HARIAN BOGOR RAYA — Menyambut malam pergantian tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor dan seluruh pemangku kepentingan menyiapkan langkah strategis untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Salah satu upaya utama adalah penerapan Car Free Night (CFN) di kawasan Tegar Beriman serta rekayasa lalu lintas terpadu di sekitar Stadion Pakansari.
Langkah ini bukan hanya soal pengaturan lalu lintas, tetapi juga bentuk nyata sinergi antarinstansi dalam menciptakan ruang publik yang aman dan tertib untuk merayakan momen pergantian tahun.
“Bapak Bupati Bogor menginginkan masyarakat tetap bisa merayakan malam tahun baru, namun dengan pengaturan yang tertib. Salah satu langkahnya adalah pelaksanaan Car Free Night di Tegar Beriman serta pemusatan aktivitas di Pakansari untuk memecah gelombang massa, termasuk yang menuju kawasan Puncak,” jelas Kasat Lantas Polres Bogor, AKP R. Rizky Guntama Ganda Permana.
Penutupan jalan di kawasan Tegar Beriman akan dilakukan secara terbatas, dari Simpang Pengadilan hingga depan Pendang, untuk menghindari kemacetan di titik-titik rawan seperti Cikaret. Arus kendaraan dari arah Depok akan direkayasa agar tidak memasuki kawasan tersebut, dan diarahkan untuk putar balik di titik yang telah ditentukan.
Sementara itu, jalur lambat akan dijaga agar tetap steril dari antrean kendaraan. Kantor-kantor dinas di sekitar kawasan Pemda Bogor akan difungsikan sebagai kantong parkir, dan UMKM diperbolehkan berjualan secara terbatas di area yang telah ditentukan.
Di kawasan Stadion Pakansari, rekayasa lalu lintas akan menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) dengan pengawasan ketat terhadap parkir berlapis. “Kami akan melakukan penertiban sejak dini, termasuk pemasangan cone dan tali pembatas sebelum hari H. Parkir harus rapi dan paralel. Begitu terjadi parkir tiga lapis, arus akan langsung terganggu,” tegas AKP Rizky.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, menambahkan bahwa skema CFN telah dirancang dengan pendekatan teknis yang matang. “Kantong parkir tidak disiapkan di badan jalan. Parkir akan kita arahkan ke area dinas dan instansi teknis di sekitar Jalan Tegar Beriman, sehingga tidak mengganggu arus kendaraan,” ujarnya.
Bayu juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pedagang keliling dan memastikan bahwa seluruh aktivitas UMKM tetap berada di jalur yang telah ditetapkan. Penutupan jalan akan dilakukan secara total di titik-titik tertentu, termasuk sterilisasi area Lapangan Tegar Beriman dari kendaraan dinas.
Durasi kegiatan CFN pun dibatasi antara dua hingga tiga jam. “Durasi ini penting agar kegiatan tetap tertib, tidak terlalu padat, serta memperhatikan stamina petugas di lapangan,” imbuh Bayu.
Sebagai bagian dari kebijakan nasional, perayaan malam tahun baru di Bogor juga tidak akan disertai pesta kembang api. Seluruh unsur pengamanan diminta aktif melakukan pengawasan dan koordinasi untuk menjaga ketertiban di lapangan.
Dengan pendekatan kolaboratif dan pengaturan yang terukur, malam pergantian tahun di Bogor diharapkan menjadi momen yang aman, tertib, dan tetap meriah bagi seluruh warga.***







