Desa Rumbuk Timur: Wisata yang Menggerakkan Ekonomi Lokal
Di banyak tempat, wisata sering kali hanya menjadi ruang singgah. Wisatawan datang, menikmati pemandangan, lalu pergi tanpa benar-benar meninggalkan jejak bagi warga sekitar. Namun cerita yang berbeda tumbuh di Desa Rumbuk Timur, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Melalui Kampung Agro Ekonomi, wisata tidak hanya menghadirkan kesenangan bagi pengunjung, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi desa.
Kampung Agro Ekonomi lahir dari kesadaran bahwa pertanian adalah kekuatan utama desa. Bukan sekadar latar belakang, tetapi sumber kehidupan yang bisa dikembangkan bersama. Kawasan ini dikelola langsung oleh BUMDes Sejahtera Desa Rumbuk Timur, dengan dukungan pemerintah desa melalui Program Ketahanan Pangan.
Di sini, wisata dirancang berjalan seiring dengan produksi dan pemberdayaan. Kebun yang hijau bukan hanya objek foto, tetapi lahan produktif. Aktivitas wisata bukan sekadar hiburan, melainkan pintu masuk bagi keterlibatan masyarakat.
Salah satu pilar utama pengembangan kawasan ini adalah Agroeduwisata. Melalui paket ini, pengunjung diajak mengenal pertanian modern, pengolahan pupuk organik, hingga teknik budidaya ramah lingkungan. Aktivitas tersebut membuka ruang interaksi langsung antara wisatawan dan petani, sekaligus memperkenalkan nilai kerja keras di balik setiap hasil panen.
Namun, denyut ekonomi Kampung Agro Ekonomi paling terasa melalui Paket Kemitraan Budidaya. Program ini membuka peluang kolaborasi antara BUMDes dan petani lokal dalam produksi benih serta komoditas pertanian. Bagi petani, kemitraan ini menghadirkan rasa aman karena hasil panen mereka dibeli langsung oleh BUMDes.
Direktur BUMDes Sejahtera Desa Rumbuk Timur, Marjan, menyebut kemitraan ini sebagai langkah strategis untuk memastikan wisata benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.
“Kami ingin wisata ini menghidupkan desa. Petani menanam dengan tenang karena ada kepastian pasar, sementara desa mendapatkan perputaran ekonomi yang nyata,” ujar Marjan.
Menurutnya, konsep Kampung Agro Ekonomi tidak berdiri pada satu sektor saja. Wisata, pertanian, dan ekonomi desa saling terhubung dan saling menguatkan. Ketika wisatawan datang, yang bergerak bukan hanya kawasan wisata, tetapi juga aktivitas produksi di desa.
“Di sini, wisatawan liburan, desa bergerak. Ada petani yang menanam, ada warga yang bekerja, dan ada anak muda yang mulai terlibat dalam pengelolaan,” tambahnya.
Program ketahanan pangan desa menjadi fondasi dari seluruh kegiatan tersebut. Pemerintah Desa Rumbuk Timur menyalurkan anggaran khusus kepada BUMDes untuk memperkuat sektor pertanian, membuka lapangan kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi. Dampaknya mulai dirasakan secara bertahap.
Sejumlah warga terlibat sebagai petani mitra, tenaga pengelola, hingga pendukung kegiatan wisata. Anak-anak muda desa pun mulai melihat pertanian dari sudut pandang baru. Bukan lagi sekadar pekerjaan lama, tetapi sektor yang bisa berkembang jika dikelola dengan inovasi.
Selain kemitraan budidaya, aktivitas Petik Sayur dan Buah juga memberi nilai tambah ekonomi. Hasil panen yang dipetik langsung oleh pengunjung menjadi produk bernilai lebih, sekaligus memperkenalkan konsep pertanian berkelanjutan kepada wisatawan.
Kampung Agro Ekonomi perlahan menjelma menjadi ruang belajar bersama. Bagi pengunjung, tempat ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Bagi warga, kawasan ini membuka peluang usaha dan sumber penghasilan baru. Bagi desa, ia menjadi model pengembangan berbasis potensi lokal.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan pola kerja, Kampung Agro Ekonomi menghadirkan harapan bahwa desa bisa bergerak dari kekuatannya sendiri. Tanah yang ditanami, kebun yang dirawat, dan wisata yang dikembangkan bersama menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus datang dari luar.
Di Rumbuk Timur, wisata bukan sekadar tujuan akhir. Ia adalah alat untuk menggerakkan desa, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menumbuhkan rasa percaya diri warga. Karena di sini, saat wisatawan menikmati liburan, desa tidak diam—desa bergerak, bertumbuh, dan menata masa depannya sendiri.







