Pengakuan pembalap Yamaha soal timnya tertinggal jauh dari Ducati dan Aprilia di MotoGP 2025

Pembalap Yamaha, Alex Rins, memberikan pengakuan terkait setingan motor timnya yang jauh tertinggal dari Ducati dan Aprilia.

Alex Rins menjalani musim keduanya bersama Yamaha di MotoGP 2025.

Bacaan Lainnya

Tak ada peningkatan signifikan secara peringkat di klasemen akhir.

Pembalap asal Spanyol itu berada di urutan ke-15 dengan mengantongi 68 poin.

Sedangkan musim lalu, Rins menduduki posisi 18 dengan torehan 31 poin.

Rins tak pernah naik podium selama dua musim mengendarai YZR-M1.

Prestasi terbaiknya adalah finish pada urutan ketujuh di MotoGP Australia 2025.

Diakuinya, Yamaha masih jauh tertinggal dari dua pabrikan terbaik yakni Ducati dan Aprilia.

“Yang saya lihat adalah Aprilia mengalami peningkatan yang signifikan. Performanya setara dengan Ducati,” kata Rins dikutip dari Crash.

Sementara itu, rival senegara Yamaha juga menunjukkan peningkatan.

Meski pembalapnya belum tembus 10 besar, Honda setidaknya mengantongi satu podium lewat Johann Zarco di Prancis.

“Dan Honda benar-benar mengalami banyak peningkatan.”

“Apa yang dilakukan Johann (Zarco) di awal musim, lalu Marini dan Mir sekarang. Mereka meraih hasil yang luar biasa.”

“Jadi sepertinya saat ini kita sedikit tertinggal. Tetapi tidak ada yang pasti untuk masa depan,” jelasnya.

Menurut Rins, Yamaha masih perlu melakukan perbaikan pada mesin motor.

Pabrikan asal Jepang tersebut semakin mengalihkan fokus ke mesin V4 barunya, yang akan diluncurkan pada tahun 2026.

“Mereka sedikit meningkatkan performa motor musim ini, tetapi mereka lebih fokus pada proyek V4,” ucap Rins.

Keempat pembalap Yamaha kompak menyoroti keterbatasan yang sama pada mesin Inline, terutama kurangnya cengkeraman ban belakang.

“Sangat membantu jika ada empat pembalap berbeda, dan empat gaya berkendara yang berbeda, yang mengeluhkan hal yang kurang lebih sama, sehingga kami dapat membantu mereka untuk bekerja dengan cara tertentu,” ucap Rins.

Rins menyebut Yamaha telah mencapai batas kemampuan mesin saat ini.

Dengan sedikit perubahan, Rins menaruh harapan pada perbaikan pada musim depan.

“Waktu berlalu begitu cepat dan Anda harus selalu meningkatkan kualitas sepeda,” kata Rins.

“Yang benar adalah Yamaha telah mencoba banyak hal untuk meningkatkan mesin ini, dan mungkin mereka telah mencapai puncak pengembangannya, mereka tidak dapat menemukan hal lain lagi.”

“Oleh karena itu, mereka memilih untuk mengganti mesin untuk melihat apakah mereka bisa meningkatkan performanya.”

“Ini proyek baru, jadi setiap kali kami mengendarai motor, kami akan menguji sesuatu yang berbeda.”

“Jadi mari kita lihat apa yang mereka bawa di sini dan untuk Sepang (pada bulan Februari),” pungkasnya.

Yamaha menjadi juru kunci klasemen konstruktor dengan prestasi terbaik pembalapnya lewat Fabio Quartararo yang meraih podium kedua di Spanyol.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *