Miley Cyrus, penyanyi pop asal Amerika Serikat, kini tengah menghadapi perselisihan hukum terkait hak cipta lagu yang ia tulis. Lagu tersebut, berjudul “Flowers”, sempat menjadi nomor satu di berbagai tangga musik dunia. Namun, kini lagu ini menjadi sorotan setelah dituduh meniru bagian dari lagu Bruno Mars yang berjudul “When I Was Your Man”.
Persoalan ini bermula pada tahun 2024 ketika sebuah perusahaan musik bernama Tempo Music Investments mengajukan gugatan terhadap Miley Cyrus. Gugatan ini dilakukan karena mereka menilai bahwa “Flowers” memiliki kesamaan yang sangat signifikan dengan lagu “When I Was Your Man” milik Bruno Mars. Tidak hanya itu, Tempo Music Investments juga menyatakan bahwa Miley Cyrus sengaja menyalin elemen melodi, harmoni, dan lirik dari lagu tersebut.
Dalam gugatan tersebut, Tempo Music Investments menyebutkan bahwa lagu “Flowers” memperlihatkan kemiripan yang jelas dengan “When I Was Your Man”. Mereka bahkan merujuk pada artikel dari Billboard yang menyatakan bahwa penggemar bisa mendengar bahwa bagian chorus dari lagu “Flowers” adalah kebalikan dari yang ada di lagu Bruno Mars.
Lirik dari “When I Was Your Man” antara lain: “I should have bought you flowers / and held your hand / Should have gave you all my hours / when I had the chance.” Sementara lirik dari “Flowers” adalah: “I can buy myself flowers / write my name in the sand / talk to myself for hours / say things you don’t understand.”
Setelah beberapa waktu, pengadilan memberikan jawaban bahwa Miley Cyrus tidak dapat mengabaikan gugatan ini. Pada bulan Maret 2025, seorang hakim menolak permohonan untuk menghentikan proses hukum. Penyebabnya adalah adanya kesalahpahaman tentang arti istilah “exclusive” dalam hukum hak cipta. Menurut putusan pengadilan, kepemilikan “exclusive rights” tidak sama dengan “exclusive ownership”, dan “exclusive rights” dimiliki secara kolektif oleh pemilik hak cipta bersama.
Tempo Music Investments, yang merupakan pihak yang mengajukan gugatan, menyatakan bahwa mereka senang dengan hasil putusan ini. Mereka yakin bahwa kasus ini akan diselesaikan dengan baik dan mereka akan menang dalam persidangan.
Sementara itu, Miley Cyrus dan tim hukumnya belum memberikan respons resmi terkait perkembangan terbaru ini. Sebelumnya, Cyrus telah menyangkal tuduhan plagiarisme dan mencoba untuk menghentikan gugatan tersebut. Namun, upaya ini tidak berhasil.
Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga etika dalam industri musik, terutama dalam hal hak cipta. Meskipun “Flowers” telah menjadi salah satu lagu paling sukses dalam karier Miley Cyrus, kini ia harus menghadapi konsekuensi hukum akibat dugaan pelanggaran hak cipta.










