Renungan Katolik Hari Ini: “Sejarah Panjang”
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus, hari ini kita memasuki Pekan Khusus Adven. Pekan ini merupakan masa persiapan untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat dunia. Bacaan-bacaan Kitab Suci dipilih khusus untuk membimbing umat Allah mengarahkan hati dan pikiran mereka ke peristiwa penting yaitu kelahiran Yesus Kristus.
Kelahiran Yesus Kristus terjadi dalam sejarah umat manusia, yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang dan melibatkan banyak tokoh leluhur nenek moyang orang tua tertentu. Hal ini dirangkum dalam “silsilah Yesus Kristus” sebagaimana ditulis oleh penginjil Matius dan disajikan dalam bacaan Injil hari ini. Dalam silsilah tersebut, Yesus ditempatkan dalam tradisi Yahudi sebagai anak Abraham dan Daud, serta kelanjutan dari garis keturunan Daud sesudah pembuangan tahun 587 SM.
Pada saat Malaikat Gabriel diutus Allah untuk menyampaikan kabar gembira kepada Maria, malaikat itu menjelaskan tentang Yesus, bahwa Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya. Bahkan sebelum Yesus dikandung, telah dikatakan oleh Malaikat Gabriel bahwa Yesus akan menjadi Raja dan akan diurapi oleh Roh Kudus sendiri.
Rasul Paulus mencatat hal ini, bahwa kewargaan kita adalah di dalam surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang fana ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.
Sebelum Yesus yang disebut Kristus dikandung dan dilahirkan oleh Perawan Maria, telah terbentang sejarah panjang, yang disimpulkan oleh Matius demikian: “Jadi, seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.”
Kesimpulan Matius menegaskan bahwa “dari Abraham … sampai Kristus” menunjukkan durasi waktu yang panjang dan lama, bagaimana Allah mempersiapkan umat-Nya untuk mengalami sejarah keselamatan-Nya, yang terpenuhi dalam Diri Yesus Putra-Nya. Dia adalah Allah yang menyejarah. Dia adalah Allah yang menjadi manusia dan manusia yang sungguh-sungguh Tuhan dan Allah.
Pada nama-nama yang disebutkan dalam silsilah Yesus Kristus, tidak semua adalah orang hebat, suci, saleh dan benar. Ada dari antara mereka adalah orang-orang berdosa, meskipun pada akhirnya Yesus dilahirkan dari Santa Perawan Maria Yang Tak Bernoda, bahkan sejak awal hidupnya ia telah dibebaskan dari noda dosa. Hal ini berarti bahwa semua orang, juga yang berdosa, masuk dalam sejarah keselamatan dan diundang untuk mengalami keselamatan yang dari Allah.
Kita tidak termasuk dalam garis keturunan menurut daging, “dari Abraham … sampai Kristus”, dan karena itu tidak masuk dalam kesatuan darah dan daging para leluhur. Namun demikian, berkat iman akan Yesus yang disebut Kristus itu, Yesus memberikan kemungkinan lain. Yakni, dengan memberikan darah dan daging-Nya sendiri kepada kita yang percaya kepada-Nya sehingga kita menjadi satu dengan Dia, menjadi sedarah dan sedaging dengan-Nya.
Dengan demikian, saudara-saudari, berkat iman akan Yesus dan hidup sakramental, melalui Ekaristi, kita telah masuk dalam sejarah panjang Allah menyelamatkan kita, umat-Nya, dalam dan karena Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Mari kita hayati perjalanan iman kita dalam sejarah panjang, yang berujung pada “hidup yang kekal”.
Doa
Ya Tuhan, siapkanlah hati kami agar kami dengan penuh sukacita merayakan natal. Bantulah kami agar kami mampu secara batin mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Berkatilah usaha pertobatan kami agar kami mampu menjaganya dalam seluruh hidup kami. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu Pekan III Advent. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus….Amin.







