Primbon Jawa: Arti kelahiran 28 Oktober 2002 menurut hitungan wuku dan weton

BOLTIM Pikiran Rakyat – Primbon Jawa, kelahiran tanggal 28 Oktober 2002 memiliki arti yang unik jika dilihat melalui hitungan wuku dan weton. Ramalan ini membahas seputaran watak, pergaulan, tentang harta/ rezeki, jodoh, kecocokan dalam pekerjaan, tentang sifat dan perilaku menurut Primbon Jawa.

Primbon Jawa sendiri dipercaya oleh masyarakat Jawa bahkan di luar Pulau Jawa sebagai cara mengetahui keberuntungan di masa depan. Meski hanya ramalan, namun banyak orang yang mempercayai proses kehidupan yang dihitung berdasarkan perhitungan wuku dan weton.

Bacaan Lainnya

Sebelum lanjut ke Ramalan Primbon Jawa Lahir 28 Oktober 2002 menurut perhitungan wuku dan weton bahwa, Primbon Jawa merupakan kitab warisan nenek moyang yang berorientasi pada hubungan manusia dengan alam semesta. Bahkan hingga saat ini, Primbon dipercaya sebagai pedoman atau acuan dalam menentukan tindakan atau sikap dalam beraktivitas.

Adapun beberapa kitab Primbon Jawa telah disimpan rapi oleh pemerintah Indonesia di Perpustakaan Nasional. Jenis-jenis primbon yang ada di perpustakaan antara lain Kitab Ta’bir, Primbon Padhukunan Pal-Palan, Mantra Siwastra Raja, dan Lontarak Bola.

Berikut ramalan Primbon Jawa Lahir 28 Oktober 2002 menurut perhitungan wuku dan weton:

  • Tanggal Masehi : 28 Oktober 2002, Senin Soma
  • Tanggal Jawa : 21 Ruwah 1935, Senen Pahing
  • Tanggal Hijriah : 21 Syaban 1423

Watak berdasarkan weton

  • Dina : Senen

    Selalu berubah, indah dan banyak mendapatkan simpati.

  • Pasaran : Pahing

    Selalu ingin memiliki (barang), kesungguhannya penuh perhitungan untuk mendapatkan untung, suka menolong, mandiri, kuat lapar, banyak musuhnya, kalau tersinggung menakutkan marahnya, suka kebersihan. Sering kena tipu dan kalau kehilangan jarang bisa menemukan kembali.

  • Haståwårå/Padewan : Kala

    Pemarah, suka mengganggu orang lain, suka berbohong.

  • Sadwårå : Wurukung

    (Hewan) Kurang waspada.

  • Sångåwårå/Padangon : Dadi

    (Kayu) Berselera tinggi dan tidak mau dilebihi orang lain.

  • Saptåwårå/Pancasuda : Bumi Kapethak

    Suka bekerja, kuat menderita dan mendapatkan kekecewaan.

  • Rakam : Kala Tinantang

    Pemberani hingga banyak dimusuhi.

  • Paarasan : Lakuning Lintang

    Kesepian, suka menyendiri, bersifat pendeta, miskin.

Watak berdasarkan wuku

  1. Dewa Bumi : Bethara Maharesi, banyak bicara.
  2. Pohonnya Cemara : Angkuh, suka berbuat “tidak baik” (suka menggoda).
  3. Burungnya Bethet : bisa mencari nafkah sendiri.
  4. Gedhongnya di depan dan di belakang : setengah hemat.
  5. Umbul-umbul ada di belakang : Keberuntungannya jatuh belakangan.
  6. Warigagung kethuk lindu : Sangat memperhatikan terhadap sandang pangan dirinya (sumber penghidupan).
  7. Aralnya : berasal dari sanak saudaranya sendiri.
  8. Sedekah / sesaji : Nasi uduk lauknya bebek putih yang dimasak berasa gurih, kuluban (dedaunan direbus) lima macam.
  9. Do’anya : rasul, slawatnya : 4 ketheng.
  10. Kala Jaya Bumi : ada di utara menghadap ke selatan. Saat wukunya berjalan selama 7 hari, sebaiknya menghindari bepergian menuju utara.
  11. Warigagung ladang mati : tempat yang mati.
  12. Wuku Warigagung baik untuk mendirikan rumah, bercocok tanam, berbesanan, berguru ilmu kebatinan.
  13. Tidak baik untuk pergi menyamar, pindah tempat, menyiksa binatang piaraan

Demikian ramalan kelahiran 28 Oktober 2002 menurut hitungan weton dan wuku dalam Primbon Jawa. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan memberikan gambaran tentang karakter, nasib, serta perjalanan hidup yang diungkap melalui perhitungan tradisional Jawa.

Tetaplah bijak dalam menyikapi ramalan ini, dan jadikan sebagai referensi tambahan untuk mengenal diri lebih baik. Semoga bermanfaat!

Ingin tahu ramalan tentang tanggal dan tahun kelahiranmu menurut perhitungan wuku dan weton dalam Kitab Primbon Jawa? Kamu bisa langsung mencarinya di kolom search Boltim Pikiran Rakyat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *