Profil Amal Said dosen ludahi kasir, minta damai usai korban resmi lapor polisi

Amal Said dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) menguak alasan nekat meludahi kasir swalayan berujung viral.

Dalam pembelaanya, Amal Said menegaskan jika dirinya tidak menyerobot antrean seperti narasi beredar.

Bacaan Lainnya

“Awalnya memang saya singgah untuk membeli cemilan, setelah saya ambil belanjaan, turunlah saya ke kasir, saya antre disitu, saya sama sekali tidak menyerobot, saya ikut antrean,” ucap Amal melansir Kompas.com, Minggu (28/12/2025).

Saat tengah mengantre, kasir yang tidak berada jauh darinya sudah kosong. Dia pun berinisiatif untuk pindah ke kasir tersebut.  

“Saya liat ada kasir yang sudah kosong antreannya, jadi maksud saya supaya lebih ringkas apalagi masih ada orang dibelakang saya, akhirnya saya kesebelah ke kasir yang sudah kosong antreannya,” jelas dia.

Amal mengaku, cara menegur kasir tersebut seakan-akan tidak menghargai dirinya hingga akhirnya dia tersinggung dan spontan meludahi petugas wanita itu.

 “Setelah saya ditegur itu saya merasa dilecehkan, merasa dihina, saya ini orang tua, masa saya diperlakukan seperti itu. Kalau orang Bugis-Makassar diperbuat begitu kayak seperti tidak hargai, dihinakan, begitu saya rasakan saat itu,” ujarnya.

Minta Diselesaikan Kekeluargaan

Amal menyampaikan, setelah videonya tersebut viral di berbagai platform media sosial, nama baiknya pun tercoreng hingga karirnya sebagai dosen terancam.  

“Sekarang ini sudah rusak nama saya, bahkan mungkin juga berakibat ke tempat kerja saya ini. Rusak sekali saya ini. Satu detik saya berbuat itu, 33 tahun saya pegawai, mengajar, ribuan mahasiswa saya selesaikan, masa sedetik itu rusak segalanya, tidak sebanding,” kata Amal.

Amal juga berharap kasus yang sudah dilaporkan ke pihak kepolisian ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.  

Dia juga menyampaikan, agar kasir wanita berinisial N (21) juga mengakui kesalahannya sehingga masalah tersebut tidak berlarut-larut.  

“Harapan saya, orang itu juga harus sadar, mengakui juga dirinya punya kekhilafan, kita kan manusia bisa saling khilaf dalam kondisi tertentu. Saya tidak mau kasi panjang masalah, kalau bisa diselesaikan baik-baik saja, dosa-dosa saya tanggung sendiri,” ujar Amal. 

Profil Amal Said

Amal Said tercatat sebagai dosen Universitas Islam Makassar (UIM) viral gegara aksi meludahi wanita penjaga kasir minimarket.

Tercatat Amal Said merupakan dosen yang sudah berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Gelar tak main-main, Amal Said sudah menjadi seorang dokter atau lulusan S3.

Adapun selama ini Amal Said diperbantukan sebagai tenaga pengajar di Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian.

Hal tersebut disampaikan Rektor UIM, Muammar Bakry melansir dari Surya.co.id, Minggu (28/12/2025).

“Sebenarnya itu dosen negeri yang diperbantukan di kampus, bukan dosen yayasan. Jadi nanti kita akan bicarakan seperti apa presodurnya,” tutup dia.

Sementara terkait aksi viral Amal, Muammar memastikan akan memberikan sanksi tegas. 

“Iya (disayangkan). Pasti akan kita berikan sanksi akademik sesuai aturan yang ada di kampus,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan Amal tidaklah manusiawi.

“Kita harus tabayyun dulu sama yang bersangkutan toh. Yang pasti di video itu kan ndak bagus lah, ndak manusiawi kalau itu kejadian,” ujarnya.

Muammar yang juga Sekretaris MUI Sulsel, mengaku menyayangkan adanya kejadian itu.

Sosok Kasir

Sosok N pegawai kasir wanita yang diludahi Amal Said dosen Universitas Islam Makassar (UIM) Kamis (25/12/2025) berujung viral di media sosial.

Adapun kejadian terjadi di swalayan yang berada di  Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Wanita berusia 21 tahun akhirnya memilih membuat laporan ke polisi terkait kasus penghinaan yang dialami.

Laporan tersebut dimuat N di polsek Tamanlarea usai mengalami tindakan tak menyenangkan tersebut.

N sendiri disebut mengalami trauma atas tindakan yang dilakukan Amal Said.

Keluarga N sendiri tidak terima dengan perlakuan Amal Said dosen UIM tersebut berujung menjadi alasan membuat laporan polisi.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala, membenarkan adanya laporan N tersebut.

“Sudah, melaporkan di Polsek Tamalanrea dengan laporan penghinaan dan dilakukan proses penyelidikan,” kata Iptu Sangkala via pesan WhatsApp, ke tribun.

Sangkala mengaku akan memanggil saksi-saksi yang ada untuk dimintai keterangan.

“Tindak lanjut mengundang saksi mencari info terhadap terlapor dan memanggil dan mengumpulkan barang bukti,” tegasnya.

(*/ )

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *