LIPSUS: Rayakan Natal penuh suka cita, pererat persaudaraan dengan semua orang

Ringkasan Berita:

  • “Ayo kita semua, jaga hati, jaga pikiran dan lingkungan sekitar aman dan damai agar dapat merayakan Natal 25 Desember 2025 dengan penuh suka cita. Pokoknya harus jaga suasana daerah ini aman dan damai agar perayaan Natal kali ini berlangsung penuh kedamaian dan suka cita,” ujar Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T.
  • Dia meminta masyarakat, umat Kristen untuk selalu menjaga hati dan menjaga lingkungan senantiasa kondusif menjelang perayaan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru, 1 Januari 2026.

 

Bacaan Lainnya

 

, TAMBOLAKA – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T meminta masyarakat Sumba Barat Daya (SBD) umumnya dan umat Kristen khususnya untuk selalu menjaga hati dan menjaga lingkungan senantiasa  kondusif  menjelang perayaan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru, 1 Januari 2026.

Dengan demikian masyarakat Sumba Barat Daya dapat merayakan Natal 25 Desember 2025 dengan penuh suka cita.

“Ayo kita semua, jaga hati, jaga pikiran dan lingkungan sekitar aman dan damai agar dapat merayakan Natal 25 Desember 2025 dengan penuh suka cita.  Pokoknya harus jaga suasana daerah ini aman dan damai agar perayaan Natal kali ini berlangsung penuh kedamaian dan suka cita,” ujarnya sesaat setelah menyerahkan bantuan peralatan tukang, bengkel dan tenun ikat  kepada 17 warga penyandang kesejahteraan sosial di Lopo Rumah Jabatan Bupati SBD, Selasa (23/12).

Bupati Ratu Wulla mengimbau seluruh masyarakat daerah itu untuk selalu menjaga suasana kondusif agar perayaan Natal berlangsung aman dan damai. “Natal membawa keberkahan damai bagi kita  semua. Mari rayakan Natal  dengan penuh kegembiraan,” ungkapnya.

Bupati Umbu Lili Pekuwali berharap seluruh masyarakat Sumba Timur dapat merayakan Natal dengan penuh hikmat dan penuh kedamaian. “Mari kita rayakan Natal dengan penuh hikmat,” ajaknya.

Selain itu, Bupati Pekuwali juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keamanan, ketenteraman dan ketertiban. Terutama pada waktu pergantian tahun. “Mari kita bersama-sama menjaga ketenteraman dan ketertiban dalam merayakan Tahun Baru 2026,” tutupnya.

Sementara Bupati Kupang, Yosef Lede mengimbau masyarakat Kabupaten Kupang untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyongsong Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Imbauan tersebut agar menciptakan suasana perayaan yang aman, damai, dan penuh sukacita.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kupang untuk bergandengan tangan, baik bersama Kepolisian, TNI, anak-anak muda, maupun seluruh lapisan masyarakat, guna menjaga ketertiban dan keamanan,” ujarnya, Selasa (23/12) 

Menurutnya, keterlibatan semua pihak sangat penting agar perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, damai, dan sejahtera. “Mari kita kurangi miras dan hindari perselisihan, sehingga perayaan Natal kali ini benar-benar menjadi perayaan yang penuh sukacita dan kedamaian,” tegasnya.

Ia berharap, dengan menjaga ketertiban dan memperkuat kebersamaan, masyarakat Kabupaten Kupang dapat merasakan damai sejahtera yang sejati dalam perayaan Natal. “Kiranya melalui perayaan Natal ini, seluruh masyarakat Kabupaten Kupang memperoleh damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus,” pungkasnya.

Damai dan Tetap Kondusif

Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, mengimbau seluruh umat Katolik dan masyarakat umum agar merayakan Natal dengan membawa damai Kristus serta menjaga suasana perayaan tetap kondusif, aman dan penuh kebersamaan.

Pesan tersebut disampaikan Uskup Dominikus melalui kanal YouTube Komsos Keuskupan Atambua, yang dikutip Pos Kupang, Selasa (23/12).

“Bagi seluruh umat Katolik di seluruh wilayah Keuskupan Atambua dan wilayah lainnya, selamat merayakan Natal Tuhan Yesus. Tuhan lahir bagi kita, lahir di tengah keluarga-keluarga kita, dalam hidup kita setiap hari dan dalam ruang lingkup pelayanan serta pekerjaan kita,” ujar Mgr. Dominikus.

Uskup Domi juga mengajak umat Katolik untuk menghayati makna Natal dengan menghadirkan damai Kristus dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Marilah kita membawa damai Natal dalam kehidupan keluarga dan masyarakat kita, membangun damai sejati, membangun sukacita dan membangun pengharapan seperti yang dirayakan dalam Tahun Yubileum Biasa 2025, pengharapan yang tidak pernah mengecewakan. Damai Tuhan selalu menyertai kita,” lanjutnya.

Selain itu, Uskup Dominikus juga menyampaikan ucapan selamat menyongsong Tahun Baru 2026 yang dirayakan bersamaan dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah pada 1 Januari 2026.

“Saya juga mengucapkan selamat menyongsong Tahun Baru 2026. Mari kita merayakan dua momentum iman ini, yakni Hari Raya Natal dan Hari Raya Bunda Allah pada 1 Januari 2026, dengan sikap iman yang benar,” katanya.

Uskup Domi menegaskan sikap iman yang benar hendaknya membawa kesejahteraan, mempererat persaudaraan dengan semua orang dan seluruh ciptaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap alam.

“Sikap iman yang benar adalah sikap iman yang membawa kesejahteraan, iman yang bersaudara dengan semua orang dan segala sesuatu, serta iman yang semakin mencintai alam ciptaan Tuhan dan memeliharanya sebagai kebutuhan dan keperluan bersama,” ujarnya.

Uskup Dominikus mengajak umat untuk memelihara seluruh ciptaan karena Tuhan mencintai semuanya dan mempersatukan semuanya dalam kasih.

“Saya mengimbau umat Katolik seluruhnya dan masyarakat pada umumnya agar menjaga suasana perayaan yang kondusif, jauh dari hiruk-pikuk dan keributan-keributan yang sering kali menimbulkan keonaran sosial di tengah keluarga, masyarakat, dan dalam lingkup kehidupan kita,” tegasnya.

Ia pun mengajak semua pihak untuk menjaga kebersamaan, persaudaraan, dan kasih selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Sementara Keuskupan Agung Kupang mengeluarkan Surat Gembala Natal Tahun 2025 pada tanggal 22 Desember 2025. Melalui Surat Gembala Natal, Uskup Agung Kupang Mgr.Hironimus Pakaenoni memberikan salam dan berkatnya bagi umat Katolik yang berada di wilayah Keuskupan Agung Kupang. 

Dalam surat gembala tersebut, Uskup Hironimus menyampaikan bahwa Pesan Natal sesungguhnya membawa penghiburan dan harapan bagi keluarga-keluarga dewasa ini 

yang tidak pernah sepi dari berbagai persoalan, tantangan, dan kesulitan. 

Immanuel, Allah beserta kita lanjutnya, menegaskan bahwa tidak ada keluarga yang dilupakan, tidak ada rumah yang ditinggalkan, dan tidak ada penderitaan yang luput dari perhatian-Nya.

Dengan Tema Natal tahun ini “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Natal mengajarkan kita bahwa keluarga bukanlah sekadar lembaga sosial buatan manusia, melainkan tempat yang kudus, tempat Allah tinggal, berbicara, dan menyelamatkan. 

Damai dalam Keluarga

Ketua Majelis Klasis (KMK) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Sabu Barat-Raijua, Pdt Femy Susanti Neno, S.Th mengimbau para jemaat untuk menciptakan momen hari Natal tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 yang damai dalam keluarga.

Pdt. Femy mengatakan, dalam terang tema Natal “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” sebagaimana disaksikan dalam Matius 1:21–24. Kelahiran Yesus Kristus yang dinyatakan sebagai Dia yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa, tidak terjadi dalam ruang yang terpisah dari realitas keluarga, melainkan justru hadir di dalam pergumulan sebuah keluarga sederhana, yakni keluarga Yusuf dan Maria, yang bergumul dengan rasa takut, ketidakpastian, dan tekanan sosial, namun memilih taat kepada kehendak Allah. 

“Jadi, Natal menegaskan bahwa Allah tidak hanya datang untuk menyelamatkan individu, tetapi juga untuk memulihkan dan menjaga keutuhan keluarga sebagai dasar kehidupan bersama,” kata Pdt Femy, Selasa (23/12).

Menurut Pdt. Femy, dalam konteks masyarakat Sabu Raijua, di mana keluarga adalah pusat pendidikan nilai, iman, dan karakter, tema Natal yang diusung pun menjadi seruan Kenabian agar setiap keluarga membuka diri bagi kehadiran Allah yang menyelamatkan, membimbing, dan memperbarui cara hidup.

Tema itu, lanjutnya, sekaligus menjadi cermin yang jujur bagi realitas kehidupan keluarga di Sabu Raijua, di mana tidak sedikit keluarga terluka oleh praktik judi yang menguras penghasilan dan menumbuhkan pertengkaran, oleh konsumsi minuman keras yang melumpuhkan tanggung jawab orang tua.

Kemudian, oleh perkelahian yang meninggalkan trauma bagi anak-anak, ujaran kebencian dan berita hoax yang merusak relasi, perilaku merusak alam, serta oleh perilaku ugal-ugalan di jalan yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawa dan menghancurkan masa depan keluarga.

“Natal mengingatkan bahwa Allah tidak berkenan pada kebiasaan hidup yang merusak keluarga, sebab Anak yang lahir di Betlehem datang untuk menyelamatkan, bukan menghancurkan; memulihkan, bukan mencederai,” ujar Pdt Femy.

Lebih lanjut, Pdt Femy mengatakan, gereja dengan kasih dan tanggung jawab pastoral menghimbau seluruh jemaat untuk menjadikan tema Natal ini sebagai dasar pertobatan keluarga, yakni keberanian untuk meninggalkan kebiasaan lama yang selama ini dianggap biasa, tetapi sesungguhnya menghancurkan relasi suami-istri, merusak teladan bagi anak-anak, dan melemahkan kesaksian iman di tengah masyarakat.

“Merayakan Natal dengan mabuk, perjudian, perkelahian, ujaran kebencian, merusak alam, dan kebut-kebutan di jalan bukanlah tanda sukacita Natal, melainkan tanda bahwa keluarga telah kehilangan arah dan butuh pemulihan,” ujar Pdt Femy.

Pdt Femy menegaskan, Natal justru mengajak keluarga untuk merayakan kehadiran Allah melalui ibadah bersama, percakapan yang membangun, pengendalian diri, serta sikap saling menjaga, termasuk menjaga keselamatan di jalan raya dan juga menjaga alam sebagai wujud penghormatan terhadap kehidupan yang adalah anugerah Tuhan.

“Ketertiban, keamanan, dan sikap saling menghormati bukan hanya kewajiban sosial, melainkan wujud nyata dari iman yang bertanggung jawab,” tandasnya.

Pdt Femy menambahkan, memasuki Tahun Baru 2026, gereja mengajak seluruh jemaat dan masyarakat Sabu Raijua untuk menjadikan tema Natal ini sebagai komitmen hidup bersama, yakni membangun keluarga yang takut akan Tuhan, menolak segala bentuk kekerasan dan perilaku destruktif, serta menumbuhkan budaya hidup yang menghargai keselamatan, kedamaian, dan martabat manusia, secara jujur dengan berkata benar untuk yang benar dan salah untuk yang salah.

“Kiranya lewat perayaan Natal yang dimaknai secara benar, Allah yang hadir dalam Yesus Kristus sungguh menyelamatkan keluarga-keluarga di Sabu Raijua, memulihkan relasi yang retak, meneguhkan iman, dan membawa pengharapan baru bagi kehidupan bersama di masa yang akan datang. Helama Tona Ie,” pungkasnya. (nov/pet/dim/mey/ria)

Polri Gencarkan Patroli

Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kapolres menjelaskan Polres Belu saat ini telah melaksanakan pengamanan secara terbuka dan tertutup di tempat-tempat yang menjadi pusat peribadatan umat Kristiani. Pengamanan dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah Natal dapat berlangsung dengan aman, khidmat, dan lancar.

“Pengamanan kami laksanakan secara terbuka dan tertutup di gereja-gereja serta lokasi peribadatan lainnya. Selain itu, kami juga menempatkan pos pengamanan di sejumlah titik strategis,” ujarnya saat diwawancara Pos Kupang, Selasa (25/12) terkait kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Belu.

Selain pengamanan ibadah Natal, Polres Belu juga meningkatkan kesiapsiagaan menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026. Patroli akan digencarkan, terutama di titik-titik pusat keramaian yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat.

“Untuk pengamanan malam tahun baru, kami melaksanakan patroli di titik-titik pusat keramaian guna menjaga kondusivitas wilayah di Kabupaten Belu,” jelasnya.

Kapolres Belu juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketenangan dan ketertiban umum.

“Dengan dukungan seluruh masyarakat, kami berharap pelaksanaan ibadah Natal 2025 dan perayaan Tahun Baru 2026 dapat berjalan aman dan kondusif,” katanya.

Kepada masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru, Kapolres mengingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, serta memperhatikan kondisi cuaca.

Dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru tahun ini, Polres Belu menurunkan sebanyak 78 personel, yang didukung jajaran Polsek, TNI, serta instansi terkait lainnya. 

Kapolres Belu berharap perayaan Natal dan Tahun Baru dapat membawa kedamaian, kebahagiaan, serta mempererat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Belu. (gus) 

Pengunjung Melonjak 20 Persen 

Ramayana Flobamora Mall Kupang tampak ramai dan semarak menjelang perayaan Natal 2025. Sejak pagi hingga malam hari, pengunjung terus berdatangan untuk berburu kebutuhan Natal, mulai dari pakaian, sepatu, hingga perlengkapan hadiah.

Deretan rak fashion terlihat dipadati pembeli. Antrean di kasir pun mengular, terutama pada sore dan malam hari. Alunan lagu-lagu Natal menambah nuansa hangat, sementara spanduk promo dengan potongan harga mencolok terpampang di berbagai sudut area penjualan.

Manager Ramayana Kupang Roby Kase, mengatakan tahun ini pihaknya tidak mengusung konsep khusus dalam perayaan Natal, namun lebih memaksimalkan strategi promosi, terutama melalui media sosial.

“Tidak ada konsep khusus untuk perayaan Natal 2025, kami lebih memaksimalkan promosi melalui media sosial. Promo yang ditawarkan berupa fashion termurah dan kebutuhan Natal yang lengkap,” ujar Roby, Selasa (23/12).

Ia mengungkapkan, sejak memasuki bulan Desember terjadi lonjakan traffic pengunjung hingga sekitar 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini turut mendorong optimisme manajemen terhadap pencapaian target penjualan.

“Saat ini ada kenaikan traffic pengunjung sekitar 20 persen. Target sale kami harapkan bisa naik sekitar 15 persen di bulan Desember ini,” ujarnya.

Roby pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Natal dengan berbelanja hemat.  “Pesan kami, belanja murah dan belanja hemat hanya di Ramayana Flobamora Mall,” ungkap Roby.

Salah seorang pengunjung Maria Florisita Sambu sibuk memilih pakaian sambil membawa beberapa kantong belanja. Ia mengaku memilih Ramayana karena harga yang terjangkau dan pilihan barang yang lengkap.

“Saya sengaja belanja di sini karena banyak diskon. Kebutuhan Natal seperti baju dan sepatu bisa didapat dengan harga lebih murah,” ungkapnya.

Pengunjung lainnya, Andreas Yoga Styawan, yang datang bersama keluarga, menyebut suasana Ramayana terasa lebih ramai dibandingkan hari biasa. “Ramai sekali, ditambah banyak diskon dan promo yang bisa digunakan sehingga menghemat pengeluaran apalagi bawa keluarga” ujarnya.

Ia juga mengatakan peralatan Natal atau ornament-ornamen bisa ia dapatkan dengan mudah karena cukup lengkap. 

Pantauan Pos Kupang,  hiasan ornamen Natal dan warna merah mendominasi suasana Ramayana menjelang Natal. Selain itu tampak area parkiran juga dipadati baik kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Dengan suasana belanja yang ramai, promo menarik, serta kebutuhan Natal yang lengkap, Ramayana Flobamora Mall Kupang menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat untuk berbelanja menjelang Hari Raya Natal 2025.(Iar) 

Pos terkait