Isi Artikel
Islam sebagai agama yang memiliki ajaran yang jelas dan terstruktur, tidak hanya mengandalkan kitab suci Al-Qur’an saja, tetapi juga mengacu pada hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam berbagai riwayat hadis, Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan atau firqah. Dari jumlah tersebut, hanya satu golongan yang akan selamat, yaitu golongan Ahlussunnah wal Jama’ah.
Hadis Tentang 73 Golongan dalam Islam
Dalam beberapa kitab hadis seperti Sunan Turmudzi, Sunan Abu Dawud, dan Sunan Ibn Majah, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
“Orang-orang Yahudi bergolong-golong terpecah menjadi 71 atau 72 golongan, orang Nasrani bergolong-golong menjadi 71 atau 72 golongan, dan umatku (kaum muslimin) akan bergolong-golong menjadi 73 golongan. Yang selamat dari padanya satu golongan dan yang lain celaka.”
Kemudian ditanyakan, “Siapakah yang selamat itu?”
Rasulullah SAW menjawab, “Merekalah Ahlusunnah wal Jama’ah.”
Dan kemudian ditanyakan lagi, “Apakah Ahlusunnah wal jama’ah itu?”
Nabi Muhammad menjawab, “Apa yang aku berada di atasnya, hari ini, dan beserta para sahabatku (diajarkan oleh Rasulullah saw dan diamalkan beserta para sahabat).”
Hadis ini menjadi dasar bagi banyak ulama untuk memahami bahwa keberagaman aliran dalam Islam adalah bagian dari prediksi Nabi Muhammad SAW. Namun, tidak semua ulama menyetujui hadis ini secara penuh. Beberapa dari mereka memandang hadis ini sebagai hadis dhaif (lemah), sementara yang lain melihatnya sebagai dasar kuat untuk membedakan antara aliran yang benar dan yang sesat.
Perkembangan Aliran dalam Islam
Aliran-aliran dalam Islam tidak hanya muncul dari interpretasi hadis, tetapi juga dari perbedaan pendapat para ulama dalam memahami ajaran Islam. Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan dalam pemahaman terhadap hukum-hukum agama, baik dalam hal ushul (prinsip) maupun furu’ (cabang).
Seiring waktu, muncul berbagai mazhab dalam Islam, yang menjadi pedoman bagi umat dalam menjalankan ajaran agama. Berikut adalah empat mazhab utama dalam Islam Sunni:
-
Mazhab Hanafi
Didirikan oleh Imam Abu Hanifah. Mazhab ini paling dominan di Asia Selatan dan Timur Tengah. -
Mazhab Syafi’i
Diakui sebagai mazhab resmi di Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Didirikan oleh Imam Syafi’i. -
Mazhab Maliki
Terkenal di Afrika Barat dan Utara. Didirikan oleh Imam Malik. -
Mazhab Hambali
Paling ketat dalam penerapan hukum. Didirikan oleh Imam Ahmad bin Hambal dan digunakan di Arab Saudi.
Aliran-Aliran dalam Islam Selain Mazhab
Selain mazhab-mazhab yang sudah disebutkan, terdapat pula aliran-aliran lain dalam Islam, seperti:
- Ahmadiyah: Sebuah aliran yang muncul di akhir abad ke-19, dipelopori oleh Mirza Ghulam Ahmad. Aliran ini dinilai tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya oleh sebagian besar ulama.
- Syi’ah: Salah satu aliran utama dalam Islam, yang mempercayai bahwa kepemimpinan agama harus berada di tangan keturunan Nabi Muhammad SAW, khususnya Ali bin Abi Thalib dan keturunannya.
- Khawarij: Aliran yang muncul pada masa awal Islam, dikenal dengan sikap ekstrem dan penolakan terhadap otoritas pemerintahan.
Setiap aliran memiliki pandangan sendiri tentang ajaran Islam, dan tidak semua aliran dianggap sah oleh para ulama. Namun, semua aliran ini merupakan bagian dari keragaman dalam Islam yang telah diprediksi oleh Nabi Muhammad SAW.
Kesimpulan
Dari sekian banyak aliran dalam Islam, hanya satu golongan yang dijamin selamat, yaitu Ahlussunnah wal Jama’ah. Aliran-aliran lain bisa saja muncul, tetapi tidak semuanya sesuai dengan ajaran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk tetap berpegang teguh pada ajaran Nabi dan para sahabatnya, serta memilih mazhab yang paling dekat dengan sunnah.




