PR JABAR– Tuku kembali berkolaborasi dengan UNKL347 dalam rangka merayakan budaya dan ritme kehidupan sehari-hari yang membuat Bandung selalu terasa penuh semangat.
Melalui Toko Serba Tuku (Toserbaku) sebagai lini produk gaya hidup TUKU dan 347 Homebreaks sebagai lini dari UNKL347, kini tersedia karya yang dapat dinikmati oleh Tetangga (sebutan akrab bagi pelanggan setia Toko Kopi Tuku) serta masyarakat luas.
Hasil kerja sama Toserbaku dengan 347 Homebreaks ini diumumkan secara eksklusif di 996 Council, tempat yang lama menjadi pusat pertemuan komunitas. Koleksi yang dihasilkan dari kolaborasi ini lahir dari perjalanan bersama, kedekatan sehari-hari, serta semangat mandiri yang terus berkembang di jalanan kota ini.
Sejak berdiri pada tahun 1996, 347 Homebreaks yang merupakan bagian dari UNKL347 menjadi simbol penting dalam perkembangan street culture Bandung melalui gaya desain yang sederhana dan tulus, berkembang bersama komunitas serta irama kehidupan kota.
Menghidupkan budaya Bandung dari masa ke masa
Dari toko hingga ruang komunitas, 347 Homebreaks menciptakan lingkungan kreatif yang tetap mempertahankan semangat kebebasan sambil menyediakan ruang kolaborasi yang menghidupkan budaya Bandung dari masa ke masa.
“Bandung selalu memiliki cara unik untuk mengekspresikan diri melalui gaya yang santai namun penuh ciri khas. Kolaborasi dengan 347 Homebreaks terasa alami karena kami memiliki kesamaan pandangan bahwa desain yang menarik juga harus memiliki fungsi yang jelas dan nyaman digunakan,” ujar CXO TUKU, Vella Siahaya, saat peluncuran produk kolaborasi Toserbaku dan 347 Homebreaks, Selasa, 16 Desember 2025.
Ditambahkan Vella, melalui perjalanan panjang 347 Homebreaks dan figur Dendy Darman sebagai Co-Founder-nya, Toserbaku memperoleh banyak pembelajaran mengenai konsistensi, keberanian, serta bagaimana sebuah merek dapat tetap relevan tanpa kehilangan identitasnya.
“Pada akhirnya, kumpulan ini kami sajikan bagi Tetangga yang ingin bergerak dengan leluasa, tampil sesuai diri sendiri, dan tetap merasa dekat dengan kisah kota yang mereka sukai,” kata Vella.
Gaya yang kental dengan ciri khas Bandung
Koleksi terbaru ini menyajikan berbagai produk siap pakai seperti topi dari bahan nylon crinkle, tas jinjing, celana panjang dan pendek, jaket, serta kaus dengan desain grafis dan patch karet khas 347 Homebreaks.
Desain yang ringan dan bahan yang praktis membuatnya nyaman digunakan sepanjang hari, sementara elemen grafis memberikan nuansa gaya yang khas dengan ciri khas Kota Bandung.
Menggunakan palet warna earth-tone TUKU dan desain yang sederhana, koleksi ini menjadi teman yang alami dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dinamika. Bahkan, tas tote yang diciptakan memiliki ciri khas yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tas ini dilengkapi dengan ruang khusus untuk menyimpan raket padel.
Di lokasi yang sama, Dendy Darman sebagai Co-Founder 347 Homebreaks menyampaikan bahwa bagi dirinya, desain selalu menjadi cara untuk membawa keindahan dan fungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Kemitraan dengan Toserbaku tidak hanya terkait dengan barang, tetapi juga tentang memperluas ruang di mana komunitas dapat merasa terhubung dan mengekspresikan diri.
“Dengan kumpulan ini, kami berharap menunjukkan bahwa semangat kota Bandung yang mandiri dapat terus berkembang, sekaligus tetap berguna di berbagai kota,” ujar Dandy.
Jika saat ini koleksi yang tersedia hanya terbatas pada satu warna, Dandy rencananya akan memperluas lini produknya menjadi lebih beragam. Namun, warga yang dipilih tetap tidak jauh dari nuansa kopi, yang menjadi dasar bisnis TUKU.
Koleksi hasil kerja sama Toserbaku dengan 347 Homebreaks akan hadir secara terbatas di Toserbaku Cipete (Jakarta), Toserbaku Ambon (Bandung), Toserbaku Kotabaru (Yogyakarta), TUKU Renon (Bali), TUKU Kemang, TUKU Jatinegara, TUKU GBK, TUKU Cirendeu, TUKU bp Bintaro, TUKU bp Gubeng dan TUKU Puri Indah serta Tokopedia Toko Serba Tuku.***






