Herry IP Kehilangan Kekuasaan Pasca Hasil Tidak Menentu

Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, menyampaikan tujuan besar untuk tahun 2026 setelah hasil yang tidak terduga padatahun ini.

Kisah Herry di pelatihan nasional bulu tangkis Malaysia mulai menghadapi tantangan berat setelah musim yang sempat menyenangkan.

Bacaan Lainnya

Mengikuti pada Februari 2025, pelatih yang memiliki julukan Naga Api ini memberikan kesan pertama yang sangat menggembirakan.

Hasil-hasil pertandingan ganda putra Malaysia yang diasuhnya sering kali menjadi juara.

Aaron Chia/Soh Wooi Yik meraih gelar juara di Kejuaraan Asia, Thailand Open, dan Singapore Open 2025.

Selanjutnya, rekan satu tim Chia/Soh, Man Wei Chong/Tee Kai Wun memenangkan Malaysia Open 2025 melalui Final All Malaysian yang lawannya juga Chia/Soh.

Hasil yang dicapai sangat berarti karena sudah lama Malaysia tidak memiliki final derbi dalam nomor ganda putra di turnamen Super 500 tersebut.

Tidak berhenti sampai di situ, pasangan pelapis putra yaitu Junaidi Arif/Roy King Yap juga akhirnya meraih gelar juara.

Arif/Yap memperoleh gelar pertama mereka dalam Macau Open 2025 setelah mengalahkan unggulan Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Mengarungi babak pertama dengan lancar, tantangan mulai menghampiri bahu Herry sejak memasuki babak kedua musim ini.

Chia/Soh, Man/Tee, Arif/Yap, semuanya tidak konsisten dalam menjaga penampilan.

Tee Kai Wun terkena cedera, sedangkan Chia/Soh semakin kacau karena seringkali kalah.

Kekalahan Chia/Soh yang paling menyakitkan jelas berasal dari hasil mereka di SEA Games 2025.

Sebagai mantan pemenang dalam ajang multi-acara tersebut, kehadiran Chia/Soh menjadi harapan besar bagi Malaysia yang ambisius dalam meraih empat medali emas.

Tim Negeri Jiran mengirimkan pemain terbaik mereka untuk mempertahankan kebanggaan di kawasan Asia Tenggara. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan, mereka hanya mampu meraih satu medali emas dari pasangan ganda putri Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Di BWF World Tour Finals 2025, perjalanan ganda putra Malaysia hanya berhenti di babak grup.

Perubahan performa ganda putra Malaysia yang sangat berbeda dibanding awal tahun ini, tentu saja memaksa Herry untuk segera bertindak.

Banyak penilaian yang dilakukan, namun Herry tetap tidak mengabaikan adanya pedoman yang perlu diterapkan pada tahun mendatang.

Paling tidak, Herry telah menyebut tiga kompetisi besar yang perlu dipersiapkan dengan baik oleh para muridnya. Salah satunya bahkan ditargetkan untuk meraih medali emas.

“Tiga prioritas utama,” ujar Herry IP dilansir dari New Straits Times.

Kejuaraan Dunia merupakan salah satu tujuan utama saya karena kami tidak memperoleh hasil yang diharapkan tahun ini. Fokus saya tertuju pada Kejuaraan Dunia, Asian Games, serta All England.

Secara keseluruhan, menurut saya kita masih berada di jalur yang tepat, namun juga terdapat beberapa kegagalan.

Kami gagal meraih hasil yang diharapkan dalam Kejuaraan Dunia, dan ini merupakan salah satu kegagalan kami. Kami perlu terus belajar dan mengevaluasi area di mana kami mengalami kekurangan.

Berdasarkan pengalamannya selama 25 tahun sebagai pelatih di sektor ganda putra Indonesia, Herry yang kali pertama menjadi pelatih di luar negeri berhasil menghasilkan pasangan bintang dengan gelar bergengsi.

Ia memperoleh lima gelar juara dunia, delapan kemenangan di All England, serta melatih tiga dari empat pemenang medali emas ganda putra dalam Asian Games terakhir.

“Pasti, saya berharap pemain Malaysia mampu meraih medali emas dalam Asian Games. Itu adalah hal yang sangat kami harapkan,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *