Deretan bencana alam sejak 1990

https://mediahariini.com, JAKARTA — Banjir dan tanah longsor yang menimpa tiga provinsi di Sumatra kembali menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat risiko bencana alam yang cukup besar.

Dalam empat puluh tahun terakhir, sejumlah peristiwa besar tidak hanya menghancurkan wilayah yang terkena dampak, tetapi juga mendapat perhatian dari dunia internasional.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari Badan Nasional PenanggulanganBencana(BNPB), Sabtu (13/12/2025), berikut rangkaian peristiwa bencana alam besar yang terjadi di Indonesia sejak tahun 1990:

1. Gempa dan Tsunami Pulau Flores (1992)

Gempa bumi mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 12 Desember 1992 dan segera memicu gelombang tsunami yang menerjang daerah pesisir. Wilayah Sikka, Ende, Ngada hingga Flores Timur mengalami kerusakan parah. Banyak orang tewas, ratusan hilang, serta puluhan ribu kehilangan tempat tinggal. Kebesaran dampaknya menyebabkan pemerintah menetapkan peristiwa ini sebagai bencana nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 66 Tahun 1992.

2. Gempa dan Tsunami Aceh (2004)

Pada 26 Desember 2004, menjadi salah satu hari paling gelap dalam sejarah Indonesia. Gempa besar di Samudra Hindia dengan kekuatan 9 SR memicu tsunami yang menerjang Aceh dan daerah sekitarnya, lalu menyebar hingga ke Sri Lanka, India, Thailand, hingga Afrika Timur.

Ratusan ribu korban tewas dan hilang, sementara lebih dari setengah juta penduduk kehilangan tempat tinggal. Pemerintah menetapkan status bencana nasional melalui Keppres Nomor 112 Tahun 2004.

3. Gempa Yogyakarta (2006)

Gempa besar yang terjadi di Yogyakarta dan sekitarnya pada pagi hari tanggal 27 Mei 2006, saat banyak penduduk masih berada di dalam rumah. Sekitar lebih dari 5.800 orang tewas dan puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka. Kerusakan juga menyebar hingga ke situs bersejarah seperti Candi Prambanan. Gempa ini menjadi kesempatan untuk memperkuat pendidikan dan pencegahan bencana di wilayah DIY maupun nasional.

4. Gempa Bumi Sumatera Barat (2009)

Gempa besar dengan kekuatan 7,6 skala Richter mengguncang wilayah pesisir Sumatera Barat pada 30 September 2009. Gempa ini merusak kota-kota seperti Padang, Pariaman, Agam, Bukittinggi, hingga Solok. Lebih dari seribu jiwa meninggal, ribuan luka-luka, dan ratusan ribu bangunan rusak. Bantuan internasional datang dari berbagai negara, menunjukkan besarnya dampak bencana tersebut.

5. Meletusnya Gunung Merapi (2010)

Gunung Merapi kembali meletus secara besar pada tahun 2010. Awan panas dan bahan vulkanik menghancurkan lereng Gunung Merapi, menyebabkan ratusan korban jiwa. Abu vulkanik bahkan sampai ke Jawa Barat, mengganggu penerbangan serta aktivitas ekonomi. Letusan ini menunjukkan kembali ancaman besar yang ditimbulkan oleh gunung berapi aktif di Indonesia.

6. Meletusnya Gunung Kelud (2014)

Letusan Gunung Kelud terjadi pada tanggal 13 Februari 2014 dan berlangsung dengan sangat meledak. Bahan vulkanik menutupi sebagian besar Pulau Jawa sehingga mengganggu operasional penerbangan di beberapa bandara. Meskipun jumlah korban jiwa tidak terlalu banyak, letusan ini memberikan dampak signifikan terhadap transportasi, kegiatan ekonomi, serta kesehatan masyarakat.

7. Gempa Bumi, Tsunami, dan Penggembunan Tanah di Palu–Donggala (2018)

Sulawesi Tengah dilanda gempa berkekuatan 7,4 skala Richter pada 28 September 2018, yang menyebabkan tsunami dan likuifaksi secara bersamaan. Peristiwa tanah cair menghancurkan bangunan utuh dan menyeret permukiman. Lebih dari dua ribu jiwa meninggal dunia dan ribuan orang lainnya hilang. Kerumitan bencana ini menjadikan Palu sebagai contoh ekstrem risiko geologi di Indonesia dan menjadi perhatian komunitas ilmiah global.

8. Pandemi Covid-19 (2020)

Indonesia memasuki periode krisis kesehatan global ketika wabah Covid-19 muncul pada tahun 2020. Pemerintah mengklasifikasikan pandemi sebagai bencana nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020. Dalam tiga tahun, jutaan kasus tercatat dan ratusan ribu kematian terjadi. Akibatnya, dampaknya menyebar ke berbagai sektor seperti ekonomi, pendidikan, hingga sosial, menjadikan pandemi sebagai salah satu bencana non-alam terbesar dalam sejarah Indonesia modern.

9. Erupsi Gunung di Nusa Tenggara Timur

Gunung yang paling kerap meletus di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 2024-2025 adalah Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur. Kegiatan vulkaniknya sering kali mengganggu operasional penerbangan.

Dampak letusan tersebut pernah menyebabkan penutupan bandara serta pengungsian penduduk akibat peningkatan status menjadi Awas (Level IV).

10. Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatra

Jumlah korban meninggal yang tercatat oleh BNPB hingga Sabtu (13/12/2025) mencapai 969 jiwa dengan 252 orang masih hilang. Banjir yang terjadi di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumut, dan Padang, mengakibatkan banyak kayu terbawa hingga ke permukiman penduduk. (Angela Keraf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *