Pengabdian Masyarakat Tingkatkan Daya Saing UMKM Mantan Pekerja Migran di Indramayu

– Kelompok Dosen Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan sosial ekonomi, khususnya meningkatkan kompetensi UMKM yang dijalankan oleh mantan pekerja migran di Kabupaten Indramayu.

Bacaan Lainnya

Tim pengabdian ini terdiri dari Yaqutina Marjani, Nur Budi, dan Alifia Puspaningrum. 

Melalui kegiatan ini, para Dosen Polindra berupaya mendukung program Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2025, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu dosen Polindra, Yaqutina Marjani menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi para mantan pekerja migran.

“Pengabdian kepada masyarakat ini kami susun agar memberikan dampak yang jelas. Kami berharap pelaku UMKM yang dibina dari mantan pekerja migran memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini,” kata Yaqutina, Selasa (16/12/2025).

Salah satu fokus kegiatan adalah UMKM yang didampingi oleh Migrant CARE Indramayu, organisasi masyarakat sipil yang aktif memberikan bimbingan kepada pekerja migran hingga tingkat desa.

Berdasarkan wawancara dengan staf Migrant CARE Indramayu, diketahui bahwa desain kemasan produk masih menjadi tantangan utama. Hal ini menyebabkan nilai jual produk cenderung rendah di tengah persaingan pasar yang semakin sengit.

Dosen lainnya, Nur Budi menilai, kemasan memiliki peran penting dalam membangun persepsi konsumen.

“Produk UMKM sebenarnya sudah bagus, tetapi belum didukung kemasan yang menarik. Padahal, kemasan adalah kesan pertama yang dilihat konsumen dan sangat menentukan keputusan membeli,” kata Nur Budi.

Menjawab tantangan tersebut, Dosen Polindra memberikan solusi melalui pelatihan desain kemasan dan strategi promosi berbasis digital. Media sosial dipilih karena dinilai lebih efektif dan terjangkau bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, Alifia Puspaningrum menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada praktik langsung agar peserta mudah memahami materi.

“Kami menggunakan pendekatan workshop berbasis praktik. Peserta langsung mencoba mendesain kemasan produk mereka sendiri dengan aplikasi yang sederhana dan mudah dioperasikan,” ujar Alifia.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi dasar desain kemasan, mulai dari pemilihan warna, tipografi, tata letak, hingga penguatan identitas merek sebagai bagian dari strategi branding.

“Dengan kemasan yang lebih menarik dan promosi yang tepat sasaran, UMKM binaan Migrant CARE Indramayu diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk, serta menumbuhkan kepercayaan konsumen,” kata dia.

Kegiatan pengabdian dosen ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan mantan pekerja migran dan masyarakat sekitar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *