Tak perjuangkan hak asuh anak, Marshanda ungkap ketakutan terbesarnya setelah 10 tahun bercerai

Marshanda menceritakan ketakutan yang hingga kini terkadang masih muncul meski sudah lebih dari 10 tahun bercerai. Ketakutan itu berkaitan dengan keputusannya di masa lalu saat berpisah dari Ben Kasyafani.

Marshanda diketahui resmi bercerai dari Ben Kasyafani pada tahun 2014 silam. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai satu orang anak perempuan bernama Sienna.

Bacaan Lainnya

Saat perceraian terjadi, hak asuh Sienna jatuh kepada Ben Kasyafani. Pada waktu itu, Marshanda memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas hak asuh anaknya.

Keputusan tersebut diambil dengan berbagai pertimbangan yang menurutnya paling baik untuk Sienna. Namun, pilihan itu justru menjadi ketakutan yang kadang masih menghantui pikirannya hingga kini.

Marshanda kemudian menceritakan perasaan tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @marshanda99. Ia mengungkapkan bahwa ketakutan itu kembali muncul setelah melakukan pembicaraan penting dengan sang anak.

“Dua hari lalu, gue punya pembicaraan penting dengan anak perempuan gue, ini tuh berasal dari ketakutan gue yang kadang-kadang masih suka muncul after ten years berpisah dengan ayahnya Sienna,” kata Marshanda.

Ia pun mengingat kembali proses perceraian dan keputusan yang diambil saat itu. “Waktu proses cerai dan gue tidak naik banding untuk fight harder untuk memenangkan hak asuh atas Sienna, karena gue percaya bahwa mantan suami gue adalah seseorang yang dewasa dan kita akan bisa co-parenting sebaik yang kita bisa,” ujar wanita berusia 36 tahun ini.

Keputusan Marshanda untuk tidak mengajukan banding sempat menuai kekhawatiran dari orang-orang terdekatnya. Bahkan, mantan pengacaranya pernah mengingatkan dampak emosional yang mungkin terjadi di masa depan.

“Ca, kalau kamu sekarang nggak naik banding, suatu hari nanti Sienna akan datang ke kamu dan dia akan marah, dia akan bilang kecewa sama kamu karena nggak berjuang lebih keras supaya memenangkan hak asuh supaya kamu bisa tinggal satu rumah dan mengasuh dia sepenuhnya,” ucap pengacara Marshanda kala itu.

Meski sempat merasa takut dengan perkataan tersebut, Marshanda tetap teguh pada pilihannya. “Walaupun gue sempat merasa takut setelah pengacara bilang itu waktu itu, gue tetap memutuskan untuk continue with my blind faith to God yaitu tidak berantem,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menciptakan kenangan buruk di benak sang anak. “Tidak berperang lebih jauh dengan naik banding dan menciptakan memori bahwa Ayah dan Ibu itu berantem waktu aku kecil di kepalanya Sienna, I don’t want that. Makanya gue nggak berjuang untuk hak asuh,” lanjut Marshanda.

 

Seiring waktu, proses awal yang berat itu mulai terlewati dan Sienna pun tumbuh semakin dewasa. Saat ini, Sienna telah mengambil keputusan untuk tinggal bersama Marshanda.

Meski demikian, ketakutan atas ucapan mantan pengacaranya terkadang masih muncul. Hal itulah yang mendorong Marshanda untuk bertanya langsung kepada Sienna tentang perasaannya.

“Beberapa hari lalu gue ngomong sama Sienna apa dia punya perasaan kecewa ke Ibu dan berharap gue berjuang untuk Sienna. Terus gue udah siap-siap menerima jawaban yang gue takutin,” tuturnya.

Namun jawaban Sienna justru membuat Marshanda merasa lega dan bahagia. “Tapi ternyata Sienna jawab dengan satu kalimat simpel, dia bilang ‘Ibu aku nggak butuh ibu yang sempurna, aku butuh ibu yang ada untuk aku’ dan itu adalah bukti bahwa keyakinan gue kepada Tuhan itu nggak sia-sia,” kata Marshanda.

Dalam unggahan tersebut, Marshanda tampak senang dan bahagia. Raut wajahnya mencerminkan kelegaan atas jawaban tulus dari sang anak.

Unggahan Marshanda itu pun menuai banyak simpati dari warganet. Banyak yang memuji kedewasaan dan keteguhan Marshanda sebagai seorang ibu.

Akun Instagram @rrie**** menuliskan komentar, “Kamu terbaik, kamu dewasa, dan kamu seorang ibu yang keren,” katanya. Sementara akun @sasan*** juga berkomentar, “Cha, kamu tuh keren banget. Sienna pasti bangga banget punya ibu yang hebat kayak lo.” (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *