PSSI Dihukum Instan Usai Pecat Shin Tae-yong, Gagal ke Piala Dunia dan Kehilangan Emas SEA Games

https://mediahariini.comPSSI tampaknya menerima ‘karma negatif’ setelah mengeluarkan Shin Tae-yong dari posisi pelatih Timnas Indonesia. 2025 menjadi tahun yang sulit bagi Timnas Indonesia.

6 Januari 2025 mungkin menjadi titik awal dimulainya era kegelapan tersebut.

Bacaan Lainnya

PSSI secara tiba-tiba mengangkat Shin Tae-yong dari posisi pelatih Timnas Indonesia tanpa memberikan alasan yang jelas.

Masyarakat kecewa dengan keputusan PSSI yang mengganti pelatih asal Korea Selatan.

Karena selama tahun 2024, Timnas Indonesia dinaikkan ke level yang lebih tinggi oleh Shin Tae-yong.

Timnas Indonesia di tingkat dewasa berhasil melaju hingga putaran ketiga berkat kepiawaian Shin Tae-yong.

Selain itu, Garuda berhasil meraih kemenangan pertamanya dalam babak ketiga setelah mengalahkan Arab Saudi pada 19 November 2024.

Tujuh bulan sebelumnya, Shin Tae-yong berhasil membawa Timnas U-22 Indonesia melaju ke babak semifinal Piala Asia U-23 2024 dan hampir memenuhi syarat untuk tampil di ajang Olimpiade 2024.

Penghapusan Shin Tae-yong tidak lepas dari respons dari pihak internal keluarga pelatih tersebut.

Anak Shin Tae-yong, Shin Jae-won memberikan peringatan kepada PSSI setelah ayahnya dipecat melalui kolom komentar di Instagram.

“Kita lihat sejauh apa Timnas Indonesia setelah ayah saya pergi,” kata Shin Jae-won.

Ternyata pernyataan putra Shin Tae-yong menjadi kenyataan bagi PSSI.

Timnas Indonesia mengalami kegagalan total dalam memperoleh tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak kualifikasi putaran keempat pada Oktober 2025.

Tim Garuda kembali dengan nihil poin setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak dalam putaran keempat.

Masyarakat semakin marah terhadap sikap Patrick Kluivert yang ditunjuk sebagai pelatih pada masa itu, yang menolak menyapa para pendukung setelah gagal membawa Tim Garuda melaju ke Piala Dunia 2026.

Satu bulan sebelum timnas senior mengalami kegagalan, Timnas U-23 Indonesia juga tidak mampu melangkah ke babak final Piala Asia U-23 2026.

Yang membuat pencapaian ini lebih memalukan adalah Timnas U-23 Indonesia tidak mampu mengalahkan Laos dalam pertandingan pembuka babak kualifikasi.

Puncak dari semua prestasi yang memalukan PSSI pada tahun 2025 terjadi dalam ajang SEA Games 2025.

Timnas U-22 Indonesia kembali menjalani latihan di bawah arahan Indra Sjafri, yang merupakan perancang keberhasilan meraih medali emas dalam edisi 2023.

PSSI yang berusaha memperbaiki citra juga mengundang pemain andalan timnas senior yang bermain di luar negeri seperti Mauro Zijlstra dan Ivar Jenner.

Namun, alih-alih mendapatkan hasil yang positif, Timnas U-22 Indonesia justru kehilangan medali emas yang sebelumnya berhasil diraih.

Yang memicu kemarahan publik adalah Timnas U-22 Indonesia gagal melaju setelah tersingkir di babak grup.

Warga negara Indonesia semakin marah setelah Timnas U-22 Indonesia kalah dalam pertandingan pembuka melawan Filipina yang sebagian besar pemainnya masih bermain untuk tim universitas.

Sudah lengkap bencana yang diakibatkan oleh kesalahan PSSI sejak memecat Shin Tae-yong pada 2025.

Masyarakat semakin marah terhadap tindakan Erick Thohir yang menyatakan tidak akan mengangkat kembali Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Erick Thohir dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa tidak ada peluang Shin Tae-yong untuk melatih Timnas Indonesia dengan istilah 0 persen.

Selain itu, PSSI belum juga berhasil menemukan pelatih baru sejak mengakhiri kontrak dengan Patrick Kluivert pada Oktober 2025.

Belum ada kejelasan dari PSSI mengenai hasil rekrutmen pelatih baru Timnas Garuda setelah bekerja selama dua bulan.

Kemudian, apakah PSSI bersedia menyadari setelah memecat Shin Tae-yong atau terus mempertahankan kebanggaannya di atas segalanya?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *