Lawan Bhayangkara FC, Van Basty Sousa tidak mau bicara tentang wasit, takut kena hukuman Komdis PSSI seperti rekannya di Persija?

Pemain Persija Jakarta, Van Basty Sousa, memilih untuk bungkam dan tidak memberikan komentar terkait kepemimpinan wasit menjelang pertandingan melawan Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan tunda kedelapan Super League.

Sikap hati-hati Van Basty ini muncul setelah rekan satu timnya, Ryo Matsumura, mendapatkan sanksi berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Matsumura harus menerima hukuman larangan bermain selama empat pertandingan ke depan serta denda sebesar Rp50 juta usai dianggap melakukan gestur tidak sportif pada pertandingan melawan Semen Padang FC.

Winger asal Jepang tersebut disinyalir melakukan gerakan yang mengindikasikan bahwa wasit Steven Yubel Poli telah dibayar dalam laga tersebut.

“Bicara tentang wasit, saya tidak mau ada komentar,” tegas Van Basty saat menghadiri konferensi pers jelang pertandingan melawan Bhayangkara FC.

Meski enggan berbicara panjang lebar soal wasit, Van Basty tetap menyampaikan harapannya terkait kepemimpinan wasit di pertandingan nanti.

“Tapi harapan kita, siapa yang jadi wasit, jadi wasit dengan baik, dan kita bisa bikin pertandingan luar biasa besok malam,” ujarnya.

Pemain asal Brasil tersebut menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memberikan penampilan maksimal untuk meraih kemenangan bagi Persija Jakarta.

“Karena fokus kita total itu untuk kemenangan besok dan dapat 3 poin, jadi tentang wasit itu saya serahkan kepada pengurus, dan itu juga bisa nilai sendiri yang lain,” jelas Van Basty.

Kemenangan menjadi target penting bagi Persija Jakarta setelah posisi ketiga klasemen sementara Super League kini direbut oleh Malut United.

Laskar Kie Raha berhasil menggeser Macan Kemayoran dari posisi tiga besar setelah meraih kemenangan atas Borneo FC pada pertandingan sebelumnya.

Van Basty menyatakan bahwa timnya telah melakukan persiapan maksimal untuk menghadapi Bhayangkara FC di laga kandang.

“Persiapan kita dengan baik kita lakukan, harapan kita bisa main luar biasa di depan The Jakmania,” kata gelandang bertahan berusia 28 tahun tersebut.

Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi faktor motivasi tersendiri bagi skuad Macan Kemayoran untuk tampil all out.

“Main di kandang itu penting buat kita, dan kita bisa dapat hasil maksimal dan bisa dapat 3 poin,” tutur Van Basty.

Meski mengakui bahwa pertandingan melawan Bhayangkara FC tidak akan berjalan mudah, Van Basty tetap optimistis timnya mampu meraih hasil positif.

“Kita tahu kita tidak mudah (menjalani) pertandingan ini, tapi dengan persiapan kita dan kekuatan total kita, kita akan hadapi pertandingan ini,” ujar Sousa.

Hasil tiga poin dari laga melawan Bhayangkara FC diharapkan menjadi obat penenang sementara bagi seluruh jajaran tim dan The Jakmania setelah hasil mengecewakan kontra Semen Padang FC di pertandingan sebelumnya.

Performa konsisten menjadi kunci bagi Persija untuk kembali bersaing di papan atas klasemen Super League musim ini.

Van Basty sendiri diprediksi akan kembali menghuni starting eleven Macan Kemayoran pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Duel antara Persija Jakarta melawan Bhayangkara FC akan berlangsung pada Senin (29/12/2025) pukul 19.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dukungan The Jakmania diharapkan mampu menjadi pembakar semangat para pemain Persija untuk meraih kemenangan penting demi menjaga asa finish di posisi tiga besar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *