BERITA Top 3 Dunia pada hari Jumat 12 Desember 2025, dimulai dengan pembelian rudal Barak MX Israel oleh Thailand dalam perang melawan Kamboja.
Di posisi kedua, Amerika Serikat akan memperketat persyaratan untuk visa wisata. Dalam usulan pemerintahan Donald Trump, beberapa pengunjung ke Amerika Serikat mungkin diminta menyertakan riwayat media sosial mereka selama lima tahun terakhir agar dapat masuk ke negara tersebut.
Selanjutnya di urutan ketiga, pejabat tinggi Hamas pada hari Kamis menyatakan bahwa kelompok-kelompok Palestina di Gaza telah memberikan persetujuan awal terhadap kemungkinan kedatangan pasukan internasional atau pasukan perdamaian ke wilayah tersebut.
Berikut berita Top 3 Dunia secara lengkap.
1. Perselisihan dengan Kamboja, Thailand Mengadakan Rudal Barak MX dari Israel
Perusahaan Industri Penerbangan Israel (IAI) menandatangani kontrak senilai sekitar 108 juta dolar AS (sekitar 1,7 triliun rupiah) untuk menyediakan sistem pertahanan udara Barak MX kepada Angkatan Udara Thailand (RTAF). Dilaporkan dariThe Jerusalem Post, ini menjadi pembelian pertama sistem pertahanan udara jarak menengah Thailand dalam beberapa dekade dan menandai percepatan modernisasi militer setelah konflik dengan Kamboja beberapa waktu lalu.
Tindakan ini dianggap sebagai langkah untuk mendorong Bangkok memperkuat perlindungan wilayah udara terhadap berbagai ancaman, mulai dari pesawat tempur hingga rudal balistik taktis.
Sistem Barak MX yang telah digunakan oleh India, Azerbaijan, Slovenia, dan Siprus dikenal sebagai sistem berlapis ganda dengan desain yang mampu menangani berbagai misi. Konfigurasi berbasis jaringan memungkinkan operator memilih cara penangkapan terbaik sesuai kebutuhan operasional, dan diklaim mampu mengurangi biaya sekaligus meningkatkan efisiensi di medan perang.
Baca berita selengkapnya di sini
2. AS Perketat Visa Wisatawan, Periksa Media Sosial Lima Tahun Terakhir
Amerika Serikat akan memperketat persyaratan untuk visa wisata. Dalam usulan terbaru pemerintahan Donald Trump, beberapa pengunjung ke Amerika Serikat mungkin harus menyertakan riwayat media sosial mereka selama lima tahun terakhir agar dapat mendapatkan izin masuk ke negara tersebut.
CNNmelaporkan usulan yang dipublikasikan di Federal Register oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS atau CBP, yang menyarankan bahwa para pengunjung yang datang dari negara-negara yang termasuk dalam program bebas visa harus menyampaikan data pribadi tambahan sebagai bagian dari aplikasi elektronik. Aturan ini berlaku bagi pengunjung yang menggunakan Sistem Elektronik untuk Otorisasi Perjalanan, atau ESTA, sebagai bagian dari program bebas visa untuk warga negara dari 42 negara. Di antara negara-negara bebas visa tersebut adalah Inggris Raya, Selandia Baru, Australia, Jepang, Israel, dan Qatar, serta sejumlah negara Eropa lainnya.
ESTA adalah sistem online yang digunakan oleh wisatawan dari negara-negara tertentu untuk berkunjung ke Amerika Serikat dalam waktu kurang dari 90 hari tanpa memerlukan visa. Pengunjung yang menggunakan sistem ini saat ini diminta untuk menyampaikan data seperti nomor paspor, tanggal lahir, serta riwayat kejahatan sebelumnya.
Baca berita selengkapnya di sini
3. Pasukan Internasional di Gaza, Hamas: Hanya Mengawasi Gencatan Senjata
Pejabat tinggi Hamas pada hari Kamis menyatakan bahwa kelompok-kelompok Palestina di Gaza telah memberikan persetujuan awal terhadap kemungkinan masuknya pasukan internasional atau pasukan perdamaian ke wilayah tersebut.
Seperti dilaporkan Xinhua, Husam Badran, anggota Biro Politik Hamas, menyatakan bahwa penerimaan ini dilakukan dengan syarat tugasnya terbatas pada pengawasan gencatan senjata dan menjaga keberadaannya sepanjang perbatasan untuk memisahkan kedua belah pihak.
Badran menyatakan bahwa tugas pasukan tersebut harus tetap terbatas, jelas, dan disepakati bersama, serta tidak boleh mengganggu proses pengambilan keputusan nasional Palestina. Ia menuturkan bahwa sebagian besar negara yang membahas gagasan ini menekankan pentingnya persetujuan Palestina sebelum penempatan pasukan.
Baca berita selengkapnya di sini
SURAT KABAR YERUSALEM | SKY NEWS | CNN | AL JAZEERA | XINHUA | ARAB NEWS







