Isi Artikel
Apa Itu Ear Barotrauma?
Pesawat terbang menjadi pilihan utama untuk perjalanan jarak jauh, baik untuk liburan maupun mudik, karena dianggap lebih aman dan cepat. Namun, perjalanan udara juga memiliki tantangan tersendiri. Selain biaya yang relatif mahal, tubuh manusia yang terbiasa berada di darat sering kali mengalami ketidaknyamanan saat berada di ketinggian.
Salah satu masalah umum yang sering dialami adalah telinga yang terasa berdenging atau tersumbat akibat perubahan tekanan udara secara tiba-tiba. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah ear barotrauma atau aerotitis. Kondisi ini terjadi ketika telinga tengah terkena dampak dari perubahan tekanan udara atau air yang signifikan. Biasanya terjadi saat seseorang sedang dalam penerbangan, menggunakan lift di gedung tinggi, atau menyelam ke dalam air.
Saat pesawat lepas landas atau mendarat, terjadi ketidakseimbangan antara tekanan udara di lingkungan dengan tekanan di dalam telinga. Akibatnya, gendang telinga (membran timpani) tidak dapat bergetar secara normal. Meski biasanya bersifat sementara, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu.
Gejala yang Sering Terjadi
Gejala umum yang sering dirasakan oleh penderita ear barotrauma meliputi:
- Rasa tidak nyaman di telinga
- Telinga terasa tersumbat
- Pendengaran terganggu hingga hilang
Dalam kasus yang lebih berat, penderita mungkin mengalami:
- Rasa nyeri tinggi
- Terasa tekanan di telinga
- Hilangnya pendengaran
- Telinga mendenging
- Vertigo
- Pendarahan di telinga
Jika gejala-gejala tersebut bertahan selama beberapa hari, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Faktor Risiko yang Meningkatkan Kecenderungan
Selain dipicu oleh perubahan ketinggian, risiko ear barotrauma meningkat apabila Anda sedang mengalami demam, flu, atau alergi yang menyebabkan hidung tersumbat. Kondisi ini memicu peradangan pada saluran eustachius—saluran penghubung telinga tengah dan tenggorokan, sehingga telinga sulit menyeimbangkan tekanan.
Bayi dan anak-anak kecil cenderung lebih mudah atau sering mengalami kondisi ini karena saluran eustachius yang lebih kecil. Orang-orang yang memiliki bentuk atau keabnormalan pada tubuh, seperti polip hidung, septum hidung bengkok, dan lain-lain, juga lebih rentan terhadap aerotitis.
Di sisi lain, mereka yang memiliki infeksi atau penyakit pada pendengaran juga lebih rentan terhadap kondisi ini.
Cara Menghindari atau Mengobati Aerotitis
Ada berbagai cara untuk mencegah dan mengobati aerotitis, antara lain:
- Saat hendak terbang atau mendarat, sebaiknya kita masih terjaga.
- Lakukan gerakan menelan, mengunyah, atau menguap, terutama saat hendak terbang atau mendarat.
- Jangan terbang saat mengalami infeksi pada pernapasan atau pendengaran.
- Minum obat alergi sekitar satu jam sebelum lepas landas.
- Praktekan Gerakan Valsalva: cubit hidung agar menutup, lalu tiup melalui hidung perlahan-lahan. Pastikan mulut menutup. Lakukan beberapa kali, terutama saat mendarat.
- Gunakan semprotan hidung untuk mengurangi hidung tersumbat.
Dengan melakukan langkah-langkah di atas, risiko terkena ear barotrauma dapat diminimalkan, serta membantu mengurangi ketidaknyamanan yang terjadi selama perjalanan udara.







