Jakarta tambah puluhan truk sampah baru di RDF Rorotan

Fasilitas pengolahan limbah menjadi Bahan Bakar Terbarukan (RDF) Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara membeli 51 unittruk sampah baru. Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem pemadat sampah yang lebih canggih dibanding sebelumnya untuk menghindari aroma sampah menyebar ke permukiman sekitar fasilitas RDF.

Fasilitas RDF RorotanPada awalnya, aktivitas tersebut sempat dihentikan akibat bau yang tercium dari truk sampah. Masalah ini kemudian dilaporkan oleh warga yang merasa terganggu.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jakarta kini mengganti truk lama dengan kendaraan baru untuk mengangkut sampah menuju Rorotan. “Kami memastikan seluruh armada memenuhi standar kualitas agar tidak menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto dalam pernyataannya pada Rabu, 17 Desember 2025.

Saat ini, RDF Plant Rorotan menerima tambahan 51 unit truk compactor dari pengadaan tahun anggaran 2025. Armada tersebut menambahkan 97 unit truk compactor yang telah dibeli pada Tahun Anggaran 2024 dan sudah beroperasi sebelumnya. Dengan demikian, jumlah total truk compactor yang disiapkan khusus untuk operasional RDF Rorotan mencapai 148 unit.

Asep menyebutkan bahwa truk yang beroperasi menuju RDF Rorotan adalah kendaraan terbaru dengan spesifikasi khusus. “Kami menyediakan armada ini agar mampu bekerja secara stabil dan konsisten dalam mendukung fasilitas RDF,” katanya.

Berdasarkan pendapat Asep, jenis kendaraan yang digunakan adalah truk compactor dengan tang terbuka. Sistem ini dirancang agar bau sampah tidak menyebar selama perjalanan serta mencegah sampah tercecer di sepanjang jalur pengangkutan.

Selain itu, kendaraan compactor dilengkapi dengan sistem pemadatan sampah sehingga kapasitas pengangkutan meningkat. Setiap kendaraan juga memiliki tangki penampung air limbah untuk menghindari kebocoran cairan sampah yang bisa mencemari jalan dan lingkungan sekitar.

Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo sebelumnya menghentikan uji coba RDF Rorotan pada November 2025. Pada masa itu, warga sekitar fasilitas tersebut mengeluhkan bau limbah yang sangat menyengat.

Pada saat itu, Pramono menyatakan bahwa penghentian uji coba bersifat sementara. “Saya telah meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk menghentikan sementara proses comissioning,” ujar Pramono di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Selasa, 4 November 2025.

Menurut Pramono, sumber bau di RDF Rorotan tidak berasal dari proses pengolahan sampah di fasilitas tersebut. Namun, kata dia, bau justru muncul dari truk sampah yang digunakan untuk mengantar sampah ke sana.

Pramono berujar kompaktor bak sampah di truk-truk tersebut tidak bisa ditutup rapat. “Yang menjadi masalah adalah ketika sampahnya kemudian dilakukan mobilisasi atau pengangkutan, truknya itu tidak compact, sehingga air lindinya tumpah. Inilah yang menyebabkan bau,” ucap politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Pramono meminta Dinas Lingkungan Hidup memakai truk dengan kompaktor model baru yang bisa ditutup rapat untuk RDF Rorotan. Uji coba baru akan berlanjut setelah truk itu tersedia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *