Posyandu bertransformasi jadi layanan terpadu, Wali Kota Tegal luncurkan implementasi 6 bidang SPM

KABAR TEGAL Pemerintah Kota Tegal mendorong Posyandu bertransformasi menjadi simpul pelayanan sosial yang hidup, aktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, saat meluncurkan Implementasi Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), Selasa, 30 Desember 2025, yang dipusatkan di Posyandu Anyelir, Jalan Slamet, Kelurahan Panggung, Kota Tegal.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Dedy Yon menyampaikan bahwa dinamika pembangunan menuntut Posyandu tidak lagi diposisikan sebagai layanan kesehatan semata, melainkan sebagai fondasi penjaminan hak dasar warga negara melalui enam bidang SPM. Transformasi tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang penguatan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan.

“Posyandu ke depan harus menjadi simpul pelayanan sosial yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Implementasi enam bidang SPM ini adalah langkah strategis untuk memastikan hak dasar warga terpenuhi secara menyeluruh,” kata Dedy Yon.

Ia menegaskan, keberhasilan implementasi Posyandu 6 Bidang SPM tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.

“Saya menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, kader, tenaga profesional, serta dukungan aktif masyarakat. Saya meminta seluruh OPD menjadikan Posyandu sebagai mitra strategis. Sinergi lintas sektor harus terwujud sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Jangan biarkan Posyandu berjalan sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tegal, dr. Rofiqoh, menilai transformasi Posyandu menjadi bagian penting dari upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah meresmikan penguatan layanan Posyandu yang kini diselenggarakan dengan standar pelayanan minimal yang lebih komprehensif. Ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Tegal untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan memastikan masyarakat memperoleh akses layanan yang optimal,” ujar Rofiqoh.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tegal, Gadis Sephi Febriana Dedy Yon, menegaskan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi secara menyeluruh. Menurutnya, Posyandu tidak lagi sebatas tempat penimbangan balita dan imunisasi, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup enam bidang SPM.

“Posyandu Anyelir kami harapkan dapat menjadi role model bagi 208 Posyandu lainnya di Kota Tegal. Peluncuran ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah membangun dari level paling bawah, yakni RT, RW, hingga kelurahan,” jelas Gadis.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang dinilai menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan. Menurutnya, keberhasilan implementasi enam bidang SPM sangat bergantung pada peran aktif para kader dan dukungan masyarakat.

Adapun enam bidang Standar Pelayanan Minimal yang diintegrasikan dalam layanan Posyandu meliputi bidang pendidikan melalui dukungan PAUD, literasi dasar, dan pendataan anak putus sekolah; bidang kesehatan dengan penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk seluruh siklus hidup; bidang pekerjaan umum melalui pendampingan sanitasi, akses air bersih, dan lingkungan sehat; bidang perumahan rakyat melalui pendampingan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH); bidang ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas) melalui ronda, deteksi dini bencana, dan partisipasi Linmas; serta bidang sosial melalui pendataan kesejahteraan, pendampingan fakir miskin, dan perlindungan anak.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antarpihak,” pungkasnya.

Kegiatan launching ini turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal, Sekretaris Daerah, para asisten, jajaran kepala OPD, serta Tim Pembina Posyandu Kota Tegal. Usai prosesi peresmian secara simbolis, rombongan melakukan peninjauan langsung ke meja-meja pelayanan di Posyandu Anyelir. Dalam simulasi tersebut, masyarakat terlihat dapat berkonsultasi mengenai berbagai kebutuhan layanan dasar secara terpadu dalam satu lokasi.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *