Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata Batu Belimbing Bangka Selatan Diserbu Ribuan Wisatawan

, BANGKA – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendongkrak kunjungan wisata ke Destinasi Wisata Batu Belimbing, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selama beberapa hari terakhir, jumlah wisatawan yang datang tercatat mencapai hingga ribuan orang. Hal ini menandai tren peningkatan kunjungan dibanding tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Sejumlah wisatawan didominasi keluarga dan anak-anak tampak memadati kawasan wisata Batu Belimbing. Sejumlah anak-anak bahkan bermain dan berfoto di salah satu spot ikonik berupa replika sepeda Toboali. Dengan latar belakang gugusan batu granit raksasa yang menjadi ciri khas geowisata Batu Belimbing. 

Sejumlah wisatawan tampak beristirahat di bawah rindangnya pepohonan di kawasan wisata Batu Belimbing. Pengunjung dari berbagai usia terlihat duduk santai di atas hamparan rumput sambil bercengkrama dan menikmati suasana alam setelah berkeliling destinasi wisata.

Ramainya pengunjung menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi wisata alam tersebut pada momentum libur akhir tahun.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batu Belimbing, Hayi mengatakan lonjakan wisatawan mulai terlihat sejak libur Natal dan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Pengunjung tidak hanya berasal dari dalam daerah, tetapi juga dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga luar provinsi. Tercatat selama momentum libur kurang lebih 3.000-an orang pengunjung mendatangi kawasan destinasi wisata tersebut.

“Pengunjung datang dari Kabupaten Bangka Barat, Kota Pangkalpinang, bahkan ada yang dari Pulau Belitung. Selain itu, wisatawan dari luar daerah seperti Palembang, Jakarta dan Bandung,” kata dia kepada , Minggu (28/12/2025).

Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung tahun ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya destinasi wisata penunjang di Kota Toboali. Kehadiran wahana hiburan baru, seperti bianglala dan rainbow slide di kawasan Simpang Lima Toboali serta pengembangan wisata pantai lainnya, turut mendorong minat wisatawan untuk singgah ke Batu Belimbing. Karena antara destinasi wisata satu dan lainnya memiliki keterikatan pada momentum liburan.

Wisatawan biasanya tidak hanya datang ke satu lokasi, tetapi sekaligus mengunjungi beberapa tempat wisata di Toboali, termasuk Batu Belimbing.

Hayi menuturkan, Batu Belimbing memang dikenal ramai saat momentum libur panjang, seperti Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri maupun selama bulan Ramadan. Ia optimis kunjungan wisatawan masih akan terus meningkat hingga puncak libur Tahun Baru 2026.

“Insya Allah kunjungan wisatawan ini akan terus meningkat. Terutama mulai pekan depan hingga tahun baru 2026,” papar Hayi.

Lebih jauh lanjut dia, tingginya arus wisatawan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal turut merasakan manfaat dari ramainya kunjungan wisatawan.

Terutama para pengrajin terasi khas Toboali, rusip atau olahan ikan maupun penjual kue tradisional. Biaya masuk destinasi wisata yang gratis semakin menambah minat antusias masyarakat untuk datang ke kawasan destinasi wisata tersebut.

Pokdarwis Batu Belimbing berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan kawasan wisata, salah satunya melalui promosi aktif di media sosial. Termasuk pembangunan spot-spot baru yang tetap mengedepankan kelestarian alam.

Ia berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana penunjang wisata.

Dukungan tersebut sangat penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata lokal. Dengan potensi alam yang unik dan dukungan pengelolaan yang berkelanjutan, Batu Belimbing diharapkan terus menjadi magnet wisata unggulan Bangka Selatan, khususnya pada momentum libur akhir tahun.

“Peningkatan sarana dan prasarana sangat penting untuk meningkatkan minat wisatawan berkunjung,” pungkasnya.

Sementara itu, seorang wisatawan asal Desa Bakit, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Ratnawati menilai destinasi wisata Batu Belimbing kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. 

Ia mengaku sudah sering berkunjung ke lokasi tersebut sejak dahulu dan melihat adanya peningkatan dari tahun ke tahun. Ia mengatakan, kunjungan kali ini merupakan yang ketiga kalinya ke Batu Belimbing. 

Namun berbeda dari sebelumnya, kali ini dirinya sengaja mengajak anak-anak dan keluarga untuk mengisi waktu libur sekolah.

Ratnawati mengaku tertarik berkunjung ke Kabupaten Bangka Selatan, khususnya Kota Toboali, karena banyaknya destinasi wisata baru yang terus bermunculan. Kehadiran wahana hiburan seperti bianglala dan rainbow slide membuatnya penasaran untuk kembali datang.

“Sekarang di Toboali banyak destinasi wisata baru. Ada bianglala dan rainbow slide, jadi penasaran juga. Sekalian libur sekolah, langsung ke sini bersama keluarga,” sebutnya.

Ia menilai Bangka Selatan menunjukkan kemajuan yang cukup pesat dibandingkan sejumlah daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata.

Kedepan, Ratnawati berharap seluruh destinasi wisata yang ada dapat terus dirawat dan dijaga bersama, baik oleh pengelola maupun pengunjung. 

Ia juga berharap adanya penambahan sarana pendukung dan spot foto yang menarik untuk kebutuhan promosi di media sosial.

Bahkan dirinya mengaku masih akan bertahan berliburan di Kota Toboali selama dua hari ke depan untuk mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata terbaru di Kabupaten Bangka Selatan.

“Penginapan dan homestay juga sudah banyak, jadi sangat mendukung wisatawan. Mungkin ke depan bisa ditambah lagi promosi jajanan dan kuliner khas Toboali, terutama di pusat kota,” pungkas Ratnawati.

Destinasi Wisata Batu Belimbing 

Destinasi Wisata Batu Belimbing terletak di Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari pusat Kota Toboali. Untuk tiba di kawasan destinasi wisata Batu Belimbing memang perlu tricky atau kehati-hatian.

Sebab pengunjung harus melintasi jalan yang tidak terlalu lebar, membelah permukiman penduduk. Ada banyak persimpangan, belokan dan tanjakan.

Agar tidak tersesat, mata harus jeli melihat plang penunjuk arah yang kadang tidak terlihat dengan mudah dari dalam kendaraan. Alhasil, bertanya pada penduduk setempat atau menggunakan google maps bisa menjadi pilihan yang tepat dan efisien. 

Batu Belimbing merupakan kawasan geowisata ikonik dengan gugusan batu granit berukuran raksasa yang bentuknya menyerupai belimbing akibat erosi alam. Tempat ini menawarkan pemandangan laut yang indah, spot foto menarik dengan sentuhan warna-warni, area beristirahat, dan menjadi ikon geowisata langka yang bisa dinikmati.

Waktu terbaik untuk menikmati keindahan alam tersebut yakni sore hari untuk foto siluet dan matahari terbenam.

Dengan biaya parkir terjangkau dan gratis biaya masuk menjadikannya tempat liburan santai yang unik di pesisir Kabupaten Bangka Selatan.

Daya tarik utama ada pada keunikan batu granit alias batu-batu besar dengan ukiran alami mirip buah belimbing yang langka di dunia. Berada di area pesisir, pengunjung bisa menikmati lanskap laut sambil bersantai di atas batu.

Selain itu ada banyak spot foto menarik. Area yang sudah ditata dengan sentuhan warna-warni dan pagar kayu, ada juga area kosong rindang untuk istirahat dan naik ke batu yang lebih tinggi untuk pemandangan lebih baik.

Destinasi wisata Batu Belimbing banyak menawarkan pemandangan alam, spot foto menarik termasuk replika sepeda Toboali. Selain itu ada fasilitas dasar seperti toilet, mushola, gazebo yang menambah kenyamanan pengunjung.

(/Cepi Marlianto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *