Lansia Ci Hoa selamat dari kebakaran hebat panti werdha, dengar ketukan pintu penyelamat

Ringkasan Berita:

  • Nenek lansia bernama Ci Hoa menceritakan kesaksiannya ketika diselamatkan dari tragedi kebakaran Panti Werdha yang menewaskan teman-temannya
  • Ci Hoa mengungkap adanya ketukan pintu di kamarnya dari sosok penyelamat
  • Wanita lansia satu ini selamat padahal bergantung pada alat bantu jalan (walker) karena sudah tua.

 

Bacaan Lainnya

Insiden kebakaran hebat di Panti Werdha Damai Ranomuut, Manado masih menyisakan duka.

Korban tewas sebanyak 16 orang lansia itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan sanak saudara.

Di tengah duka mendalam atas tewasnya 16 lansia dalam kebakaran hebat di Panti Werdha Damai Ranomuut, terselip kisah keajaiban dari salah satu korban selamat.

Ci Hoa (73), wanita lansia yang sehari-hari bergantung pada alat bantu jalan (walker), menceritakan detik-detik mencekam saat api mengepung kamarnya pada Minggu (28/12/2025) malam.

Kesaksian Ci Hoa

Wanita bernama lengkap Lao Kiem Hoa itu masih terbaring lemah di RSUD Manado. 

Meski fisiknya dirawat, trauma mendalam masih membekas jelas di ingatannya.

Malam itu, sekitar pukul 20.00 WITA, suasana panti sudah tenang.

Ci Hoa sudah berada di atas kasur, bersiap menutup mata untuk beristirahat.

Ia tak pernah menyangka bahwa malam itu akan menjadi malam paling menegangkan dalam hidupnya.

“Saat itu saya sudah di kamar, sudah mau tidur,” ucap Ci Hoa pelan, mengenang saat-saat sebelum api mengamuk.

Keheningan pecah ketika suara ketukan keras terdengar dari balik pintu kamarnya.

Ternyata, itu adalah Om Iyo, sang penjaga panti yang berteriak memperingatkan bahaya.

“Ada yang panggil dari luar, ‘Ci Hoa keluar, keluar!’” tirunya menirukan teriakan Om Iyo.

Saat pintu dibuka, pemandangan mengerikan tersaji.

Api sudah membesar tepat di depan kamarnya.

Diselamatkan penatua Jhony

Dengan keterbatasan fisik, Ci Hoa berusaha melangkah keluar menggunakan walker-nya, namun gerakannya terlalu lambat dibanding jilatan api yang kian ganas.

Keajaiban datang di tengah situasi genting.

Seorang penatua panti bernama Jhony muncul dan langsung mengambil tindakan cepat.

Melihat Ci Hoa yang kepayahan, Jhony tanpa pikir panjang langsung menggendong wanita lansia itu menjauh dari pusat api.

“Dia pikul saya keluar dari sana,” ujarnya sambil memeragakan gerakan menggendong dengan tangannya yang renta.

Sayangnya, tak semua orang di kamar itu seberuntung Ci Hoa.

Di kamar yang sama, ada Oma Rini, rekan sekamarnya yang hanya bisa terbaring lemas karena sakit.

Oma Rini tak mampu bergerak sama sekali, dan di tengah kekacauan itu, nyawanya tak dapat tertolong.

Ci Hoa selamat, namun ia harus merelakan teman dekatnya pergi selamanya.

Hanya Tersisa Baju di Badan

Ci Hoa adalah seorang anak tunggal yang tak memiliki saudara.

Lahir di Manado pada 28 Juni 1952, ia sempat tinggal sendiri di wilayah Karame sebelum akhirnya menjual rumahnya dan menetap di Panti Werdha sejak 2023.

Meski memiliki kerabat di Manado, ia mengaku sudah jarang bertemu.

Kebakaran itu menyapu bersih seluruh harta bendanya.

Kini, ia benar-benar hanya memiliki pakaian yang melekat di badan saat dievakuasi.

Namun, di balik segala kehilangan itu, iman Ci Hoa tetap teguh.

“Yang penting kita bersyukur. Ini hanya anugerah Tuhan,” katanya dengan nada suara yang bergetar.

Hingga saat ini, Ci Hoa masih menjalani perawatan medis intensif di RSUD Manado.

Ia kini menjadi salah satu saksi kunci yang berhasil melewati maut dalam tragedi paling kelam di penghujung tahun 2025 bagi warga Kota Manado.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *