Tahun 2025 ini sungguh tahun yang harus dilalui dengan penuh kesabaran, pikiran jernih karena perjuangan yang harus saya dan rekan lain lalui benar benar memerlukan kerja keras ekstra. Ekstra cerdas dan ekstra kerja keras yang artinya kita harus mengerahkan kemampuan diri semaksimal mungkin. Pol polan bahasa kerennya. Hehe…
Tahun ini saya membayar pajak mobil untuk dua tahun sekaligus. Karena benar benar lupa dan tentu saja ada biaya tambahan untuk dendanya. Padahal saya sekeluarga tipe orang yang disiplin dalam hal bayar membayar karena tanggal di kalender adalah penanda dan pengingat beberapa hal penting yang harus mendapat perhatian khusus. Pajak motor dan perpanjangan SIM aman seperti biasa, tetapi bulan yang saya lingkari untuk k membayar pajak mobil entah mengapa salah dan menjadi mundur. Mungkin karena waktu itu, saya tidak melihat STNK sendiri dan meminta tolong untuk membacakan. Maklum tahun kemarin Ayah Ibu saya berkesempatan menunaikan ibadah Haji dan banyak kerabat serta anggota keluarga berkumpul. Sepertinya adik saya yang mungkin keliru membaca STNK mobil lainnya dan instruksi saya kurang jelas dipahami nya. Belum lagi kesibukan menjadi panitia pemungutan suara atau Pilkada didaerah juga memerlukan perhatian konsentrasi khusus karena saya Ketua KPPS yang harus melayani sua warga yang mempunyai hal pilih di DPT saya.
Semua mengeluh tentang sepinya pasar dan roda perekonomian yang surut dan sepi. Daya beli konsumen untuk beberapa produk kecuali bahan pokok terasa sangat menurun. Rekan kompasianers apakah merasakan hawa yang sama didaerah tempat kalian tinggal. Usaha yang agak sepi juga mungkin dialami sahabat yang punya aneka jenis usaha. Kios saya di pasar yang harus saya tutup disatu tempat karena sudah tidak kita fungsikan sebagai gudang untungnya langsung ada yang menyewa untuk usaha kulinernya yang sedang ramai. Nah, untungnya bisa dialihfungsikan sehingga kami tetap ada pemasukan dari sewa.
Yah begitulah, pengeluaran tak terduga padahal saya sendiri sering membaca status media sosial tentang keringanan atau pemutihan membayar pajak kendaraan bermotor yang telat. Perasaan sih aman dan sudah membayar dan ternyata terlewato begitu saja. Khilaf yang tak ingin saya ulangi lagi. Tetapi bersyukurnya saya mendapatkan berita gembira tentang hasil investasi yang jumlahnya lumayan bagi saya karena nantinya bisa untuk saya anggarkan untuk biaya Naik Haji saat panggilan Haji Reguler saya tiba waktunya. Sungguh saya berdoa agar usia saya di mampukan lahir batin untuk bisa menunaikan ibadah Haji, sehat dan bahagia tentu saja.
Pengeluaran tak terduga lainnya adalah karena dua sepupu saya menikah ditahun ini.. Berita bahagia sebenarnya karena rezeki jodoh kan membawa rasa senang tersendiri. Tetapi ya itu, karena masih keluarga kami kan juga harus ikut membersamai setiap acara agar berjalan lancar. Seragam, persiapan dapur dan printilan lainnya menjadi semacam kewajiban bersama untuk saling membantu sesuai dengan porsi kemampuan anggota keluarga besar. Iya betul, senang saat ada yang bertemu jodoh dan memulai lembaran hidup baru. Tentu saja ikhlas membantu secara finansial karena kami semua tentu berharap menjalani bahtera Rumah Tangga cukup sekali saja. Pasti ada rekan lain juga yang menerima berkah cerita kehidupan yang sama. Tetapi berita duka juga saya terima sehubungan dengan anggota kerabat keluarga yang berpulang ke Rahmatullah. Paman atau Om saya adik Ayah yang terkecil sudah mendahului keluarga besar kami untuk berpulang ke tempat yang lebih abadi. Karena kami berbeda pulau, tentu saja ada perhatian khusus dari segi biaya.
Iya betul, tahun 2025 ini ada ekstra pengeluaran khusus dan tentu saja harus saya ambil hikmahnya. Tidak apa asal kita sudah menabung atau menyisihkan anggaran Rumah Tangga khusus untuk banyak hal peristiwa mendadak yang harus kita alami. Suka dan duka diterima dengan lapang dada. Pun sama halnya dengan situasi dan kondisi Negara tercinta kita ditahun ini. Bencana alam yang menyisakan duka dibeberapa wilayah terdampak yang cukup parah diSunatera dan daerah lain yang sering harus menjadi langganan banjir.
Menguras tenaga, pikiran dan tentu saja memerlukan biaya materi ekstra mau tidak mau memang harus dialami kita semua ditahun 2025 ini. Tahun keras, hard year tetapi ada banyak hikmah yang harus kita bisa petik dari pelajaran hidup ini. Semoga bisa memperoleh perenungan positif agar kita punya semangat yang lebih kuat lagi untuk menyongsong tahun 2026 dengan lebih disiplin dan bijaksana.







