Isi Artikel
- 1 Liburan Keluarga Fiersa Besari Batal, Istri Terhimpit Mobil di Parkiran Stasiun Gambir
- 2 Kronologi Insiden di Area Stasiun Gambir
- 3 Ditawari Rp200 Ribu, Emosi Fiersa Meledak
- 4 Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Aqia
- 5 Liburan Batal, Anak Ikut Merasakan Dampaknya
- 6 Proses Hukum Dihentikan, Fiersa Belum Bisa Memaafkan
Liburan Keluarga Fiersa Besari Batal, Istri Terhimpit Mobil di Parkiran Stasiun Gambir
KABAR-TASIKMALAYA.COM – Niat liburan keluarga musisi Fiersa Besari ke Yogyakarta berubah drastis menjadi pengalaman traumatis. Sang istri, Siti Aqia, mengalami insiden mengerikan setelah terhimpit di antara dua kendaraan di area parkiran Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Peristiwa itu terjadi sesaat setelah keluarga Fiersa tiba dan bersiap melanjutkan perjalanan. Suasana yang semula dipenuhi antusias liburan mendadak berubah menjadi kepanikan, ketika Aqia tengah mengambil tas dan koper dari bagasi mobil.
Kronologi Insiden di Area Stasiun Gambir
Melalui unggahan Instagram Story di akun pribadinya, Fiersa Besari membagikan kronologi kejadian yang membuatnya terpukul sekaligus emosi.
Insiden bermula saat Aqia bersama seorang pendamping bernama Ubay berdiri di belakang mobil untuk mengambil koper.
“Aqia dan Ubay yang sedang ambil koper di bagasi, ditabrak dari belakang dan menjadikan keduanya tergencet antara mobil. Ubay bisa lepas ke samping. Aqia tidak. Sudah teriak kesakitan, sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya, membuat Aqia semakin tergencet,” tulis Fiersa.
Benturan keras membuat Aqia terjepit di antara dua kendaraan. Teriakan kesakitan sudah terdengar, namun kondisi justru semakin parah ketika mobil penabrak kembali bergerak maju.
Ditawari Rp200 Ribu, Emosi Fiersa Meledak
Situasi makin memancing emosi Fiersa ketika sopir penabrak akhirnya keluar dari mobil. Ia menyebut pelaku merupakan pria lanjut usia yang menurutnya sudah tidak layak mengemudi.
“Ketika sopir keluar, ternyata bapak-bapak yang usianya sekitar 60–70 tahunan (kurang layak berkendara). Reaksi pertama saya adalah marah besar. Tapi lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang: ‘paling keseleo’. Terus mau kasih 200rb untuk damai. Meledaklah saya,” lanjutnya.
Merasa kondisi istrinya diremehkan dan ditanggapi tanpa empati, Fiersa pun memilih melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi terdekat.
Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Aqia
Sebagai penanganan awal, Aqia sempat dibawa ke Pos Kesehatan KAI Gambir. Sementara itu, Ubay menahan sopir penabrak agar tidak meninggalkan lokasi hingga pihak kepolisian datang.
Karena Aqia merasakan nyeri hebat setiap kali menggerakkan kaki kirinya, Fiersa tak ingin mengambil risiko. Dengan bantuan rekan-rekan band, Aqia kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Pihak rumah sakit melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk pemindaian sinar X, dengan hasil yang cukup melegakan.
“Alhamdulillah, hasil rontgen menunjukkan tidak ada retak/patah tulang. Jadi tidak perlu rawat inap atau operasi. Hanya beberapa hari ke depan kemungkinan akan terjadi pembengkakan akibat trauma pada otot,” jelas Fiersa.
Meski tidak mengalami patah tulang, Aqia tetap harus menggunakan penyangga kaki karena rasa sakit saat digerakkan. Ia juga harus menjalani masa pemulihan akibat trauma otot selama kurang lebih tiga hingga enam minggu.
Liburan Batal, Anak Ikut Merasakan Dampaknya
Fiersa mengaku sangat sedih karena insiden tersebut berdampak langsung pada rencana liburan keluarga, termasuk sang buah hati.
“Tidak jadi berlibur ke Jogja, dan Aqia harus lihat lagi wajah kecewa Kinasih. Liburan sekolah perdananya dipakai untuk masuk rumah sakit akhir tahun 2025 dan menemani ibunya sakit di awal 2026,” tuturnya.
Ia juga menambahkan kesedihan istrinya yang dikenal aktif berolahraga.
“Untuk seseorang yang sedang gemar-gemarnya ngegym dan tenis, Aqia pasti sedih,” lanjut Fiersa.
Proses Hukum Dihentikan, Fiersa Belum Bisa Memaafkan
Fiersa menyampaikan bahwa sopir penabrak telah meminta maaf. Namun baginya, persoalan ini bukan sekadar soal uang, melainkan soal konsekuensi atas kesalahan.
Awalnya, Fiersa berniat memproses kasus ini secara hukum. Namun setelah mempertimbangkan panjangnya prosedur dan keinginan Aqia untuk tidak memperpanjang masalah, laporan akhirnya dicabut. Sopir penabrak hanya dikenai sanksi tilang serta penahanan STNK oleh polisi.
Meski begitu, luka emosional akibat kejadian ini belum sepenuhnya sembuh.
“Laporan memang sudah dicabut. Tapi, untuk memaafkan, nggak dulu ya,” tutup Fiersa.***







