Pemain keturunan palsu Timnas Malaysia, Imanol Machuca, kembali membuat heboh di Negeri Jiran setelah secara terbuka mengajak FIFA.
Drama skandal naturalisasi terus saja muncul dan memicu perdebatan, sementara sanksi yang diberikan oleh FIFA tampaknya diabaikan.
Akibat salah satu pemain dari tujuh nama yang dihukum oleh FIFA bertindak tidak sesuai, yaitu dengan mengikuti latihan klub lama mereka di Argentina.
Itulah Imanol Machuca, media Argentina melaporkan bahwa pemain tersebut ikut berlatih bersama klub lamanya, San Lorenzo.
Meskipun saat ini Machuca sedang menjalani sanksi dari FIFA, yang melarangnya melakukan segala aktivitas dalam sepak bola selama setahun ke depan.
Tidak diragukan lagi, tindakan Machuca kembali memicu kegaduhan di dunia sepak bola negara tetangga, setelah pemain tersebut mengabaikan sanksi FIFA.
Mantan anggota komite disiplin FAM yang juga seorang pengacara ternama Malaysia, Nik Erman Nim Roseli, memberikan pernyataan mengenai kemungkinan hukuman tambahan.
Ia menjelaskan bahwa meskipun FIFA tidak secara spesifik menyebutkan jenis aktivitas sepak bola apa yang dimaksud, tetapi secara umum latihan dapat dianggap termasuk dalam kategori tersebut.
“Tidak terdapat definisi aktivitas terkait sepak bola dalam Kode Disiplin FIFA,” ujar Nik Erman Nik Roseli sebagaimana dilaporkan oleh BHarian.com.my.
Tetapi definisi yang masuk akal seharusnya mencakup seluruh aktivitas, termasuk sesi latihan, manajemen, dan kegiatan bisnis, bukan hanya pertandingan kompetitif.
Selanjutnya, Nik Erman menegaskan bahwa tindakan Machuca berisiko menyebabkan dia menerima hukuman tambahan.
Hal tersebut sesuai dengan Pasal 21 Kode Disiplin FIFA, hukuman tambahan dapat berupa denda atau larangan bermain yang diperpanjang.
“Menurut pandangan saya, tindakan Machuca dalam sesi latihan termasuk dalam kategori kegiatan yang berkaitan dengan sepak bola dan oleh karenanya melanggar aturan FIFA,” ujar Nik Roseli lagi.
“Pasal 21 Kode Disiplin FIFA menyebutkan bahwa jika sanksi dari FIFA tidak dihormati atau dilaksanakan, pihak yang dikenai hukuman akan mendapat konsekuensi tambahan, baik berupa denda maupun larangan bermain yang lebih lama,” katanya.
Peristiwa ini menunjukkan seberapa bodohnya Malaysia, baik itu federasi sepak bolanya maupun pemain-pemain keturunan palsunya yang diberi sanksi oleh FIFA.
Saking bodohnya, FIFA memberikan sanksi tambahan kepada FAM dengan pembatalan tiga pertandingan resmi Timnas Malaysia.
Hukuman tersebut diberikan setelah Malaysia gagal mengidentifikasi pelaku pemalsuan dokumen naturalisasi pemain keturunan palsu.
Saat ini federasi sepak bola Malaysia sedang mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), namun bukan untuk menghentikan sanksi yang diberikan oleh FIFA.
Namun berjuang untuk nasib pemain keturunan palsu yang dihukum, termasuk Imanol Machuca.
Sebaliknya, masyarakat Negeri Jiran justru banyak yang meminta anggota federasi untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Mereka dianggap tidak mampu mengelola organisasi sebesar federasi sepak bola, sehingga masyarakat Negeri Jiran menuntut adanya perubahan.
Menarik untuk diantisipasi bagaimana perkembangan skandal naturalisasi tim nasional Malaysia ini, apakah akan muncul kejutan atau berakhir sesuai prediksi.







