Petasan tahun baru ujian awal 6.032 ketua RTRW

Ringkasan Berita:

  • Wali Kota Makassar melarang keras penggunaan petasan dan kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2025–Larangan ini bersifat wajib dan akan ditegakkan secara hukum.
  • Sebanyak 6.032 Ketua RT dan RW yang baru dilantik mendapat tugas perdana mengawal keamanan lingkungan, khususnya memastikan tidak ada petasan dan kembang api di wilayah masing-masing. 
  • Mereka diminta aktif mengimbau warga, berkoordinasi dengan aparat, serta mengawasi anak-anak agar perayaan tahun baru berlangsung aman.

– Pesan Walikota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin (50) jelas dan tegas.

Bacaan Lainnya

Tak boleh ada kembang api dan suara gelegar petasan di malam pergantian tahun. Bumi Makassar disterilkan dari suara petasan.

Langitnya dijaga dari semburan kembang api. Hanya zaman covid-19 hal ini diberlakukan.

Pemerintah Pemkot (Pemkot) Makassar dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel melarang pergantian Tahun Baru 2025 menuju 2026 “dikotori” sampah mesiu kembang api dan bau belerang menyengat.

Kebijakan ini dikeluarkan demi menjaga ketertiban, keamanan, serta rasa empati nasional bagi korban banjir di Pulau Sumatera.

Bukan sekadar pesan dan edaran. Larangan pesta kembang api dan petasan itu sudah menjelma menjadi perintah wajib.

“Kami diperintahkan menjaga wilayah kami masing-masing dari petasan dan kembang api,” kata Taslim Adnan, Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Parangtambung, Tamalate, Makassar, di Jalan Daeng Tata IV, Parangtambung, Selasa, 30 Desember 2025.

Sebanyak 6.032 Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga (RTRW) sudah menerima amanah itu. Menjaga teritori masing-masing dari kembang api dan petasan.

Amanah itu disampaikan Appi, saat melantik para Ketua RTRW di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin pagi, 29 Desember 2025.

Taslim, yang juga pengurus Masjid HM Takdir Hasan Saleh sudah mengumumkan kebijakan itu usai Shalat Magrib berjamaah di masjid Komplek Griya Tata Asri, Jalan Daeng Tata IV.

“Tim patroli dari pemkot akan keliling kota memantau. Mohon kerjasama bapak-bapak dan ibu-ibu mengingatkan anak-anak kita masing-masing,” kata Taslim.

Petasan dan kembang api malam tahun baru di Makassar memang sudah menjadi penghancur.

Tahun lalu, di momen pergantian tahun dari 2024 ke 2025, sebanyak tujuh rumah toko (ruko) di dua lokasi ludes terbakar di Makassar pada Selasa (31/12/2024) malam.

Lima ruko terbakar berada di Jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo. Pemicu kebakaran akibat percikan api dari petasan.

“Tidak ada pesta kembang api ataupun petasan. Kami pastikan tidak ada izin yang dikeluarkan. Jika ditemukan, itu akan ditindak sebagai pelanggaran hukum,” tegas Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro kepada awak media, Minggu (28/12/2025).

Tugas Perdana

Ketua RT RW terpilih di Makassar langsung mengemban tugas usai dilantik, Senin (29/12/2025).

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan tugas perdana para ketua RTRW yang baru dilantik adalah mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat saat perayaan malam pergantian tahun.

Instruksi tersebut menjadi tanggung jawab awal yang harus dijalankan di wilayah masing-masing.

Meski baru resmi menjabat, para perangkat lingkungan ini diminta segera mengambil peran aktif, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan menjelang dan saat malam tahun baru.

Salah satu fokus utama yang ditekankan Appi adalah larangan penggunaan petasan di lingkungan permukiman warga.

Menurutnya, penggunaan petasan kerap memicu gangguan kamtibmas dan membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak.

“Tugas pertamanya RT dan RW yang baru dilantik memastikan wilayahnya tidak ada gangguan kamtibmas, khususnya penggunaan petasan,” katanya, Selasa (30/12/2025).

Appi menegaskan, pengamanan malam pergantian tahun tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat Kepolisian dan TNI, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif RT dan RW sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat lingkungan.

Sinergi antar unsur kewilayahan dinilai penting untuk menciptakan suasana perayaan yang tertib dan aman.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, aparat Kepolisian dan TNI akan disiagakan di sejumlah titik.

Kehadiran aparat diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat selama perayaan malam tahun baru.

Selain mengawasi larangan penggunaan petasan, para ketua RT/RW juga diminta aktif melakukan imbauan kepada warga.

Imbauan ini terutama ditujukan kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, sehingga tidak terlibat dalam aktivitas berisiko.

Pemkot Makassar menekankan pentingnya koordinasi antara RT/RW dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di setiap wilayah.

“Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik antar unsur kewilayahan, potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.

Appi berharap, melalui peran aktif RTRW yang baru dilantik, perayaan malam pergantian tahun di Makassar berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.

Dengan demikian, masyarakat menyambut tahun baru dalam suasana tertib, penuh kebersamaan, serta jauh dari potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan.

Seruan MUI

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan (MUI Sulsel), Prof KH Muammar Bakry, menegaskan pesta minuman keras dan penggunaan kembang api pada malam pergantian tahun hukumnya haram.

Hal tersebut lantaran aktivitas tersebut dinilai menimbulkan mudharat dan berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Kalau kegiatan itu mengarah kepada hal-hal yang diharamkan seperti pesta miras, bahkan juga kembang api yang mengganggu keamanan, itu sudah digolongkan haram,” kata Muammar Bakry di Sekretariat MUI Sulsel, Jl Masjid Raya, Makassar, Senin (29/12/2025).

Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) ini pun mengajak seluruh masyarakat merayakan malam pergantian tahun secara sederhana dan bermakna.

Menurutnya, perayaan seharusnya tidak dilakukan secara berlebihan, terlebih di tengah kondisi sejumlah daerah yang tengah dilanda musibah.

Ia menyebut, masyarakat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh saat ini masih menghadapi bencana banjir.

Karena itu, ia mengajak warga untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

“Di tengah keprihatinan tersebut, rasa empati itu seharusnya kita wujudkan,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat merugikan banyak pihak, termasuk tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban pada malam hari.

“Kita tidak melakukan hal-hal atau tindakan yang bisa merugikan masyarakat banyak dengan mengganggu stabilitas keamanan di malam hari,” jelasnya.

Muammar berharap aparat keamanan dapat memaksimalkan perannya dalam menjaga kondusivitas masyarakat selama malam pergantian tahun.

“Kita harapkan petugas keamanan dapat bersinergi dan menjadi garda terdepan dalam mengayomi masyarakat serta bekerja secara maksimal,” katanya.

Polisi Siaga

1.224 personel kepolisian dikerahkan mengamankan malam pergantian tahun di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ribuan personel tersebut terdiri atas 1.108 personel Polrestabes Makassar dan 136 personel Polres Pelabuhan Makassar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan personel dilibatkan tidak hanya berasal dari unsur kepolisian.

“Ada dari TNI, Satpol PP, Damkar, dan Dinas Ketahanan juga,” kata Arya Perdana di sela pemantauan Pos Pengamanan (PAM) Rappocini, Jl AP Pettarani, tak jauh dari Kampus UNM.

Dalam pemantauan tersebut, Arya didampingi Kasat Reskrim AKBP Devi Sujana, Kasat Narkoba AKBP Lulik Febyantara, Kabag Ops Kompol Harry F Aritonang, serta Kasi Humas AKP Wahiduddin.

Selain Pos PAM Rappocini, Kapolrestabes juga memantau Pos PAM Perlimaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin serta Pos PAM Panakkukang di Jalan Boulevard.

Arya bersama Ketua Bhayangkari Makassar, Emma Arya Perdana, menyerahkan bingkisan kepada petugas yang tengah berjaga.

“Jadi kita memantau situasi kerawanan, karena kawasan ini cukup padat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arya menegaskan larangan penggunaan petasan saat malam pergantian tahun.

Larangan tersebut juga sejalan dengan imbauan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta masyarakat merayakan pergantian tahun secara sederhana.

“Karena kita masih dalam situasi berduka bersama saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” jelasnya.

Arya menegaskan, larangan penggunaan petasan telah diatur melalui instruksi Kapolri serta Maklumat Kapolrestabes Makassar.

Sementara untuk penggunaan kembang api, ia menyebut masih diperbolehkan dengan batasan tertentu.

“Kembang api ada batasannya, tidak lebih dari dua inci,” kata alumnus Akpol 1998 tersebut.

“Kalau lebih dari dua inci itu sudah dilarang, karena mengandung bubuk dan membahayakan,” lanjutnya.

Untuk mengantisipasi pelanggaran, Arya mengaku telah menginstruksikan jajarannya agar gencar melakukan razia.

Terbaru, personel Polsek Tamalate dilaporkan menyita sejumlah petasan dari tangan beberapa pedagang.

Hal senada disampaikan Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Rise Sandiyantanti. Ia mengerahkan 136 personel untuk mengamankan malam pergantian tahun di wilayah hukumnya.

Rise mengaku telah mengeluarkan imbauan larangan penggunaan petasan yang disosialisasikan melalui media sosial.

Selain imbauan, pihaknya juga menurunkan personel Reskrim untuk melakukan penindakan terhadap pedagang yang membandel.

“Untuk penanganan petasan, barang-barang tersebut kita sita,” ujarnya.

Meski demikian, hingga saat ini Polres Pelabuhan Makassar yang membawahi wilayah Wajo, Ujung Tanah, Pelabuhan Soekarno-Hatta, dan Sangkarrang, belum menemukan adanya penjual petasan.

Penjualan Petasan

Menjelang pergantian tahun, penjual petasan dan kembang api bermunculan di Kota Makassar.

Pantauan di sepanjang Jl Sultan Alauddin, Makassar, pada Jumat (26/12/2025) siang, menunjukkan aktivitas penjualan petasan cukup ramai.

Namun, sejak Selasa (30/12/2025), jumlah penjual mulai berkurang dan tidak seramai beberapa hari sebelumnya.

Di ruas Jl Sultan Alauddin, mulai dari pertigaan Jl Andi Tonro hingga mendekati pertigaan Jl Emmy Saelan arah Kabupaten Gowa, sedikitnya terdapat tiga penjual yang masih menjajakan petasan dan kembang api.

Salah seorang penjual ditemui mengaku menjual berbagai jenis petasan dengan harga bervariasi.

“Ada yang sepuluh kali ledak, ada delapan kali, ada juga lima kali. Yang sepuluh kali harganya Rp35 ribu,” ujarnya.

Penjual lainnya, perempuan berinisial IM, mengaku baru dua hari terakhir berjualan petasan di tepi jalan arah Kabupaten Gowa.

Ia mengaku tidak mengetahui adanya larangan dari pihak kepolisian terkait penggunaan petasan dan kembang api saat malam pergantian tahun. “Tidak tahu ada larangan dari Kapolri. Saya baru dua hari menjual,” kata IM.

IM juga mengaku belum pernah didatangi petugas untuk melakukan razia selama dua hari berjualan. Ia menyebut mulai berjualan sejak pukul 09.00 Wita.

Sepanjang Jl Sultan Alauddin sendiri berada dalam wilayah hukum dua kepolisian sektor. Ruas jalan dari arah Kabupaten Gowa hingga Jl Andi Tonro masuk wilayah Polsek Tamalate.

Sementara ruas Jl Sultan Alauddin menuju arah Kabupaten Gowa lainnya masuk dalam wilayah hukum Polsek Rappocini.

Selain di Jl Sultan Alauddin, penjualan petasan dan kembang api juga ditemukan di ruas Jl Metro Tanjung Bunga arah Jembatan Barombong. Di kawasan tersebut, sejumlah pedagang terlihat masih menjajakan barang serupa.

Cuaca Ekstrem

Sulawesi Selatan menghadapi cuaca buruk menjelang dan selama masa pergantian tahun. Kondisi ini seiring dengan puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulsel.

Di tengah masa libur Tahun Baru, kondisi cuaca buruk ini berpotensi berdampak pada aktivitas pariwisata. Wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan selama berkunjung ke destinasi wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel, Muhammad Arafah, menyebut kawasan wisata pantai menjadi perhatian utama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Kalau di wilayah pesisir, yang menjadi fokus adalah Makassar, Pangkep, Barru, kemudian ke arah selatan seperti Takalar, Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, hingga Selayar. Dari sisi wisata pantai, daerah-daerah ini cukup menonjol,” kata Muhammad Arafah saat dikonfirmasi, Selasa (30/12/2025).

Selain kawasan pesisir, Arafah menyebut sejumlah destinasi wisata rawan longsor juga telah dipetakan.

Di antaranya berada di wilayah Tana Toraja, Toraja Utara, serta kawasan Malino di Kabupaten Gowa.

Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap waspada di tengah suasana libur Tahun Baru.

Menurutnya, wisatawan tidak perlu terlalu euforia saat mengunjungi destinasi wisata yang memiliki potensi risiko bencana.

“Wisatawan tidak perlu terlalu euforia kalau melakukan kunjungan ke tempat-tempat wisata tersebut,” ujarnya.

Arafah mengungkapkan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah di Sulsel. Edaran tersebut berisi imbauan untuk mengantisipasi potensi bencana di destinasi wisata.

Pemerintah daerah diminta aktif menyampaikan informasi terkait kondisi cuaca, serta menurunkan tim untuk melakukan pengawasan di lokasi wisata.

“Intinya, informasi terkait cuaca dan kondisi destinasi harus disampaikan. Paling tidak masyarakat setempat dan wisatawan mengetahui bahwa pada musim ekstrem seperti ini, ada beberapa destinasi yang sebaiknya dihindari,” kata Arafah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *