— Daftar 15 wasit internasional 2026 asal Indonesia, salah satunya Thoriq Munir Alkatiri menjadi kabar menggembirakan bagi sepak bola nasional di penghujung tahun. Penetapan ini menegaskan kehadiran Indonesia sebagai kekuatan baru dalam perwasitan internasional yang semakin diperhitungkan FIFA.
Komite Wasit FIFA resmi merilis FIFA International List 2026 dengan memasukkan 15 nama wasit asal Indonesia yang siap bertugas di level dunia.
Jumlah tersebut mencerminkan kerja panjang pembinaan wasit nasional yang kini mulai menuai hasil nyata.
“Mengutip laman resmi pssi.org pada Selasa (30/12/2025), dari total tersebut terdapat empat FIFA Referee dan delapan FIFA Assistant Referee.”
Selain itu, daftar tersebut juga memuat dua FIFA Video Match Official serta tiga FIFA Futsal Referee.
Sorotan utama tertuju pada nama Thoriq Munir Alkatiri yang mencatatkan sejarah baru dalam kariernya. Ia tak hanya berstatus sebagai FIFA Referee, tetapi juga masuk dalam daftar FIFA Video Match Official untuk 2026.
Kehadiran Thoriq Munir Alkatiri sebagai VMO menjadi penanda penting bagi PSSI di level global. Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki wakil resmi dalam kategori Video Match Official di daftar internasional FIFA.
Selain Thoriq, nama Naufal Adya Fairuski juga tercatat sebagai VMO baru dalam FIFA International List 2026.
Keduanya tetap menyandang status wasit FIFA, sekaligus membawa identitas baru sebagai pengadil pertandingan berbasis teknologi VAR.
Masuknya dua VMO Indonesia tak bisa dilepaskan dari perkembangan kompetisi domestik. Penerapan sistem VAR di BRI Super League sejak 2024 menjadi fondasi penting bagi peningkatan kompetensi wasit nasional.
Pengalaman memimpin pertandingan dengan dukungan teknologi membuat wasit Indonesia semakin siap menghadapi standar FIFA. Proses adaptasi tersebut kini berbuah kepercayaan dari Komite Wasit FIFA di level internasional.
Di kategori FIFA Referee, Indonesia menempatkan empat nama yang sudah akrab di kompetisi nasional. Mereka adalah Thoriq Munir Alkatiri, Yudi Nurcahya, Naufal Adya Fairuski, dan Ryan Nanda Saputra.
Keempatnya dinilai konsisten dalam kepemimpinan pertandingan dan pengambilan keputusan. Penetapan ini memperpanjang kiprah mereka di berbagai ajang internasional sepanjang 2026.
Pada sektor asisten wasit, Indonesia mengirim delapan nama yang memperkuat representasi Merah Putih. Bangbang Syamsudar, Nurhadi Sulchan, Beni Andriko, dan I Gede Selamet Raharja termasuk di dalamnya.
Nama lain yang masuk daftar FIFA Assistant Referee adalah Fajar Furqon dan Muhammad Akbar Jamaluddin. Keduanya dikenal memiliki pengalaman panjang mendampingi pertandingan berintensitas tinggi.
Sorotan khusus datang dari Gilang Ade Mizwar yang meraih badge FIFA pertamanya sebagai Assistant Referee. Status baru ini membuka lembaran internasional bagi karier Gilang yang terus menanjak.
Kehadiran Wina Apriliana Putri juga mempertegas peran wasit wanita Indonesia di panggung global. Ia menjadi satu-satunya wasit wanita dalam daftar asisten wasit FIFA dari Indonesia tahun ini.
Di kategori FIFA Futsal Referee, Indonesia diwakili oleh tiga nama berpengalaman. Wahyu Wicaksono, Fitra Fauzi Rahmat, dan Tita Rosita dipercaya membawa standar perwasitan futsal nasional ke level dunia.
Tita Rosita kembali menegaskan konsistensi wasit wanita Indonesia di sektor futsal. Keberadaannya mencerminkan peluang yang semakin terbuka bagi pengadil perempuan di bawah naungan PSSI.
Secara keseluruhan, 15 wasit internasional ini merepresentasikan berbagai disiplin dalam sepak bola modern. Mulai dari pertandingan lapangan besar, futsal, hingga pengawasan berbasis video.
Capaian ini menjadi bukti perkembangan kualitas perwasitan nasional di mata dunia. Kepercayaan FIFA lahir dari proses panjang pembinaan, evaluasi, dan peningkatan kapasitas wasit secara berkelanjutan.
Komite Wasit PSSI tak ingin berhenti pada pencapaian ini. Ke depan, mereka menargetkan penambahan jumlah ofisial internasional melalui pembinaan wasit wanita dan wasit sepak bola pantai.
Daftar 15 Wasit Internasional 2026 Asal Indonesia! Salah Satunya Thoriq Munir Alkatiri bukan sekadar angka.
Ini adalah cerita tentang konsistensi, adaptasi teknologi, dan mimpi besar wasit Indonesia di panggung dunia.
