Wisata Perahu Susur Kalimas: Mengenal Sisi Lain Kota Surabaya
Surabaya, yang dikenal sebagai kota pahlawan, memiliki sisi yang jarang terungkap oleh wisatawan. Salah satunya adalah Wisata Perahu Susur Kalimas, sebuah destinasi unik yang mengajak pengunjung menyusuri sungai tua yang pernah menjadi jalur vital bagi perkembangan kota ini.
Kalimas bukan hanya sekadar aliran air, tetapi juga ruang publik hidup yang memadukan sejarah, estetika, dan rekreasi. Di tengah mahalnya biaya wisata urban, Kalimas hadir sebagai alternatif yang murah, strategis, dan penuh cerita. Sejarah menunjukkan bahwa Kalimas berperan besar dalam distribusi barang dari pedalaman ke pesisir sejak era Majapahit. Pada masa kolonial Belanda, sungai ini menjadi jalur logistik penting yang mendukung pertumbuhan Surabaya sebagai kota pelabuhan.
Revitalisasi Kalimas melalui wisata perahu bukan hanya sekadar proyek hiburan, tetapi upaya untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat bahwa Surabaya dibangun dari sungai, bukan hanya jalan raya.
Menyusuri Kota dari Sudut Pandang yang Berbeda
Naik perahu di Kalimas memberikan pengalaman yang tidak bisa ditemukan dari darat. Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhi lanskap kota yang kontras, mulai dari ruang hijau, bangunan edukatif, hingga ikon militer. Beberapa titik yang dilewati antara lain:
- Taman Prestasi, tempat awal perjalanan dan ruang publik favorit warga
- Museum Pendidikan, saksi sejarah dunia pendidikan Surabaya
- Taman Ekspresi, ruang seni dan kreativitas
- Pasar Apung, denyut ekonomi rakyat versi modern
- Monumen Kapal Selam (Monkasel), simbol kejayaan maritim Indonesia
Saat malam tiba, wajah Kalimas berubah drastis. Pantulan lampu kota dan lampion warna-warni menciptakan suasana romantis yang tak kalah dengan wisata sungai di kota besar dunia. Namun, ironisnya, banyak warga Surabaya sendiri belum pernah mencobanya.
Dua Rute, Dua Karakter Kota
Pengelola menyediakan dua rute utama yang masing-masing memiliki narasi berbeda:
- Taman Prestasi – Monkasel, menampilkan wajah Surabaya modern dengan gemerlap cahaya kota.
- Taman Prestasi – Museum Pendidikan, lebih tenang dan edukatif, menonjolkan ruang hijau serta sejarah.
Keduanya berangkat dan berakhir di lokasi yang sama, membuat aksesnya ramah bagi wisatawan lokal maupun luar kota.
Tiket Murah, Akses Digital

Dengan harga Rp7.000–Rp10.000 per orang, wisata ini nyaris tak punya alasan untuk dilewatkan. Tersedia tiga sesi waktu, pagi, siang, dan malam yang bisa dipesan secara daring melalui laman resmi Pemerintah Kota Surabaya.
Di saat banyak destinasi wisata menaikkan tarif, Kalimas justru menunjukkan bahwa wisata kota bisa inklusif tanpa kehilangan kualitas.
Lebih dari Sekadar Konten Instagram
Meski Instagramable, Wisata Perahu Susur Kalimas sejatinya adalah contoh bagaimana ruang publik dikelola untuk edukasi, rekreasi, dan ekonomi warga sekaligus. Fasilitas keselamatan seperti life vest, area publik yang ramah keluarga, hingga UMKM sekitar menjadi bukti bahwa konsep wisata ini bukan proyek asal-asalan.
Kalimas mengajarkan satu hal penting, kota besar tak harus mahal untuk dinikmati.

Tinggalkan Balasan