– Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pasar gaming terbesar di Asia dengan lebih dari 155 juta gamer aktif.
Di tengah dominasi mobile gaming, aktivitas bermain gim kini telah berkembang menjadi ruang hiburan, komunitas, hingga jalur prestasi bagi generasi muda, khususnya di ranah esports yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Didominasi gamer berusia 16–24 tahun yang aktif bermain setiap hari, gaming tidak lagi sekadar hobi.
Ia telah menjadi gaya hidup digital yang membentuk identitas, memperluas jejaring sosial, serta mendorong aspirasi karier.
Budaya community-driven play pun kian menguat, mulai dari mabar harian, push rank bersama, hingga partisipasi dalam turnamen kompetitif.
Sejalan dengan tren tersebut, (SGGA) 2025 powered by TL CUP resmi memasuki babak puncak.
Mengusung format East Region dan West Region, kompetisi ini membuka peluang yang lebih merata bagi gamer dari seluruh Indonesia.
Tim-tim terbaik dari kedua wilayah akhirnya bertemu dalam final offline bertajuk Bali Major, menghadirkan atmosfer pertandingan yang lebih intens, strategis, dan kompetitif.
Setelah melewati rangkaian babak penyisihan yang ketat dan menyaring ratusan peserta dari berbagai daerah, Team Vagos berhasil keluar sebagai juara SGGA 2025 powered by TL CUP pada 13 Desember 2025.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa talenta esports Indonesia mampu bersinar ketika mendapatkan panggung, pembinaan, serta dukungan teknologi yang memadai.
Head Coach SGGA 2025 powered by TL CUP, Saint De Lucaz, menilai perkembangan para pemain terlihat sangat signifikan sepanjang turnamen.
“Bukan hanya dari sisi mekanik permainan, tetapi juga pengambilan keputusan dan ketenangan saat berada di bawah tekanan. Fokus kami sejak awal adalah membangun basic in-game, komunikasi, dan decision-making sebagai fondasi pemain kompetitif,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan Galaxy A36 5G membantu proses latihan dan evaluasi berjalan optimal.
“Performa yang stabil tanpa frame drop membuat penilaian benar-benar murni pada kemampuan pemain, bukan kendala perangkat. Ini menguatkan keyakinan saya bahwa potensi esports Indonesia sangat besar jika dibarengi pembinaan yang konsisten dan attitude yang tepat,” tambahnya.
Ditenagai Snapdragon 6 Gen 3, Galaxy A36 5G menghadirkan performa responsif yang mendukung pengambilan keputusan krusial dalam hitungan detik.
Layar Super AMOLED 6,7 inci 120Hz memberikan visual yang halus dan tajam, membantu pemain membaca momentum permainan secara presisi.
Untuk kebutuhan latihan intensif, baterai 5.000 mAh dengan 45W fast charging memastikan sesi scrim berjalan tanpa gangguan.
Sistem Larger Vapor Chamber juga menjaga suhu perangkat tetap stabil saat pertandingan memasuki fase paling menegangkan. Dukungan konektivitas 5G memungkinkan para finalis berlatih dari mana saja dengan latensi minimal.
Kapten Team Vagos, Zekha, menyebut gelar juara Bali Major menjadi dorongan mental besar bagi timnya.
“Galaxy A36 5G membantu kami menjaga performa tetap stabil, dari latihan panjang hingga pertandingan krusial, tanpa lag dan dengan visual yang sangat jernih,” bebernya.
“Kami pulang bukan hanya membawa piala, tetapi juga keyakinan bahwa dengan kerja sama tim, disiplin, dan attitude yang baik, mimpi menuju level profesional bisa kami kejar,” tambahnya.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Verry Octavianus, menegaskan bahwa Galaxy A36 5G dihadirkan sebagai perangkat andalan bagi gamer yang ingin terus berkembang.
“Sepanjang turnamen, Galaxy A36 5G bukan hanya menjadi alat bertanding, tetapi partner bagi para finalis dalam mengasah kemampuan. SGGA 2025 powered by TL CUP membuktikan bahwa anak muda Indonesia dari berbagai wilayah mampu meningkatkan level permainan, memperluas mimpi, dan menunjukkan versi terbaik dari diri mereka,” tutup Verry. ***







