, JAKARTA — China akan menarik kembali dua panda terakhir yang masih berada di Jepang. Langkah itu secara efektif menghentikan program yang selama ini melambangkan persahabatan kedua negara sejak hubungan diplomatik dipulihkan pada 1972.
Adapun, perselisihan antara dua negara Asia Timur tersebut makin rumit menyusul pernyataan PM Jepang Sanae Takaichi bulan lalu mengenai kemungkinan Jepang mengerahkan militernya apabila Beijing berupaya mengambil alih Taiwan dengan kekuatan militer.
Takaichi berulang kali menegaskan bahwa posisi Tokyo terkait Taiwan tidak berubah dan tetap sejalan dengan komunike 1972. Dalam pernyataan bersama tersebut, Jepang menyatakan memahami dan menghormati pandangan Beijing bahwa Taiwan merupakan bagian yang “tak terpisahkan” dari wilayah China, tanpa menyatakan persetujuan terhadap pandangan tersebut.
Sepasang panda kembar Xiao Xiao dan Lei Lei yang lahir di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, pada 2021 sebenarnya telah lama dijadwalkan untuk dipindahkan ke China pada Februari 2026. Namun, Pemerintah Metropolitan Tokyo sempat mengupayakan perpanjangan masa tinggal dua ekor panda tersebut.
Kini, Pemerintah Metropolitan Tokyo mengatakan kedua panda tersebut akan diberangkatkan ke China pada Januari 2026 atau lebih cepat dari jadwal semula. Sejauh ini, belum jelas percepatan keberangkatan itu berkaitan dengan ketegangan diplomatik yang telah membuat China membatalkan acara budaya Jepang di wilayahnya serta mengimbau warganya untuk tidak berkunjung ke Jepang.
“Pertukaran budaya melalui panda telah berkontribusi dalam memperbaiki sentimen publik di Jepang dan China. Saya berharap pertukaran ini dapat terus berlanjut,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara, dikutip Bloomberg pada Senin (15/12/2025).
Kihara menyebut Panda sangat populer di kalangan masyarakat Jepang dan dia memahami bahwa dua panda yang dikembalikan ini juga telah dicintai banyak orang dalam waktu yang lama.
“Saya berharap mereka dapat hidup sehat di China,” ujar Kihara.
Sering dijuluki sebagai diplomasi panda, peminjaman hewan tersebut merupakan bagian dari upaya China untuk memperkuat kekuatan lunak atau soft power. Jika sebelumnya panda diberikan sebagai hadiah, kini hampir selalu dipinjamkan, dengan kepemilikan tetap berada di tangan China.
Jepang pun telah menjadi tuan rumah panda secara berkelanjutan sejak 1972, ketika kedua negara meresmikan hubungan diplomatik melalui sebuah komunike bersama.
Seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Tokyo menyampaikan saat ini belum ada kesepakatan mengenai pengadaan panda tambahan. Pejabat tersebut menolak berkomentar apakah negosiasi sedang berlangsung. Kihara mengatakan ia mengetahui bahwa beberapa pemerintah daerah dan kebun binatang telah menyatakan minat untuk meminjam panda baru.
Berbeda dengan Jepang, Prancis berhasil memperoleh pinjaman sepasang panda saat kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke China pada awal Desember. China juga meminjamkan panda kepada Australia awal tahun ini setelah hubungan kedua negara mencair.
Amerika Serikat sebelumnya juga tampak akan kehilangan panda terakhirnya, namun Presiden Xi Jinping pada 2023 berjanji akan mengirim lebih banyak panda yang ia sebut sebagai “utusan persahabatan”.
Mengantisipasi lonjakan pengunjung yang ingin melihat kedua panda untuk terakhir kalinya, Kebun Binatang Ueno akan membatasi kunjungan hanya bagi mereka yang memiliki reservasi. Pengunjung juga akan diarahkan untuk bergerak setelah sekitar 60 detik. Panda merupakan atraksi paling populer di kebun binatang tersebut.







