Akses jalan Tarutung-Batas Taput/Tapteng tembus 42 km

JAKARTA, – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan jalan nasional Tarutung-Batas Tapanuli Utara (Taput)/Tapanuli Tengah (Tapteng) telah selesai sepanjang 42 kilometer.

Di jalan nasional Tarutung–Sibolga, pengerjaan tanah longsor dilakukan secara rutin oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, serta beberapa perusahaan BUMN Karya dan TNI.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 14 unit alat berat jenis ekskavator, 1 unit dozer, 2 unit backhoe loader dan 3 unit alat pengangkut roda dikerahkan guna mempercepat pembersihan material tanah longsor serta perbaikan permukaan jalan.

Sampai saat ini, di jalan Tarutung-Sibolga yang panjangnya 59 kilometer, penanganan di 131 titik longsor telah selesai, dan jalur Tarutung–Batas Taput/Tapteng yang sepanjang 42 kilometer kini dapat dilalui kendaraan bermotor empat roda.

Sementara 17 kilometer lainnya masih dalam proses penanganan tujuh titik longsor/jalan amblas secara bertahap dari arah Tarutung maupun dari arah Sibolga.

Menteri PUPR Dody Hanggodo menekankan bahwa pemulihan koneksi menjadi fokus utama setelah bencana terjadi di wilayah Sumatera, khususnya di Sibolga.

“Kementerian PU terus berupaya agar akses ini segera kembali berfungsi. Jalan dan jembatan merupakan jalur vital bagi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Dody dalam rilis yang diterbitkan pada Selasa (16/12/2025).

Penanganan Sungai Aek Doras

Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan juga melakukan tindakan darurat terhadap Sungai Aek Doras di Kota Sibolga guna mengurangi potensi banjir berikutnya.

Pekerjaan ini dilakukan dengan bantuan alat berat dan material banjir, antara lain 1 unit ekskavator lengan panjang, 1 unit ekskavator standar, serta beberapa unit truk pengangkut.

Dukungan juga datang dari BUMN Karya PT Nindya Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, serta Dinas PU Kota Sibolga.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Dari segi dukungan logistik dan fasilitas darurat, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara telah mengirimkan total 13 unit Hidran Umum (HU), 1 mobil tangki air, 1 biofilter, serta 2 toilet portabel guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dan petugas di lapangan. 2. Dalam hal pendukung logistik dan fasilitas darurat, Kementerian PU melalui BPBPK Sumatera Utara telah menyalurkan 13 unit HU, 1 mobil tangki air, 1 unit biofilter, dan 2 toilet portabel untuk membantu kebutuhan pokok warga terdampak serta petugas lapangan. 3. Di sisi dukungan logistik dan fasilitas darurat, Kementerian PU melalui BPBPK Sumatera Utara telah mengirimkan 13 unit Hidran Umum (HU), 1 mobil pengangkut air, 1 unit biofilter, dan 2 toilet portabel sebagai bentuk bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak dan petugas di lapangan. 4. Dari segi logistik dan fasilitas darurat, Kementerian PU melalui BPBPK Sumatera Utara telah mengirimkan 13 unit HU, 1 mobil tangki air, 1 unit biofilter, serta 2 toilet portabel untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan petugas lapangan. 5. Dalam rangka mendukung logistik dan fasilitas darurat, Kementerian PU melalui BPBPK Sumatera Utara telah menyerahkan 13 unit Hidran Umum (HU), 1 mobil tangki air, 1 unit biofilter, dan 2 toilet portabel sebagai alat bantu bagi masyarakat yang terkena dampak dan petugas di lapangan.

“Kementerian PU tetap berkomitmen hadir di tengah masyarakat yang terkena dampak bencana dengan memastikan jalan nasional segera pulih, pengelolaan sungai berjalan secara optimal, serta memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar guna mempercepat pemulihan aktivitas warga dan perekonomian daerah. Untuk mempercepat pergerakan, alat berat dialokasikan ke beberapa sektor penanganan,” ujar Dody.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *