Informasi Terkini tentang Insentif GBPNS Tahap 2 Tahun 2025
Para guru RA dan madrasah swasta yang belum lulus sertifikasi kembali dihebohkan dengan pemberian insentif GBPNS tahap 2 tahun 2025. Berbagai pertanyaan muncul, seperti apakah penerima insentif tahap 1 masih berhak menerima tahap 2. Banyak guru Kemenag mempertanyakan hal ini, terutama karena sebagian dari mereka sudah menerima dana pada tahap pertama.
Insentif GBPNS tahap 2 telah cair dan akan diberikan kepada guru RA dan madrasah swasta dengan beberapa kriteria. Diantaranya adalah:
- Mengajar di RA, MI, MTs, atau MA/MAK;
- Terdaftar dalam sistem informasi Direktorat GTK Madrasah;
- Belum lulus sertifikasi;
- Memiliki Nomor Pendidik Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
- Kementerian Pendidikan; dan
- Guru yang mengajar pada Satminkal binaan Kementerian Agama.
Pencairan insentif GBPNS tahap 1 dilakukan pada bulan Juni 2025, sedangkan tahap 2 dilaksanakan pada bulan Desember ini. Menteri Agama RI, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA menyampaikan bahwa GBPNS merupakan bentuk realisasi komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru-guru non-sertifikasi di lingkungan madrasah.
Guru RA dan madrasah yang termasuk dalam kategori GBPNS disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari Kemenag terkait status penerima, waktu pencairan, dan prosedur lainnya. Hal ini penting agar proses pencairan insentif berjalan lancar tanpa hambatan administratif.
Cara Cek Insentif GBPNS 2025
Proses pencairan insentif guru madrasah non-PNS dilakukan melalui bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI. Melalui metode ini, Kemenag akan mentransfer insentif kepada para guru non-PNS yang telah diverifikasi. Berikut ini merupakan tiga cara yang bisa digunakan guru non-PNS untuk mengecek apakah insentif dari Kemenag telah ditransfer:
- Cek Melalui m-banking
- Buka aplikasi m-banking yang Anda gunakan di ponsel.
- Lakukan proses login dengan memasukkan user ID dan PIN.
- Pada halaman menu utama, pilih fitur “Mutasi Rekening” atau “Riwayat Transaksi”.
-
Jika insentif sudah masuk, umumnya akan ada transaksi masuk dengan keterangan bahwa dana yang masuk berasal dari Kemenag atau instansi terkait.
-
Periksa Pakai Laman Simpatika
- Buka laman simpatika.kemenag.go.id di peramban.
- Lakukan proses login dengan mengisi nomor akun (nomor pegawai/nama/NUPTK) dan kata sandi.
- Pilih menu “Tunjangan” yang berada di pojok kiri layar.
- Klik “Tunjangan Insentif GBPNS”.
- Pada menu “Ajuan Tunjangan” klik untuk memunculkan informasi rekening guru dan tendik bersangkutan.
-
Cek rekening untuk melihat apakah ada transaksi senilai insentif yang masuk.
-
Mengecek Insentif dengan EMIS 4.0
- Akses situs EMIS 4.0 di alamat web emis.kemenag.go.id.
- Masuk dalam web bagi yang sudah memiliki akun. Jika belum klik “Daftar Sekarang” dan buat akun dengan memilih kategori akun “PAI” dan tipe akun sebagai guru.
- Untuk mengecek pencairan insentif, cek terlebih dahulu apakah Anda memenuhi syarat sebagai penerima insentif melalui laman tersebut.
Perubahan Kode Penerima
Siapa yang menerima tahap 2 ini akan muncul notifikasi ANDA MERUPAKAN PENERIMA INSENTIF Tahap 2 Tahun 2025. Notifikasi ini mengalami perubahan setelah tahap 1 lalu muncul penerima insentif GBPNS. Ini adalah tampilan menu insentif GBPNS. Tahap 1 dan Tahap 2 dapat.
Lantas apakah jika sudah cair tahap 1 juga akan mendapatkan GBPNS tahap 2? Jika sudah mendapatkan tahap 1 tetap akan cair di tahap 2 namun akan ada keterangan status di Simpatika.
Solusi Saldo Masih Kosong
Ada sejumlah penyebab tunjangan insentif GBPNS 2025 belum cair. Beberapa antaranya adalah:
- Penentuan dapat atau tidaknya sampai sekarang belum muncul di EMIS GTK (dulu namanya simpatika)
- Para GBPNS diminta bersabar menunggu SPTJM muncul di EMIS GTK pada menu insentif
- Adapun bagi GBPNS yang mempunyai LIVIN itu hanya sebagai alat kontrol bahwa sebagian insentif telah disalurkan ke rekening mandiri. Jadi bersabar saja karena info RESMI HANYA DI EMIS GTK.
- Bagi penerima baru yang sudah muncul rekening dan sudah masuk saldo dengan Bacaan TERTAHAN uangnya bisa dicairkan bila buku tabungan dan ATM dikirim ke bank penyalur dan akan mncul download SPTJM di EMIS GTK.
- Bagi yang tidak mempunyai livin mandiri dan sudah mempunyai buku tabungan mandiri silahkan cek saja ke bank Mandiri.
- Intinya bersabar karena bank masih tahap penyaluran.
Solusi Saldo Terblokir
Untuk membuka saldo tertahan di rekening Mandiri, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
-
Menghubungi Bank Mandiri Melalui Telepon
Anda bisa menghubungi layanan Mandiri Call Center di 14000. Pastikan Anda telah menyiapkan buku tabungan dan data diri lengkap untuk mempermudah kerja operator. Layanan ini tersedia 24 jam. -
Mendatangi Kantor Cabang Bank Mandiri Terdekat
Anda bisa mendatangi kantor cabang Bank Mandiri terdekat dan menyampaikan permasalahan terkait hold amount kepada customer service. Pastikan Anda membawa buku tabungan, kartu identitas diri, keterangan kredit, dan dokumen penting lainnya. -
Menambahkan Saldo Rekening untuk Menangguhkan Hold Amount
Cara paling mudah untuk membuka saldo yang tertahan di rekening Mandiri adalah dengan menambah saldo. Dengan menambahkan uang ke rekening melebihi jumlah pinjaman atau batas minimum saldo mengendap, hold amount akan ditangguhkan secara otomatis.
“Print bukti cetak yang ada di Simpatika buk, nanti semua berkasnya di bawa ke bank sm bawa materai. Nanti tinggal isi data dan ikuti arahan dr CS untuk aktivasi rekening yang baru trus dikasi kartu yang baru,” solusi dari salah satu guru yang memiliki kasus serupa.
Itulah penjelasan lengkap mengenai penyebab saldo tertahan di rekening Mandiri dan cara membukanya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan