4 Aturan Investasi yang Tidak Pernah Dibantah Para Jutawan

Pernahkah kamu penasaran bagaimana para orang kaya mampu terus memperluas kekayaannya dari tahun ke tahun? Meskipun setiap investor memiliki jalur yang berbeda, sebagian besar individu yang sukses ternyata mengikuti prinsip investasi yang serupa.

Aturan-aturan ini membantu mereka dalam menjaga aset serta mengembangkannya secara bertahap. Selanjutnya, apa saja prinsip investasi tersebut, dan bagaimana menerapkannya dalam strategi keuangan pribadi?

Bacaan Lainnya

Dikutip dari GOBankingRates, pendiri Strategic Capital, Chris Hernandez, serta seorang Certified Financial Planner (CFP), manajer portofolio senior di Krilogy, dan penulis buku Time Ahead, Ryan Zabrowski, membagikan beberapa aturan investasi yang hampir tidak pernah dilanggar oleh klien-klien terkaya mereka.

1. Selalu menyediakan aset yang mudah dicairkan

Bagi seseorang yang memiliki kekayaan yang besar, menjaga kemampuan likuiditas menjadi salah satu prinsip utama dalam berinvestasi.

“Salah satu langkah awal yang sering dilakukan klien miliarder kami adalah mengajukan Pledged Asset Line of Credit dari rekening broker yang tidak memenuhi syarat,” kata Hernandez.

Sebagai contoh, seorang pemilik portofolio saham senilai 2,5 juta dolar AS dapat memperoleh pinjaman hingga sekitar 1,4 juta dolar AS. Menurutnya, orang kaya biasanya memiliki semangat wirausaha dan memerlukan dana tunai untuk mengambil kesempatan investasi di luar pasar saham. Daripada menjual aset dan membayar pajak atas keuntungan, mereka menggunakan fasilitas pinjaman ini.

“Mereka hanya membayar bunga dari dana yang dipinjam, sementara aset utama terus beroperasi dan berkembang,” kata Hernandez.

Bila investasi baru ini memberikan keuntungan, kredit akan dibayar lunas sehingga dana kembali bisa digunakan untuk kesempatan selanjutnya.

2. Menitikberatkan pada waktu di pasar, bukan mengira-ngira waktu

Pasaran saham selalu berubah secara dinamis, sehingga mencoba memprediksi waktu yang paling tepat sering kali mengarah pada kesalahan. Investor kaya lebih menitikberatkan pada strategi jangka panjang.

“Klien kami yang paling sukses yakin bahwa berada di pasar lebih penting daripada memprediksi waktu pasar,” kata Hernandez.

Mereka selalu melakukan investasi, terlepas dari kondisi pasar. Disiplin dan komitmen ini menjadi dasar keberhasilan mereka. Ketika kesempatan atau situasi darurat muncul tiba-tiba, mereka telah siap dan mampu bertindak proaktif, bukan hanya merespons secara pasif.

3. Memilih alat investasi yang aman dengan tingkat risiko rendah

Ryan Zabrowski menyampaikan bahwa keluarga-keluarga kaya di Amerika Serikat sering menggunakan pendekatan investasi yang lebih aman dan memiliki risiko rendah, seperti pengelolaan obligasi bertahap dan arbitrase.

“Strategi ini dipilih karena mampu menghasilkan laba yang konsisten dengan risiko yang sangat rendah,” kata Zabrowski.

Sayangnya, banyak investor ritel belum memahami hal tersebut, bahkan sebagian ahli keuangan enggan menggunakannya karena prosesnya cukup rumit dan memerlukan pengelolaan yang intensif.

4. Tetap mematuhi strategi yang telah terbukti berhasil

Selain alat investasi berisiko rendah, banyak orang kaya juga mempercayai bentuk investasi yang telah terbukti menguntungkan dalam jangka panjang, salah satunya adalah properti.

“Real estat berkontribusi sekitar 17% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat,” kata Zabrowski.

Meskipun tidak sepenuhnya aman seperti obligasi atau arbitrase, sektor ini telah menghasilkan banyak kekayaan yang besar. Menurutnya, investasi properti menawarkan berbagai keuntungan, mulai dari pendapatan pasif, manfaat pajak, penggunaan leverage, peningkatan nilai, hingga aliran kas.

Meskipun demikian, ia menekankan bahwa investor yang bijak tidak hanya berharap pada kenaikan harga. Properti dipilih setelah melalui perhitungan matang yang menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh lebih besar daripada biaya kepemilikan.

Prinsip investasi yang digunakan oleh para orang kaya menunjukkan bahwa membangun kekayaan bukanlah tentang mencari keuntungan instan, melainkan berkaitan dengan disiplin, perencanaan yang matang, dan konsistensi dalam jangka panjang. Dengan menjaga likuiditas, berinvestasi secara teratur, memilih instrumen yang memiliki risiko yang dapat diukur, serta fokus pada aset yang telah terbukti memberikan hasil, siapa saja bisa mulai merancang strategi keuangan yang lebih baik dan berkelanjutan untuk masa depan.

5 Wanita Terkaya di Indonesia, Berasal dari Bidang Teknologi dan Investasi 4 Kesalahan yang Perlu Dijauhi Agar Investasi Tetap Berkualitas 4 Tanda Kamu Siap Menambah Investasi Emas di Portofolio

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *