Timnas U-22 Indonesia Gagal ke Semifinal SEA Games 2025, Arya Sinulingga Bukan Paham

https://mediahariini.com– Timnas U-22 Indonesia tidak berhasil melaju ke babak semifinal SEA Games 2025, menjadi salah satu dari empat juara bertahan terburuk dalam sejarah cabang olahraga sepak bola putra.

Timnas Indonesia tidak berhasil melaju ke babak semifinal SEA Games 2025 meskipun berhasil mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1 dalam pertandingan terakhir Grup C di Chiangmai, Jumat (12/12/2025).

Bacaan Lainnya

Tim Merah Putih gagal memperoleh tiket ke babak semifinal melalui jalur peringkat kedua terbaik karena kalah agregat gol dengan Malaysia.

Tim yang dilatih oleh Indra Sjafri dan Harimau Malaya sama-sama memiliki selisih gol +1, tetapi Malaysia mencetak 4 gol sementara Indonesia hanya mencegah 3 gol.

Timnas U-22 Indonesia dinilai gagal mencapai target yang diberikan kepada mereka, yaitu meraih medali perak atau melaju ke babak final.

Kegagalan ini pasti mengecewakan seluruh penggemar sepak bola di negeri ini.

Beberapa keluhan kemudian ditujukan kepada Arya Sinulingga yang merupakan anggota Exco PSSI.

Arya Sinulingga sering kali menyampaikan pendapat mengenai Tim Nasional Indonesia melalui akun media sosialnya.

Namun, pria berusia 54 tahun tersebut justru memutuskan untuk tidak berkomentar mengenai kegagalan Timnas U-22 Indonesia dalam SEA Games 2025.

Arya meminta para netizen untuk mengajukan pertanyaan kepada pihak lain yang dianggap lebih paham.

“Maaf, urusan Timnas sepakbola putra untuk SEA Games saya tidak paham (Silakan tanya orang yang lebih tahu),” tulis Arya Sinulingga dikutip BolaSport.com dari akun pribadinya di Instagram.

Sebagai tim yang menjadi juara sebelumnya, target minimal untuk mencapai babak final sebenarnya sudah cukup memadai bagi Indonesia.

Karena sepanjang sejarah sepak bola dalam ajang SEA Games, tim yang menjadi juara sebelumnya biasanya selalu mampu melaju ke babak semifinal.

Sejak tahun 1977, Malaysia (2 kali), Thailand (11 kali), dan Vietnam (1 kali) pernah berhasil mempertahankan gelar sebagai pemenang medali emas.

Sebelum tahun 2025, Timnas Indonesia pernah dua kali tampil dengan status sebagai juara bertahan.

Pada dua kesempatan tersebut, Tim Garuda tidak seburuk tim saat ini yang masih mampu melaju ke babak semifinal.

Pada Pekan Olahraga Asia Tenggara 1987, Indonesia memperoleh medali emas, dan dua tahun berikutnya, tim yang terdiri dari Ricky Yacobi, Mustaqim, serta I Made Pasek Wijaya berhasil meraih medali perunggu.

Di edisi tahun 1993, Indonesia kembali menjadi juara yang telah memenangkan medali emas pada tahun 1991.

Pada turnamen tahun 1993, tim yang terdiri dari Bambang Nurdiansyah, Robby Darwis, dan Sudirman masih mampu sampai ke babak semifinal meskipun akhirnya hanya menempati posisi keempat.

Fakta menunjukkan bahwa dalam sejarah sepak bola putra SEA Games yang telah menyelenggarakan 24 edisi sebelum tahun 2025, hanya terjadi tiga kali tim juara bertahan tidak mampu melaju dari babak grup.

Malaysia mengalami hal tersebut pada tahun 1991 setelah memperoleh medali emas pada 1989.

Pada masa itu, Malaysia tidak berhasil melaju ke babak semifinal setelah hanya menempati posisi ketiga di grup.

Thailand pernah tampil memprihatinkan sebagai juara yang telah menjuarai pada tahun 2009 dan 2019.

Pada dua kesempatan tersebut, Tim Gajah Perang hanya menduduki peringkat ketiga grup sehingga gagal melaju ke babak semifinal.

Sekarang Timnas U-22 Indonesia mengikuti jejak tiga juara bertahan yang paling buruk dalam sejarah sepak bola SEA Games.

Kalah 0-1 dari Filipina dalam pertandingan pertama di SEA Games 2025, Indonesia kini harus mengandalkan hasil tim lain agar masih memiliki kesempatan melaju ke babak semifinal.

Setelah “dibantu” Vietnam yang mengalahkan Malaysia di grup lain, Indonesia masih gagal memanfaatkan peluang yang ada.

Harus menang dengan selisih tiga gol, Tim Garuda hanya mampu mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1.

Kinerja Timnas U-22 Indonesia dalam SEA Games 2025 semakin menunjukkan penurunan, karena untuk pertama kalinya sejak tahun 2009, Tim Garuda tidak mampu melewati babak penyisihan grup.

Dalam sejarah sepak bola SEA Games sebelumnya, hanya lima kali Indonesia tidak mampu melaju dari babak grup, yaitu pada tahun 1983, 1995, 2003, 2007, dan 2009.

(https://mediahariini.com)

Artikel ini sebagian dipublikasikan di Bolasport.com

Baca artikel lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita populer lainnya di Tribun Medan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *