Apa Dampak Tidur dengan Rambut Basah?

– Beberapa orang mandi di malam hari agar rambut tetap lembut dan harum saat pagi tiba, sehingga mereka hanya perlu sedikit mengatur rambut sebelum memulai aktivitas harian.

Meskipun demikian, tidak semua orang memiliki waktu untuk mengeringkan rambut sebelum tidur karena merasa mengantuk. Akibatnya, mereka tertidur dengan rambut yang masih basah.

Ini bukan kebiasaan yang baik, karena meninggalkan rambut basah saat tidur dapat berisiko menyebabkan kerusakan, rambut kriting, hingga kemungkinan infeksi jamur pada kulit kepala.

Ketahui apa saja bahaya yang tersembunyi di balik kebiasaan itu.

Rambut lebih mudah rusak ketika basah

Ahli rambut dan kulit kepala, yang dikenal sebagai trichologist, Kevin Mancuso menyatakan bahwa rambut memang lebih rentan terhadap kerusakan ketika dalam keadaan basah. Saat mencuci rambut, helaiannya menyerap air sehingga kutikula akan terbuka.

Mancuso, yang juga merupakan seorang ahli kecantikan rambut, melanjutkan bahwa kondisi ini tidak berbahaya, namun menyebabkan rambut lebih mudah rusak dan kusut.

“Secara ilmiah, rambut terdiri dari protein. Sebagian besar kegiatan yang melibatkan rambut, termasuk tidur dengan rambut basah, bisa menyebabkan kehilangan sebagian protein pelindung tersebut,” kata Mancuso, dikutip dariUSA Today, Minggu (18/1/2026).

Itulah mengapa merawat rambut dengan sebaik mungkin selama tahap pengeringan sangat penting.

Berdasarkan pendapat Mancuso, terdapat beberapa jenis rambut yang lebih rentan mengalami kerusakan, seperti rambut yang setiap helainya halus (fine hair), rambut yang cenderung kriting dan tidak merata teksturnya, serta rambut yang sudah melalui proses bleaching atau pencelupan.

Apakah aman untuk tidur dengan rambut yang masih basah?

Tidur dengan rambut basah terkadang mungkin tidak menyebabkan masalah serius, namun kebiasaan ini sebaiknya dihindari.

“Secara kebersihan, menurut saya ini bukan saran yang baik bagi siapa pun. Saya benar-benar tidak menyarankan orang dengan rambut yang rapuh atau rusak untuk tidur dengan rambut basah atau lembap,” ujar Mancuso.

Selain berpotensi memperburuk kerusakan rambut, kebiasaan ini juga menaikkan kemungkinan terkena infeksi jamur di kulit kepala.

Jamur tumbuh di lingkungan yang lembap dan hangat. Jika seseorang sering berbaring di bantal dengan rambut basah, keadaan ini bisa menjadi tempat yang sempurna untuk perkembangan jamur.

Bagi individu yang mengalami masalah kulit kepala tertentu, seperti dermatitis seboroik atau ketombe, tidur dengan rambut basah menjadi hal yang perlu diperhatikan secara serius karena dapat memperparah kondisi tersebut.

Oleh karena itu, Mancuso menyarankan penggunaan sampo khusus seperti Nizoral atau, secara umum, sampo yang mengandung zink tinggi sebagai bagian dari rutinitas perawatan rambut.

Cara merawat rambut agar tetap kuat dan sehat

Serat rambut memiliki kekuatan yang tinggi. Namun, ketika mengalami kerusakan, kondisinya berubah. Itulah sebabnya rambut perlu dilindungi dari kerusakan yang lebih parah.

Untuk mempertahankan kekuatan dan kesehatan rambut serta melindungi protein yang terkandung di dalamnya, Mancuso menekankan pentingnya menjaga kebersihan kulit kepala dan kelembapan rambut yang optimal.

Jika keramas di malam hari, pastikan rambut dalam keadaan sekering mungkin, lalu gunakan pelindung panas dan keringkan kulit kepala menggunakan alat pengering dengan suhu rendah.

Saat beristirahat, ia menyarankan untuk mengikat rambut dengan longgar agar mengurangi gesekan. Menggunakan bantal dari bahan sutra juga bisa membantu mengurangi gesekan, sehingga rambut tetap lebih aman sepanjang malam.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *