumatra. Namun, laporan dari BNPB pada awal pekan ini menunjukkan bahwa 28 wilayah di Pulau Sumatra memperpanjang status darurat.

Artinya, wilayah tersebut masih memprioritaskan lima hal, yaitu pencarian dan bantuan; pemenuhan distribusi logistik; pembukaan akses khususnya jalan darat; pemulihan sektor komunikasi dan pemulihan sektor energi. Fokusnya adalah pemulihan pasokan listrik dan distribusi bahan bakar minyak.

Bacaan Lainnya

“Secara keseluruhan di tiga provinsi, saat ini masih terdapat 28 kabupaten/kota yang memperpanjang status darurat. Terdiri dari Aceh dengan 12 kabupaten/kota, Sumut sebanyak 8 kabupaten/kota, dan Sumbar juga 8 kabupaten/kota,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, seperti dilaporkan oleh YouTube BNPB, Rabu (17/12/2025).

Ia juga melaporkan, dari empat jembatan bailey yang sedang dibangun di wilayah Aceh, hanya satu yang telah selesai dan bisa digunakan, yaitu Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan Bireuen dengan Bener Meriah. Sementara itu, Jembatan Jeurata, Kutablang, dan Teupin Reudeup masih dalam proses pembangunan. Bahkan, perkembangan pembangunan Jembatan Jeurata baru mencapai 1 persen.

1. Tiga pemerintah daerah memperpanjang status darurat dari tanggal 22 hingga 25 Desember 2025

Sementara itu, perpanjangan status darurat telah diumumkan hingga 25 Desember 2025. Masa status darurat diperpanjang oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, karena dampak kerusakan masih meluas. Selain itu, kebutuhan penanganan masih sangat tinggi di beberapa wilayah.

“Kebencanaan hidrometeorologi yang terjadi di berbagai daerah Aceh masih memerlukan penanganan yang intensif, terpadu, dan terkoordinasi. Evakuasi penduduk, distribusi logistik, serta perbaikan kerusakan jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, keagamaan, serta fasilitas sosial lainnya masih terus dilakukan,” kata Muzakir sebagaimana dilaporkan oleh situs resmi Pemprov Aceh.

Karena status darurat diperpanjang, ia meminta seluruh perangkat pemerintah tetap siaga dan fokus pada upaya penanggulangan dampak bencana. Pria yang akrab disapa Mualem tersebut bahkan menyatakan, tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang kembali status darurat jika diperlukan.

“Kami akan terus memantau situasi. Jika diperlukan perpanjangan atau pemangkasan, hal tersebut akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Langkah serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Status darurat diperpanjang di Sumbar hingga 22 Desember 2025. Sementara itu, Pemprov Sumut memperpanjang masa tanggap darurat hingga 24 Desember 2025.

Pemerintah Aceh Mengirim Surat ke Dua Lembaga PBB, Meminta Bantuan

2. Korban tewas akibat bencana Sumatra mencapai 1.053 orang

Sementara itu, jumlah korban jiwa yang meninggal akibat banjir di Sumatra hingga hari Selasa kemarin telah mencapai 1.053 orang.

Angka tersebut memiliki kemungkinan meningkat karena masih ada 200 korban yang hilang. Sementara jumlah pengungsi mencapai 606.040 jiwa.

3. Komandan TNI mengirimkan 35.477 personel guna menangani banjir di Sumatra

Di sisi lain, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa telah mengirimkan 35.477 personel ke lokasi banjir di Sumatra. Mereka terdiri dari 28.319 personel yang berasal dari matra TNI Angkatan Darat (AD), 4.589 personel dari TNI Angkatan Laut (AL), serta 2.569 personel dari TNI Angkatan Udara (AU).

“Semua hal tersebut juga mencakup awak helikopter TNI AD, awak kapal perang (KRI) dan awak pesawat,” kata Agus saat sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Senin (15/12/2025).

Selain itu, Agus juga mengirimkan tiga jenis batalyon di lapangan, yaitu tiga batalyon dari Zeni, satu batalyon dari Teritorial Pembangunan, dan satu batalyon kesehatan. Jenderal bintang empat tersebut menyebutkan terdapat 321 personel dalam batalyon kesehatan tersebut.

TNI AD Membangun Fasilitas MCK Darurat bagi Pengungsi di Tapanuli Selatan BNPB Mengatakan 147.217 Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang Sumatra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *