Isi Artikel
Korea Selatan Menjadi Destinasi Favorit Wisatawan Indonesia
Korea Selatan tidak lagi hanya menjadi latar drama atau panggung konser K-Pop. Pada tahun 2025, Negeri Ginseng ini telah menjadi destinasi impian bagi banyak orang Indonesia. Berbagai faktor memicu peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari Indonesia ke negara tersebut, termasuk kampanye yang dilakukan oleh lembaga pariwisata dan kebijakan pemerintah yang mempermudah perjalanan.
Menurut data dari Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan mencapai 301.166 orang sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Dengan target kunjungan sebesar 360.000 orang untuk seluruh tahun 2025, proyeksi menunjukkan bahwa jumlah turis Indonesia akan melampaui target tersebut pada Desember 2025.
Faktor Penyebab Tingginya Minat Wisatawan Indonesia
Wisatawan Indonesia rata-rata menghabiskan empat hingga lima malam untuk menjelajahi berbagai destinasi di Korea Selatan. Musim liburan akhir tahun menjadi periode terbanyak kunjungan wisatawan dari Indonesia ke negara tersebut. Beberapa alasan utama yang membuat orang Indonesia suka berlibur ke Korea Selatan antara lain:
- Adanya penerbangan langsung dari Bali ke Cheongju serta penerbangan transit dari berbagai maskapai internasional.
- Konektivitas yang meningkat melalui peningkatan jumlah bandara internasional di berbagai daerah di Indonesia.
- Kemudahan dalam pembuatan visa.
Selain itu, Korean Wave atau Hallyu yang mencakup K-Pop, K-Food, K-Drama, K-Beauty, hingga K-Fashion juga berkontribusi besar terhadap tingginya minat wisatawan Indonesia. Drama-drama Korea seperti “When Life Gives You Tangerine” memiliki pengaruh besar di Indonesia, sehingga mendorong lebih banyak orang untuk berkunjung ke negara tersebut.
Destinasi Populer di Korea Selatan
Ibu kota Korea Selatan, Seoul, masih menjadi destinasi favorit wisatawan asing. Namun, destinasi lain seperti Busan, Nami Island, dan Jeju juga mulai diminati. Wisatawan yang menggunakan paket wisata cenderung lebih menyukai Nami Island, sementara mereka yang bepergian sendiri lebih memilih Busan karena akses yang lebih mudah dengan kereta api.
Strategi Promosi KTO untuk Meningkatkan Minat Wisatawan Indonesia
Selain fenomena Korean Wave, promosi yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk agen perjalanan dan bank, juga berperan penting dalam menarik minat wisatawan Indonesia. Selama tahun 2025, KTO Jakarta telah melakukan berbagai aktivitas promosi, seperti seminar, pertemuan bisnis antara pelaku wisata Indonesia dan Korea, dukungan kepada grup insentif korporat, serta kolaborasi dengan maskapai penerbangan untuk mempromosikan rute penerbangan.
Kolaborasi dengan brand besar Korea juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang pariwisata Korea Selatan. Acara-acara seperti Korea Travel Fair dan KTO Fun Run 2025 di Indonesia juga digelar untuk memperkenalkan destinasi wisata Korea kepada wisatawan Indonesia.
Rencana KTO untuk Tahun Depan
Untuk tahun depan, KTO Jakarta akan tetap melakukan kegiatan promosi, namun dengan tema yang berbeda. Jisun, Direktur KTO Jakarta Office, menyatakan bahwa KTO akan terus melakukan inovasi dalam kampanye promosi dan berharap dapat bekerja sama lebih kuat dengan berbagai pihak untuk mempromosikan wisata Korea kepada wisatawan Indonesia.







