Renungan Katolik Hari Ini: Saatnya Bertobat dari Dosa

Ringkasan Berita:

  • Topik renungan Katolik hari ini “Saat kita kembali dari dosa”.
  • Renungan Katolik hari ini terdapat di bagian akhir artikel ini.
  • Renungan Katolik hari ini pada Hari Rabu Abu, Pantang dan Puasa, Santo Flavianus, Uskup serta Martir, dengan warna liturgi ungu.

Oleh: Pastor John Lewar SVD

Bacaan Lainnya

, MAUMERE –Mari kita ikuti renungan Katolik hari ini, Rabu 18 Februari 2026.

Topik renungan Katolik hari ini “Saat kita kembali dari dosa”.

Renungan Katolik hari ini terdapat di bagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik hari ini pada Hari Rabu Abu, Puasa dan Pantang, Santo Flavianus, Uskup serta Martir, dengan warna liturgi ungu.

Berikut adalah bacaan liturgi Katolik untuk hari Rabu, 18 Februari 2026:

Bacaan Pertama Yoel 2:12-18

Segera kembalilah kepada-Ku dengan seluruh hatimu, dengan berpuasa, menangis, dan meratap.

“Sekarang,” demikianlah firman Tuhan, “kembalilah kepada-Ku dengan segenap hati, dengan berpuasa, dengan menangis dan meratap.” Pecahkanlah hatimu, bukan pakaianmu, kembalilah kepada Tuhan, Allahmu, karena Ia penuh belas kasihan dan kasih sayang, sabar dalam banyak hal, serta penuh kesetiaan, dan Ia menyesal atas hukuman-Nya.

Siapa tahu, mungkin Dia ingin kembali dan menyesali diri, lalu meninggalkan persembahan sebagai kurban sajian dan kurban minyak bagi Tuhan, Allahmu.

Tiupkan trompet di Sion, adakanlah puasa yang suci, umumkanlah perjamuan besar; kumpulkanlah penduduk negeri ini, sucikanlah jemaat, kumpulkanlah orang-orang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan bayi-bayi yang masih menyusu; biarkan pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari tempat tidurnya.

Para imam dan pelayan Tuhan menangis di depan pelataran mezbah, lalu berkata, “Hendaklah Engkau kasihani umat-Mu dan jangan biarkan milik-Mu sendiri menjadi sumber ejekan, sehingga bangsa-bangsa mengolok-olok mereka.” Buku Injil Matius

Mengapa manusia berkata di antara suku-suku bangsa: “Di manakah Allah mereka?” Maka Tuhan merasa iri karena tanah-Nya dan menunjukkan kasih kepada umat-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 51:3-6a.12-14-17

Merujuk pada permintaan, mohon kasihani kami, ya Allah, karena kami adalah orang berdosa. Katedral Katolik terdekat

Atau mohon ampun, kami orang berdosa.

Atau kasihanilah, ya Tuhan, Engkau yang penuh pengampunan dan belas kasih, serta kasih-Mu tak terbatas.

Sayangilah aku, ya Tuhan, berdasarkan kasih setia-Mu dan kelimpahan belas-Mu, hapuskanlah kesalahan-kesalahanku. Bersihkanlah aku sepenuhnya dari kesalahan-kesalahanku dan jadikanlah aku bersih dari dosa-dosaku!

Karena aku menyadari pelanggaranku, dosaku selalu terasa di depanku. Terhadap-Mu sendirilah aku berdosa, yang jahat menurut pandangan-Mu kuperbuat.

Bukalah hati yang bersih di dalam diriku, ya Tuhan, dan perbarui semangat yang kuat di dalam jiwaku. Janganlah mengusirku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil Roh-Ku yang suci dariku!

Berikanlah kegembiraan kepada aku karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah jiwa yang bersedia di dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah mulutku agar lidahku menyampaikan pujian kepada-Mu!

Bacaan Kedua 2 Korintus 5:20-6:2

Berikanlah dirimu tenang dalam kehadiran Allah, sesungguhnya hari ini adalah hari keselamatan.

Kakak-adik, kami adalah utusan-utusan Yesus; seolah-olah Tuhan memberi nasihat kepada kamu melalui kami. Dengan nama Yesus, kami memohon kepadamu: Berilah dirimu kembali kepada Allah.

Yesus yang tidak pernah berdosa telah dijadikan-Nya sebagai dosa bagi kita, agar melalui Dia kita diperhitungkan benar di hadapan Allah. Karena itu, saudara-saudara sekerja, kami memberi nasihat kepada kamu agar jangan menghabiskan secara sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima.

Karena Allah berfirman, “Pada saat Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan membantu engkau.” Ingatlah, saat ini adalah masa kemurahan; hari ini adalah hari keselamatan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Ayat Pembuka Injil Mzm 965

Terpujilah Yesus Kristus, Tuhan yang mulia dan abadi.

Pada hari ini, jika kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bersikap keras hati.

Bacaan Injil Matius 6:1-6.16-18

Orang tujamu yang melihat hal yang tersembunyi akan memberimu balasan.

Di atas bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Waspadalah, jangan sampai menjalankan perbuatan ibadahmu di depan orang agar mereka melihatnya. Karena jika begitu, kamu tidak akan mendapatkan balasan dari Bapa yang ada di surga.”

Maka, jika kau memberikan sedekah, janganlah mengumumkannya, seperti yang dilakukan orang-orang yang tidak jujur di tempat-tempat ibadah dan di jalanan agar di puji oleh orang lain.

Aku berkata kepada kalian: Hendaklah sedekah yang kalian berikan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Maka Bapamu yang melihat hal-hal yang tersembunyi akan memberi balasan kepadamu. Dan ketika kalian berdoa, janganlah berdoa seperti orang-orang yang tidak jujur.

Mereka senang berdoa sambil berdiri di tempat-tempat ibadah dan di tikungan jalan raya agar orang-orang melihat mereka. Aku berkata kepadamu, “Mereka telah menerima imbalannya.”

Namun, jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutup pintunya, dan berdoalah kepada Allah yang ada di tempat tersembunyi. Maka Allah yang melihat hal-hal yang tersembunyi akan memberimu balasan. Buku Renungan Tuhan

Dan jika kamu berpuasa, janganlah membuat wajahmu sedih seperti orang-orang yang tidak jujur. Mereka mengubah ekspresi wajahnya agar orang lain melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka telah menerima balasannya.’

Namun jika engkau berpuasa, oleskan minyak ke kepalamu dan basuh wajahmu agar tidak terlihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, tetapi hanya oleh Bapamu yang berada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat hal yang tersembunyi akan memberimu balasan.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Waktu kita kembali dari dosa

Rabu Abu adalah hari pertama masa Pra-Paskah, yang menandai kita

memasuki masa penyesalan selama 40 hari. Hari ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi

pengingat tentang ketidakkekalan manusia serta kesempatan untuk kembali lagi

mendekatkan diri kepada Tuhan. Setiap tahun, kami umat Katolik di

seluruh dunia mengikuti perayaan hari Rabu Abu, di sini kita menerima tanda salib dari

abu. Ketika mengoleskan abu, imam atau anggota jemaat berkata:

“Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” “Ingatlah bahwa engkau

berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu.” Tanda ini menjadi

pengingat bagi umat untuk memikirkan makna kehidupan serta

berkomitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Abu dalam ajaran Katolik menggambarkan sifat sementara manusia. Hal ini terlihat dalam

Buku Kejadian yang menyatakan: “Karena engkau debu dan akan kembali”

menjadi debu.” (Kejadian 3:19). Abu juga menggambarkan ketidakmampuan

dan dosa manusia. Menariknya, abu yang digunakan pada Hari Rabu

Abu bukanlah abu biasa. Abunya berasal dari pembakaran daun pohon palma.

yang telah dikaruniai pada Minggu Palma tahun sebelumnya. Ini

menunjukkan hubungan antara kemenangan Yesus ketika memasuki

Yerusalem (Minggu Palma) melalui pengorbanan-Nya di kayu salib

(Paskah).  

Dengan perantara Yoel, Tuhan mengajak kita untuk bertobat dan kembali kepada-Nya

kepada-Nya dengan sepenuh hati dan juga untuk menyelenggarakan hari

pertobatan besar. Firman Tuhan: “Sekarang kembalilah kepadaKu

dengan seluruh hatimu dengan berpuasa, dengan menangis dan

mengeluh. Hancurkan hatimu dan jangan pakaianmu, kembalilah

kepada Tuhan, Allahmu, karena Dia penuh kasih dan belas kasihan, sabar

bersabar dan penuh kasih setia.” Pertobatan yang benar adalah

pertobatan jiwa bukan sekadar hal-hal yang terlihat. Jiwa yang hancur dan merendah

sebagai bukti seseorang benar-benar menyesali kesalahannya di hadapan

Tuhan. 

Tuhan memiliki kekuatan untuk mengampuni kesalahan manusia. Ia membuka

tangannya untuk menyambut setiap orang yang bertobat. Paulus

dengan mengingatkan penduduk Korintus agar bertobat

seruan: “Berikan dirimu kepada Allah untuk di damaiakan.” Dalam persembahan kurban

Yesus, kami orang berdosa diperbaiki oleh Tuhan. Oleh karena itu Paulus

memberi nasihat agar tidak menyia-nyiakan nikmat Allah yang telah

diterima. Pengampunan Tuhan terlihat dalam Firman-Nya: “Pada saat

Aku setuju, Aku akan mendengarkan kamu, dan pada saat hari Aku

menyelamatkan, Aku membantumu. Ini adalah saat yang penuh kasih karunia,

hari ini adalah hari keselamatan itu.

Bagaimana cara menunjukkan pertobatan hati di hadapan Tuhan? Yesus

memberikan tiga kewajiban utama yang sebaiknya dilakukan oleh setiap orang

orang. Tiga kewajiban utama yang dimaksud adalah: Pertama, Doa –

Meningkatkan jumlah doa pribadi dan doa kelompok agar lebih dekat kepada Tuhan

kepada Tuhan. Kita perlu belajar dan sering berdoa agar Tuhan

dapat mengampuni dosa-dosa kita. 

Kedua, Puasa dan Larangan – Mengendalikan diri terhadap makanan atau kebiasaan

pasti sebagai bentuk pengorbanan. Dalam kaitannya dengan makanan

dan makanan kita kenyang sekali pada hari Rabu Abu

dan Jumat Agung. Selain berpuasa, kita juga melakukan pantang. Pantang

garam, rokok, kebiasaan buruk dalam pikiran,

ucapan, tindakan, dan kelalaian. Salah satu larangan yang kita

melakukan adalah tidak membeli makanan. Uang jajan itulah yang nanti dimasukkan ke dalam

di dalam amplop yang didistribusikan oleh Paroki. Ketiga, Kasih Sayang – Berbagi

dengan sesama, khususnya yang memerlukan. Dalam SVD, kami

memangkas porsi makan dan minum kami dalam komunitas serta uangnya

digunakan untuk membantu mereka yang menghadapi kesulitan.

Dengan menerima abu, umat Katolik diingatkan bahwa kehidupan di dunia ini

bersifat sementara, namun kasih dan pengampunan Tuhan bersifat abadi.

Oleh karena itu, Masa Prapaskah merupakan kesempatan untuk memperbaiki

diri, melakukan lebih banyak hal baik, dan semakin mendekatkan diri

kepada Tuhan.  

DOA: 

Tuhan Yang Maha Pengasih, hatiMu tergerak ketika kami

merendahkan diri dan bertaubat. Berikanlah berkahMu kepada kami

yang ditandai dengan abu ini. semoga puasa dan pantang yang kami

lakukan, bersihkan hati kami, agar kami diberi kesempatan untuk ikut serta

merayakan Paskah Kristus, Tuhan dan Perantara kami sepanjang waktu

masa…Amin. 

Sahabatku yang sangat kusayangi. Selamat menyambut Abu, Memasuki Masa

Pra-Paskah. Salam doa dan berkahku untukmu serta keluargamu di mana pun kau berada.

ada: Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus…Amin. (Sumber dari katolik.com/kgg).

Berita Lainnya di Berita Google

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *