Sambut Nataru 2025/2026, Menpar Dorong Wisata Siap Layani Terbaik

Kesiapan Destinasi Wisata Menghadapi Libur Natal dan Tahun Baru

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengimbau para pengelola destinasi wisata di seluruh Indonesia untuk mempersiapkan pelayanan yang prima, aman, dan berorientasi pada kenyamanan pengunjung. Hal ini mencakup kesiapan sarana dan prasarana guna mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Kami mengimbau pengelola destinasi untuk mengedepankan kebersihan, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi wisatawan. Terlebih dengan adanya tantangan cuaca ekstrem, kewaspadaan di sektor pariwisata perlu terus ditingkatkan,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Bacaan Lainnya

Pemantauan terhadap destinasi wisata seperti Aloha Pasir Putih di kawasan PIK menunjukkan bahwa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 merupakan momentum penting dalam pergerakan wisatawan. Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Pariwisata memperkirakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara akan mencapai sekitar 1,45 juta orang, sementara data dari Kementerian Perhubungan memperkirakan lebih dari 100 juta perjalanan. Angka ini menunjukkan potensi besar bagi sektor pariwisata nasional.

Surat Edaran untuk Kesiapan Pelayanan Wisata

Dalam rangka mewujudkan pelayanan prima di destinasi wisata, Kementerian Pariwisata telah menerbitkan surat edaran tentang kesiapan penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan pada momen Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Surat edaran ini menjadi pedoman bagi daerah dan seluruh pengurus destinasi.

Surat edaran ini dilengkapi dengan tautan digital yang menampung berbagai modul pendukung, seperti:

  • Modul kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
  • Penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) guna menjamin kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.
  • Panduan implementasi operasional bagi pengelola destinasi.
  • Petunjuk teknis manajemen risiko di destinasi wisata.

Persiapan di Destinasi Unggulan

Salah satu destinasi unggulan di kawasan PIK 2 adalah Aloha Pasir Putih. Destinasi ini telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kunjungan wisatawan. Beragam daya tarik wisata telah disediakan, mulai dari suasana pantai, spot rekreasi dan liburan keluarga hingga berbagai kuliner yang akan memenuhi area sebagai bagian dari memenuhi selera pengunjung.

Selain itu, fasilitas penunjang juga disiapkan secara optimal, antara lain toilet dan musala yang dijaga kebersihannya demi kenyamanan maksimal para wisatawan.

Imbauan untuk Wisatawan

Widiyanti juga mengimbau para wisatawan agar tetap menjaga kewaspadaan selama berwisata. Misalnya, dengan memperhatikan informasi dan imbauan terkait cuaca. Informasi ini penting sebagai bahan pertimbangan ketika merencanakan perjalanan, menentukan kunjungan, serta memilih jenis aktivitas wisata yang akan dilakukan.

Ia menekankan kepada wisatawan untuk memilih destinasi wisata yang aman, serta menghindari kegiatan atau aktivitas yang beresiko tinggi akibat hujan, angin, dan faktor lainnya. Selain itu, wisatawan diharapkan menggunakan transportasi yang memenuhi standar keamanan.

Peninjauan Langsung dan Koordinasi Lintas Sektor

Pemerintah juga aktif melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan destinasi di berbagai daerah untuk memastikan seluruh aspek keamanan dan kenyamanan telah terpenuhi menjelang periode libur panjang.

Selain itu, Kementerian Pariwisata mengidentifikasi rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK). Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan efektif.

Program Pendukung untuk Kelancaran Perjalanan Wisatawan

Dalam koordinasi lintas sektoral tersebut, pemerintah juga menghadirkan berbagai program pendukung guna mendorong kelancaran pergerakan wisatawan selama masa liburan. Beberapa program tersebut antara lain:

  • Stimulus diskon tiket pesawat domestik sebesar 13–14 persen untuk meningkatkan keterjangkauan biaya perjalanan.
  • Penyelenggaraan BINA Indonesia Great Sale 2025 yang berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *